The Martial Spirit Of The King

The Martial Spirit Of The King
Melatih 2 teknik



episode 28 senior


setelah mereka menyelesaikan persiapan para tetua bergerak menuju ke sekte dan di ikuti para murid dari belakang.


para murid kagum melihat pemandangan di sekitar tempat yang mereka lewati


termaksud kelompok Su tian dan beberapa kali mereka melewati bukit untuk sampai di sekte


setelah setengah hari akhirnya mereka pun sampai di sekte


sekte lembah awan seperti namanya terletak di kaki gunung dan banyak awan-awan yang terlihat di atas sekte, udara yang segar dan juga Qi yang padat


setelah mereka sampai di gerbang mereka melihat beberapa murid yang berjaga, setelah para tetua mendekat mereka segera pintu gerbang pun di buka


para peserta yang lolos ujian 60 orang di pimpin para tetua mereka memasuki sekte


sesampainya di dalam para tetua membagikan token indentitas dan seragam murid


salah satu tetua berkata kepada semua murid baru


,, " kalian harus meneteskan darah kalian di token yang sudah kalian pegang agar token itu berfungsi sebagai tanda pengenal kalian


dan token itu juga berfungsi menyimpan poin kontribusi kalian, ucap salah satu tetua sambil melihat kesemua murid baru


semua murid mulai meneteskan darah mereka token langsung berubah, di token mereka tertulis nama mereka dan status mereka.


Su tian, Liang hu dan Li chong di panggil ke depan untuk menerima hadiah


Su tian menerima poin kontribusi 100 dan di tambah miliknya jadi 403 poin


Liang hu menerima poin kontribusi 50 dan ditambah miliknya 146 poin


Li chong menerima poin kontribusi 20 dan di tambah miliknya 83 poin


para tetua mengucapkan selamat pada mereka ber 3, dan berkata pada semua murid baru bahwa akan menerima bimbingan dari para tetua mulai minggu depan


tetua ke 6 langsung menghampiri Su tian untuk memberikan 50 poin yang sudah dia janjikan,


para tetua langsung menunjukkan tempat tinggal mereka dan murid pria dan wanita di tempatkan secara terpisah


Su tian dan Liang hu memilih kediaman yang akan mereka tinggali mereka menetapkan akan tinggal bersama karena rumah yang mereka pilih cukup untuk 2 orang


setelah mereka mendapatkan rumah untuk tinggal mereka mulai membersihkannya lalu mereka beristirahat


pagi hari Su tian dan Liang hu sedang sarapan, sesudah selesai sarapan mereka berbincang. lalu dengan berkata


,, "saudara tian apa yang akan kau lakukan hari ini, ucap Liang hu bingung harus melakukan apa di hari pertama mereka di sekte


mendengar perkataan Liang Hu, Su tian memberitahu rencananya dan berkata


,, "aku hari ini aku mengunjungi perpustakaan seni beladiri dan saudara hu apa yang akan kau lakukan hari ini, ucap Su tian dan bertanya kembali


mendengar rencana Su tian Liang Hu ingin mengunjungi Adiknya dengan berkata


,, " aku akan mencari adikku dan akan membagi Poin yang aku peroleh, ucap Liang kepada Su tian hu


mendengar perkataan Liang Hu, Su tian pun berkata


,, " baiklah kalau begitu,, ucap Su tian


setelah beberapa saat Su tian keluar dari rumah dan pergi mencari perpustakaan seni beladiri di mulai berjalan berkeliling dan melihat-lihat beberapa bangun seperti aula alkemis, aula array formasi, ruangan para master memberi bimbingan, dan arena bertarung untuk para murid bertukar petunjuk


setelah beberapa saat Su tian melihat bangunan yang bertuliskan perpustakaan seni beladiri Su tian langsung masuk dan tidak jauh ada tetua yang berjaga dia memberi hormat dan menunjukkan token indentitasnya lalu tetua itu mengangguk dan berkata


,, " murid biasa hanya boleh memasuki lantai 2, ucap tetua itu yang merasa baru pertama kali melihat Su tian.


Su tian yang sudah masuk lalu menuju


lantai 2 dan melihat banyak kitab-kitab tingkat perunggu Su tian mulai membaca sampul teknik-teknik tersebut dan dia menemukan salah satu yang dia cari kitab itu bertuliskan teknik kobaran api Su tian langsung tertarik dan mengambilnya.


