The Martial Spirit Of The King

The Martial Spirit Of The King
Mengunjungi beberapa Aula



episode 54 mendapatkan 100 poin kontribusi


Di pagi hari, Su tian yang sudah bangun dari tidurnya lalu membersihkan dirinya setelah selesai sarapan dia tidak melihat Liang Hu berada di kediaman, kemudian dia meninggalkan kediamannya pergi ke aula tetua murid untuk meningkatkan statusnya di perjalanan seperti biasa sambil melihat banyak murid yang sedang melakukan aktivasi mereka masing-masing,


setelah berjalan beberapa saat Su tian telah sampai di depan aula tetua murid dan terlihat beberapa murid juga berada disana, ada terlihat murid luar yang sedang membersihkan aula ada juga beberapa murid yang terlihat sedang berkumpul sambil mengobrol, setelah Su tian berjalan beberapa saat terlihat tetua yang sedang duduk di depan meja sedang mengurus beberapa hal bersama murid yang ada di depannya, melihat itu Su tian memilih menunggu sampai mereka selesai, dan sepertinya murid itu juga sedang melaporkan kenaikan tingkatannya, kemudian Su tian mencoba memastikannya melihat kultivasi murid tersebut, setelah memeriksanya ternyata benar dugaannya murid tersebut berada di tingkat 3 Bintang 1 dan umumnya sekitar 18 tahun yang tampak dari wajahnya


setelah urusan murid itu selesai dia memberi hormat kepada tetua lalu berbalik dan pergi, di perjalanan dia menatap Su tian yang berada di depannya dan melihat kalau Su tian lebih muda darinya, dia berjalan dengan rasa bangga di depan Su tian, tapi ketika dia merasakan tingkat kultivasi Su tian yang berada di tingkat 3 bintang 2 dia berjalan sedikit menyamping menghindari Su tian,


Su tian yang sedang berjalan melewati pemuda itu dia tidak menyadari apa yang di pikirkan pemuda itu, Su tian berjalan terus sampai di depan tetua itu kemudian dia memberi hormat kepada tetua dengan berkata


"murid menghadap tetua, ucap Su tian sambil menangkupkan kedua tangannya


tetua itu yang mendengar perkataan Su tian dan sambil memberikan hormat kemudian dia menganggukkan kepalanya lalu berkata


"apa kau juga ingin memperbarui status muridmu, ucap tetua itu yang sudah merasakan tingkat kultivasi Su tian


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu kemudian berkata


" benar tetua, ucap Su tian sambil mengeluarkan token identitasnya dari cincin penyimpanannya kemudian maju mendekati tetua dan memberikan padanya


tetua itu yang melihat Su tian sedang menyerahkan token identitasnya kemudian dia mengambilnya dari tangan Su tian, lalu segera memeriksa token itu sambil berkata


"murid baru, dan baru berusia 15 tahun, ucap tetua itu sambil menatap Su tian sambil tersenyum cerah


ketika tetua itu berkata murid-murid yang berada di dalam aula langsung menoleh kearah Su tian, walaupun mereka merasakan tingkat kultivasi Su tian berada diatas mereka tapi mereka tidak menyadari kalau umur Su tian baru berusia 15 tahun, karena wajahnya menunjukkan seperti pemuda berumur 17 tahun


setelah tetua berkata kemudian dia membuat segel dengan tangannya lalu setelah selesai membuatnya kemudian segel itu masuk kedalam token identitas Su tian, lalu tetua itu mengembalikan token itu kepada Su tian sambil berkata


"karena kau telah menjadi murid dalam, kau akan tinggal di tengah bukit sekte, untuk menemukan kediamanmu kau hanya perlu memasukkan kesadaranmu kedalam token identitas itu, ucap tetua itu yang menjelaskan sambil mengelus jenggotnya dan tersenyum


Su tian yang mendengar perkataan dan penjelasan tetua itu kemudian mengambil tokennya kembali sambil memberi hormat kepada tetua itu dengan berkata


"Terima kasih tetua, kalau begitu murid ini akan undur diri, ucap su tian sambil menangkupkan kedua tangannya lalu dia berbalik dan pergi,


setelah Su tian keluar dari aula tetua murid kemudian dia berjalan menuju tempat aula yang menyediakan sumber daya untuk menukar esensi darah Demon Beast harimau bersisik tingkat 3 dengan poin kontribusi, setelah berjalan beberapa saat kemudian Su tian mendengarkan suara palu yang menghantam besi, teng, teng, teng,


mendengar itu Su tian mendekati asal suara, setelah mendekati asal suara teryata Su tian sudah berdiri di depan sebuah aula, melihat itu kemudian dia masuk kedalam dan melihat beberapa murid luar yang sedang bekerja, lalu Su tian melihat kesalahan satu arah tempat asal suara berada dan melihat seorang pria paruh baya sedang menempa senjata,


