The Martial Spirit Of The King

The Martial Spirit Of The King
Pertarungan 2 kultivator



episode 11 Menyelamatkan diri


Su tian keluar dari penginapan dia takjub melihat suasana di Desa, walaupun ini Desa tapi ini sangat ramai dia melihat sekeliling banyak toko yang menyediakan keperluan masyarakat dan kultivator, dia melihat tiga bangun besar yang menyediakan sumber daya bagi kultivator seperti pil, senjata, dan kertas jimat, dan dia melihat kediaman kepala Desa yang sangat besar dia juga melihat bangunan yang cukup mencolok dari luar gedung bertuliskan penginapan bunga malam dia ingin mampir untuk melihat apa yang mereka jual tapi karena sudah sore dia mengurungkan niatnya dan ingin kembali,


di perjalanan kembali dia melihat pasar, para pengunjung sangat antusias, di pasar itu dia melihat seorang anak yang sedang berada di atas bahu ayahnya membeli manisan, anak itu sangat senang, Su tian yang melihat itu larut dalam lamunannya teringat masa-masa bersama orang tuanya sambil berjalan, penjaga gerbang pun tidak menyadari seseorang telah melewati gerbang tanpa membayar koin,


kemudian dia tersentak dari lamunannya karena dia mendengar suara pertarungan,


Su tian melihat sekeliling dia sudah berada jauh diluar Desa dia ingin kembali tapi dia penasaran bagaimana pertarungan para kultivator berlangsung akhirnya Su tian memutuskan untuk bersembunyi melihat petarung itu, terlihat dua kultivator saling serang entah uda berapa lama berlangsung, kedua kultivator mengeluarkan semangat beladiri mereka yang berwujud Banteng dan berwujud ular Su tian yang bersembunyi sangat takjub dan jantung nya berdetak kencang melihat dampak dari serangan mereka, keduanya terus saling serang hingga kultivator yang memiliki semangat beladiri ular terluka cukup parah di terduduk sambil melihat lawannya berjalan mendekatinya, sebelum lawannya lebih dekat lagi dia berkata


,, " apakah kau hanya ingin melihat saja, ucap kultivator yang terluka itu menoleh kearah Su tian dia menyadari ada seseorang yang mengamati pertarungannya,


kultivator yang miliki semangat beladiri Banteng pun menoleh kearah Su tian, kultivator yang terluka pun mengambil kesempatan karena lawannya lengah dia melemparkan pisaunya, walaupun lawannya sempat menghindar tapi pisau itu menggores tangannya kultivator yang memiliki semangat beladiri Banteng pun langsung merasa tubuhnya mati rasa nafasnya terengah-engah sambil berkata kau menggunakan racun, kultivator yang memiliki semangat beladiri ular pun tersenyum sinis mendekat mengayunkan pedangnya dan berkata


,," Terimalah kematianmu tubuh kultivator yang memiliki semangat beladiri Banteng pun langsung terbelah dua dan mati,


kultivator yang memiliki semangat beladiri ular melihat kearah Su tian dan berkata


,, " sekarang giliranmu, aku tidak bisa membiarkanmu hidup karena kau telah melihatku membunuhnya, ucap orang yang mempunyai semangat beladiri ular kepada Su tian


ketika mereka pertama kali menyadari keberadaan Su tian, kaki Su tian sudah gemetaran dia terus berusaha menggerakkan kakinya agar bisa meninggalkan tempat itu dan dia mengingat janjinya kepada orang tuanya, ketika salah satu kultivator itu mati dan yang lain berkata akan membunuhnya, Su tian langsung berlari sekuat tenaga karena ketakutan kultivator yang melihat Su tian melarikan diri dia berkata mau kabur sambil memasukkan pil kedalam mulutnya dan mengejar Su tian


Di ke kedalaman hutan Su tian yang terus berlari tapi dia sudah melambat karena kelelahan di belakangnya ada seorang kultivator yang sedang mengejarnya, setelah cukup jauh mengejar akhirnya kultivator itu tersenyum sinis karena melihat Su tian sudah kelelahan, kultivator itu mendekati Su tian dan langsung menendang nya, Su tian yang menerima tendang itu langsung terpental jauh menabrak pohon besar jatuh terduduk dan memuntahkan darah segar, kultivator itu tertawa melihat Su tian yang terduduk terluka dan berkata


,, " aku akan menyiksamu sebelum kau mati, ucap kultivator itu sambil mendekat dan mengeluarkan pedang,


Su tian yang terduduk memegang perutnya yang sakit, kemudian melihat kultivator itu sedang mendekat dia mengeluarkan botol dari dalam bajunya dan melemparkannya sekuat tenaga, kultivator itu yang terkejut melihat Su tian melemparkan sesuatu kearahnya, kultivator itu tidak sempat menghindar kultivator itu mengayunkan pedangnya menebas ke arah botol itu, botol itu langsung meledak mengeluarkan bubuk berwarna hijau menyebar ke arah kultivator itu, dan kultivator itu berkata


,, " apakah cuma itu saja usaha terakhirmu, ucapnya sambil mendekati Su tian,


setelah dua langkah tubuh kultivator itu bergetar nafasnya terengah-engah dan langsung jatuh mati,


karena tubuh kultivator itu sudah di penuhi banyak luka akibat petarungnya dengan kultivator sebelumnya dan serbuk racun itu dengan mudah memasuki tubuhnya. botol itu adalah botol terakhir berisi racun yang pernah diberikan ayah Su tian.


Su tian yang melihat kultivator itu terjatuh tak bergerak akhirnya dia bisa bernafas lega dia merasakan sakit di tubuhnya dan tidak bisa bergerak lalu pingsan.


- Maaf bila ada kata dan tulisan yang salah -


- Terima kasih -


- semoga bisa menghibur -