The Martial Spirit Of The King

The Martial Spirit Of The King
keributan



episode 06 pengorbanan sang kakek


Rombongan Su tian yang menuju desa perbatasan pun mulai melakukan perjalanan setelah berpisah dengan rombongan sebelum nya, di saat malam hari mereka berhenti makan dan istirahat terkadang mereka tidur di udara terbuka jika mereka menemukan desa sebelum hari gelap mereka akun menginap di sana.


setelah 2 minggu melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di Desa tujuan, Desa Moaxian yang berbatasan dengan hutan, Desa Moaxian sangat besar hampir seperti kota karena banyak orang yang berkunjung seperti pedagang, kultivator ataupun masyarakat itu yang membuat ekonomi di desa itu maju, kepala Desa Moaxian membebaskan para kultivator untuk sekedar berkunjung atau menetap karena Desa itu rawan dengan serangan Demon Beast,


setelah membayar beberapa koin perunggu akhirnya rombongan Su tian memasuki Desa, rumah dagang keluarga Su, tempat sementara mereka melakukan pertukaran, setelah berada di depan kediaman para pengawal langsung membongkar 2 gerobak kereta kuda yang berisi sumberdaya, Su han dan Su tian langsung memasuki kediaman menuju suatu ruangan, setelah mereka berada di depan ruangan Su han langsung mengetuk pintu, terdengar suara pria yang berkata silakan masuk, Su han da Su tian langsung masuk


terlihat seorang pria paru baya sedang duduk, dia adalah Su jan saudara Su feng, salam paman Su tian memberi hormat, kau ikut juga tian'er bagaimana perjalanan nya Su jan bertanya dengan sedikit khawatir, baik-baik saja paman dengan wajah sedikit lelah Su tian berkata, syukurlah kalau begitu sepertinya kalian lapar ayo kita makan dulu ucap sujan, mereka pun menuju ruang makan.


Setelah selesai makan mereka pun berbincang- bincang tentang perjalanan rombongan Su han dan tak lama kemudian mereka pun membubarkan diri untuk beristirahat dan menuju kamar mereka masing-masing, Seperti biasa Su tian yang masuk ke kamar langsung duduk di tempat tidur dengan sikap lotus dia menenangkan diri dari rasa lelahnya setelah dua batang dupa Su tian membaringkan tubuhnya dan tidur,


Keesokannya paginya Su han dan Su tian mengantarkan Su jan yang akan pergi ke ibu kota mengantar sumberdaya yang sudah di kumpulkannya sampai ke gerbang desa, setelah Su jan pergi Su han dan Su tian pun kembali ke kediaman, di depan kediaman banyak orang sedang berbaris untuk menukar sumberdaya atau menjual nya, melihat itu Su han dan Su tian langsung membantu para pelayanan yang terlihat kerepotan melayani banyaknya pengunjung.


Suatu hari ada keributan seorang kakek kakek yang sedang memohon untuk menukarkan herbal nya dengan pil penyembuhan untuk cucunya yang sedang sakit, Su tian menghampiri kerumunan tersebut dan bertanya kepada pelayanan itu apa sebenarnya yang terjadi pelayanan itu menoleh ke arah suara tersebut dan berkata


,, " tuan muda kakek itu ingin menukar pil penyembuh dengan menukar rumput spiritual yang rusak ucap pelayanan itu sambil menunjukkan herbal yang sudah rusak ada empat tangkai,


kakek itu yang merasa kalau herbal yang dia bawa tidak bisa ditukar dengan pil kakek itu pun mendekati Su tian memohon agar bisa mendapatkan pil itu, kakek itu menceritakan sewaktu dia mengambil herbal itu, pada waktu kakek itu mengambil herbal tiba-tiba datang seekor Demon Beast jadi kakek itu mengambilnya dengan tergesa-gesa hingga membuat herbal itu rusak, karena cucunya sedang sakit dan tidak memiliki uang dia tidak ada pilihan selain mambawa herbal berharap bisa di tukar dengan pil, Su tian yang mendengar cerita itu sambil melihat tubuh kakek itu penuh dengan luka dan bajunya sebagian sudah berwarna merah Su tian yang merasa iba melihat kakek dan berkata kepada pelayanan berikan 2 pil penyembuh kepada kakek itu, pelayanan itu hanya bisa menurut saja dan memberikan 2 pil itu, kakek itu yang menerima 2 butir pil dan berkata


Su tian menghentikan tangannya dan berkata


,, " yang ini untuk kakek gunakanlah karena kondisi kakek pun tidak dalam keadaan baik-baik saja, ucap Su tian yang menolak kakek itu mengembalikan pilnya


kakek itu yang mendengar perkataan Su tian


dengan sedikit senyum di wajah kakek itu dia berkata Terima kasih banyak dengan berkata


,, " terima kasih tuan muda kalau begitu saya pergi dulu, ucap kakek itu dan langsung berbalik buru-buru pergi karena ingin merawat cucunya.


- maaf apa bila ada salah kata dan tulisan -


- Terima kasih -


- semoga bisa menghibur -