Su tian masih mencari 1 teknik lagi yaitu teknik berpedang, setelah berkeliling akhirnya dia mengambil teknik pedang membelah gunung dan membawanya ke tetua yang menjaga aula perpustakaan dan bertanya tetua berapa poin yang harus di bayar untuk itu mengambil teknik di lantai ke 2


,, " untuk teknik tingkat perunggu dibutuhkan 150 poin kontribusi untuk menukarkannya,


Su tian menaruh 2 kitab teknik dan langsung mengeluarkan token identitas yang berisi poin kontribusi dan memberikannya kepada tetua itu. tetua mengambil token Su tian dan memeriksa isinya lalu mengangguk dan mengurangi poin Su tian dan mulai menyalinnya kedua kitab itu


sesudah Su tian menerima salinannya dia memberi hormat kepada tetua lalu berbalik dan pergi.


Su tian yang sudah meninggal perpustakaan dia pergi keluar sekte untuk mencari tempat berlatih yang tenang, dan tidak jauh dari sekte ada hutan Su tian yang melihat hutan suasana di sana sangat tenang di memutuskan untuk berlatih di sana


dan di Sore hari Su tian kembali terlihat di depan rumah Liang hu sedang berlatih Su tian tidak ingin mengganggunya dia langsung memasuki rumah dan mulai memasak,


Liang hu yang melihat Su tian memasak mulai menghentikan latihannya dan mulai membantu sambil menunggu masak mereka membersihkan diri lalu makan dan beristirahat


dimalam hari sebelum Su tian tidur dia berlatih mengontrol apinya sesuai teknik kobaran api dan di pagi hari selesai makan Su tian kembali kehutan lagi untuk berlatih


sudah 3 hari Su tian berlatih teknik pedangnya tapi tidak ada kemajuan sedikit pun dia merasa teknik yang tukarnya di aula perpustakaan beladiri tidak jauh berbeda dengan teknik pemecah batu miliknya tapi dia terus berlatih


tidak jauh dari Su tian sesosok pria tua terbang di udara itu adalah master sekte dia baru saja berkeliling di hutan demon Beast untuk mencari herbal sebagai persediaan gudang penyimpanan sekte


ketika master sekte ingin kembali dia melihat seseorang pemuda sedang berlatih di sekitar hutan dekat dengan sekte, sebelum kembali dia mengamati pemuda itu yang sadang berlatih mengayunkan pedangnya dan di setiap pohon-pohon yang terpotong dan hancur dari dampak serangan itu


melihat itu master sekte mengerutkan keningnya dan menghampiri pemuda itu


Su tian yang sedang berlatih tidak mengetahui bahwasanya dia sedang diamati


sampai pria tua itu mendekat dia menghentikan latihannya dan berkata dengan hormat


,, " senior apa yang anda lakukan disini, ucap Su tian dengan sopan dia takut sudah menyinggung orang tua yang ada di depannya


mendengar perkataan Su tian, senior itu pun berkata


,, " Nak dari tadi aku memperhatikan latihanmu, ucap master sekte yang mengamati Su tian


Su tian yang mendengar itu dia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berkata


,, " apa junior ini telah menyinggung anda, ucap Su tian ada rasa takut di hatinya


mendengar pertanyaan Su tian, senior itu pun berkata


,, " tidak tapi ayunan pedangmu menghina pembudi daya pedang kau seharusnya mengunakan palu dari pada pedang, ucap master sekte sambil tersenyum mengejek


Su tian yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


master sekte itu lalu mengeluarkan palu dari cincin penyimpanannya dan mengayunkan kearah salah pohon yang cukup besar dan pohon itu terpotong bekas dari potongan itu seperti di poles tampak halus dengan tersenyum bangga dan mengelus-elus jenggotnya lalu dia berkata


,, " coba kau lihat itu, ucap master sekte yang menatap Su tian


Su tian yang melihat pohon itu terpotong merasa sangat kagum dan memperhatikan potongan tersebut karena rapi dan halus tapi dia juga mengerutkan keningnya.


master sekte yang melihat Su tian mendekati pohon yang terpotong itu dia mengelus-elus jenggotnya sambil membusungkan dadanya berharap pujian dari Su tian


Su tian yang sedang mengerutkan keningnya lalu berkata


,, senior bukankah anda juga menghina pembudidaya palu, anda mengunakan palu untuk memotong pohon, ucap Su tian yang merasa kalau mereka berdua telah menghina pembudidaya pedang dan palu.


master sekte yang mendengar perkataan


Su tian hampir menyemburkan darah dari mulutnya dia berharap Su tian memuji dan memohon untuk mengajarinya tapi yang malah di dapat adalah kebalikannya. lalu master sekte berkata


,, " hei bocah sialan bukan itu maksudnya tapi bagaimana pun kau memiliki senjata tapi bila tidak bisa menggunakannya itu akan percuma, master sekte berkata dengan agak kesal.


Su tian yang mendengar itu dia berfikir lalu dia mengangguk,


-Maaf bila ada kata atau tulisan yang salah -


- Terima kasih -


- Semoga bisa menghibur -