Su tian yang melihat itu tidak ingin menganggu pekerjaan tetua itu, dia hanya mengamatinya dari kejauhan, setelah beberapa saat tetua itu menghentikan pekerjaannya sambil tersenyum karena telah selesai membuat sebuah pedang dan puas dengan hasilnya, tetua itu terus membolak-balik pedang itu sambil mengamati dan ingin mencari kekurangan dari pedang tersebut tapi setelah beberapa saat pandangannya teralihkan dengan pemuda yang berada di depannya, tetua itu yang sedang melihat pemuda itu langsung berkata


"hei nak, apa yang membuatmu datang ketempat ini, ucap tetua itu sambil meletakkan pedang yang di pegangnya


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu kemudian dia memberi hormat dengan berkata


"maaf tetua kalau murid ini telah menganggu pekerjaan anda, tapi murid ini sedang membutuhkan bantuan anda, ucap Su tian sambil menangkupkan kedua tangannya


melihat Su tian memberikan hormat tetua itu menganggukkan kepalanya tapi setelah mendengarkan perkataan Su tian tetua itu mengerutkan keningnya lalu berkata


"bantuan apa yang kau inginkan, selain membuat senjata aku tidak bisa melakukan hal lain, ucap tetua itu sambil menatap Su tian dengan serius


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya lalu berkata


"tetua kedatangan murid ini kesini ingin tetua memperbaiki pedang ini agar menjadi tajam kembali, ucap Su tian sambil menunjukkan pedang itu.


tetua itu yang melihat pedang Su tian dan setelah mendengar perkataannya tetua itu tertawa terbahak-bahak lalu berkata


"nak, kau adalah orang yang ketujuh, yang datang ketempat ini membawa senjata itu kesini, ucap tetua itu sambil tertawa


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu merasa terkejut kemudian di berkata


" maksud anda tetua, tanya Su tian yang bingung


tetua itu yang mendengar perkataan Su tian dia menghela nafas kemudian berkata


"apa kau mendapatkan pedang itu di aula senjata, pedang itu selain kuat juga mempunyai penampilannya sangat menarik banyak murid yang menyukainya, tapi ketika mereka sudah mengetahui pedang itu tidak memiliki bilah yang tajam murid-murid membawanya kemari untuk di perbaiki, tapi aku juga tidak mampu memperbaiki pedang itu karena pedang ini sangat keras, ucap tetua itu sambil menggelengkan kepalanya


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu kemudian dia bertanya


"tetua dimana aku bisa menemukan seseorang yang bisa memperbaiki pedang ini, ucap Su tian sambil menyimpan kembali,


tetua itu yang mendengar pertanyaan Su tian kemudian dia menjawab dengan berkata


"mungkin hanya grandmaster yang ada di Kekaisaran yang mampu memperbaikinya, ucap tetua itu sambil menghela nafas


Su tian yang yang mendengarkan perkataan tetua yang tidak bisa membantunya, kemudian dia memberi hormat tetua kemudian, setelah tetua itu mengangguk Su tian langsung berbalik dan pergi,


kemudian Su tian berjalan menuju aula sumberdaya, setelah beberapa saat Su tian sampai di depan aula dan terlihat banyak murid yang keluar masuk dari aula, setelah Su tian berada di dalam dia juga melihat murid yang sedang menukar sumberdaya dengan poin kontribusi ada juga yang menukar poin kontribusi dengan sumberdaya,


kemudian Su tian berjalan menuju tetua yang sedang berjaga, setelah Su tian mendekat dengan tetua kemudian dia memberi hormat dengan berkata


"murid ini menghadap tetua, ucap Su tian sambil menangkupkan kedua tangannya


"apa kau ingin menukar sumberdaya atau membeli sumberdaya, ucap tetua itu sambil menatap Su tian dan mengetahui kalau Su tian adalah murid dalam karena tetua itu sudah merasakan tingkat kultivasinya,


mendengar perkataan tetua itu Su tian langsung mengeluarkan 1 botol yang berisi 4 tetes esensi darah demon Beast harimau bersisik dan meletakkannya di atas meja di depan tetua itu,


tetua itu yang melihat botol yang ada di depannya kemudian langsung mengambilnya, karena tetua itu merasakan seperti darah di dalam tubuhnya bersemangat merasakan itu, kemudian tanpa sadar dia berkata


"akhirnya cucuku akan segera menerobos tingkat 3 ucap tetua itu sambil tersenyum menatap botol itu,


Su tian yang melihat dan mendengar perkataan tetua itu dia langsung menyipitkan matanya kemudian bergumam dalam hati, dengan berkata


"sepertinya aku akan mendapatkan poin sedikit lebih banyak, ucap Su tian sambil mengamati tingkah aneh tetua itu, batin Su tian,


setelah beberapa saat tetua itu sadar dari lamunannya kemudian dia menatap Su tian buru-buru tetua itu memperbaiki sikapnya lalu berkata


"nak apakah kau ingin menukarnya dengan sumberdaya atau poin kontribusi, ucap tetua itu sambil menatap Su tian dengan serius


Su tian yang mendengar pertanyaan tetua itu kemudian dia menjawab dengan berkata


"tetua aku menginginkan poin kontribusi, ucap Su tian yang sudah menentukan pilihannya


Tetua itu yang mendengar jawaban Su tian sangat bersemangat kemudian berkata


"karena esensi darah Demon Beast masih di tingkat 3 itu hanya seharga 30ribu poin kontribusi, ucap tetua sambil melirik Su tian dan masih memegang botol itu,


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu langsung mengerutkan keningnya kemudian dia menggelengkan kepalanya.


tetua itu yang melihat Su tian tidak setuju kemudian dia berkata lain


"baiklah ini adalah harga yang terbaik yang pernah aku berikan 50ribu poin kontribusi, bagaimana ucap tetua itu


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu dan sebenarnya dia sudah sangat bersemangat karena 1poin kontribusi sama dengan 3 koin emas, kemudian Su tian berkata


"tetua itu adalah esensi darah Demon Beast harimau bersisik dan anda pasti sudah tau kemampuannya, tadi sebelum aku kesini temanku sudah menawarkan 3 juta koin emas, ucap Su tian sambil tersenyum licik


tetua itu yang mendengar perkataan tetua langsung terkejut, dia tau kalau itu adalah esensi darah Demon Beast harimau, tapi dia tidak tahu dari jenis harimau apa, mudah bagi tetua itu untuk membunuh Demon Beast harimau bersisik tingkat 3 tapi untuk menemukannya itu hal yang lain, setelah tetua itu berpikir beberapa saat, kemudian dia berkata


"baiklah kalau begitu, bagaimana jika 100 ribu poin kontribusi, ucap tetua itu sambil mengerutkan keningnya


melihat Su tian yang tetap diam saja tetua itu mendengus kesal, lalu berkata


" 100 poin kontribusi di tambah jiwa Demon Beast elang berburu perak, Ucap tetua itu sambil menggelengkan Kepala yang merasa tidak berdaya


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu dan mengetahui kalau tetua itu sudah mencapai batas kemampuannya kemudian dia berkata


"baiklah tetua, kalau begitu kita sepakat, ucap Su tian yang tersenyum sambil mengeluarkan token identitasnya kemudian di berikan pada tetua itu


tetua itu langsung mengambil token identitas Su tian dan mulai mentransfer poin kontribusinya sambil menatap Su tian, tetua itu merasa kalau dia sedang berhadapan dengan seorang pedagang ketika saling menawar dengan Su tian, lalu setelah selesai mentransfer poin kontribusi tetua itu mengembalikan token Su tian sambil memberikan jiwa Demon Beast yang sudah di segel didalam bola kristal,


Su tian mengambil tokennya kembali lalu memeriksanya setelah dirasanya cukup kemudian dia menyimpannya kembali, lalu dia melihat tetua itu mengeluarkan kristal yang berwarna hijau, melihat itu Su tian terkejut lalu bergumam dalam hati


"jiwa Demon Beast tingkat 3, batin Su tian sambil menerimanya dan segera menyimpannya,


setelah transaksi selesai Su tian memberi hormat pada tetua itu, kemudian dia berbalik dan pergi dari aula tersebut, setelah keluar dari Aula tersebut kemudian Su tian pergi ke aula perpustakaan seni beladiri karena sudah mempunyai poin kontribusi, setelah beberapa saat Su tian sudah sampai di depan aula perpustakaan seni bela diri dan melihat tetua yang berada di samping pintu perpustakaan dan duduk di depan meja, kemudian Su tian mendekat sambil memberi hormat dengan berkata


"murid ini menghadap tetua, ucap Su tian sambil mengeluarkan tokennya dan memberikannya pada tetua.


tetua itu yang mendengar perkataan Su tian yang sambil memberi hormat lalu menunjukkan tokennya, kemudian tetua itu mengambil token tersebut dan mulai memeriksanya, setelah beberapa saat tetua itu pun mulai berkata


"Su tian murid dalam, kau boleh mencari kitap seni beladiri sampai di lantai 3, ucap tetua itu sambil mengembalikan tokennya


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu kemudian mengambil tokennya kembali dan mulai memasuki ruangan, setelah masuk di lantai pertama Su tian banyak melihat murid luar sedang mencari kitab seni beladiri dan dia tidak menghiraukannya, kemudian Su tian melanjutkan perjalanannya naik kelantai 2 Su tian melihat juga ada beberapa murid tapi tidak sebanyak murid di lantai pertama, Su tian terus berjalan ketika dia akan menaiki lantai ke 3 dia melihat Liang Hu sedang mencari kitab seni beladiri yang ada di rak, lalu dia mendekat untuk menghampiri Liang Hu sambil berkata


"saudara teryata kau disini, ucap Su tian yang berjalan di belakang Liang Hu


Liang Hu yang mendengar perkataan seseorang dari belakangnya kemudian dia berbalik dan melihat Su tian yang datang, lalu berkata


"saudara tian, aku sedang mencari teknik berpedang, ucap Liang Hu sambil tersenyum


Su tian yang mendengar perkataan Liang Hu kemudian dia berkata


"saudara hu, aku juga sedang mencari beberapa teknik, ucap Su tian dan tiba-tiba pandangannya teralihkan karena melihat sebuah kitab seni beladiri yang berwarna hitam dan tampak kusam,


- Maaf bila ada kata dan tulisan yang salah -


- Terima kasih -


- semoga bisa menghibur -