
episode 62 kemenangan keluarga Jia
Jia chu yang mendengar perkataan Liang heng dia tertawa sambil berkata
"hahaha.., semua ini karena kesalahan pada keluargamu karena telah membunuh jenius keluarga Jia, Jia Cheng, ucap Jia chu dengan senyuman tipisnya
Liang heng yang merasa bingung dengan perkataan Jia chu kemudian dia bertanya dengan berkata
" Jia chu, siapa yang kau maksud telah membunuh Jia Cheng, ucap Liang heng yang ingin meluruskan masalah yang terjadi
Jia chu yang mendengar perkataan Liang heng kemudian dia berkata
"apa kau tau racun yang telah membunuh Liang Kong, itu adalah racun yang dimiliki oleh Jia Cheng dan setelah Liang Kong mati Jia Cheng menghilang dan tidak pernah kembali, ucap Jia chu sambil menatap tajam Liang heng
Liang heng yang mendengar perkataan Jia chu membuatnya menjadi sangat marah karena telah mengetahui dalang dibalik kematian adiknya kemudian Liang heng merubah wujudnya menjadi Banten dan menyerang kearah Jia chu, Jia chu yang melihat Liang heng sudah bersiap untuk bertarung dia juga segera merubah wujudnya menjadi ular dan mereka berdua langsung saling menyerang, seketika semua anggota keluarga Jia yang tadinya berada di tempat duduk para penonton tiba-tiba mereka mulai menyerang semua kultivator yang berada di sana dengan persiapan yang matang.
senior leng shin langsung membawa Liang Hu pergi menjauh dari tempat terjadinya pertarungan antara 2 pimpinan keluarga itu tapi setelah beberapa saat langkah leng shin di hentikan oleh salah satu anggota keluarga Jia yang mencoba ingin membunuh Liang Hu, senior leng shin yang melihat orang itu yang memiliki kekuatan di tingkat yang sama dengannya kemudian menyuruh Liang Hu untuk segera pergi menjauh menyelamatkan dirinya lalu senior leng shin bertarung melawan orang itu untuk mengalihkan perhatiannya.
Liang Hu yang mendengar perkataan senior leng shin segera berlari secepatnya mungkin untuk meninggal alun-alun tiba-tiba seseorang dari keluarga Jia yang melihat Liang Hu dia langsung melesat kearah Liang Hu sambil menyerang mengarahkan pukulan tangannya ke dada Liang Hu
Liang Hu yang tidak menyadari serang itu tiba-tiba dia melihat seseorang sudah berada di depannya dan mendaratkan pukulannya ke dada Liang Hu hingga membuatnya terpental jauh dan memuntahkan darah, Liang Hu menatap orang yang memukulnya itu dan dia merasakan kalau kekuatan orang itu mungkin telah berada di tingkat 3 dan orang itu berjalan mendekati Liang Hu yang sedang terduduk terluka sehingga untuk melarikan diri saja dia sudah tidak mampu,
Su tian yang baru saja bisa menghindari orang-orang biasa yang berlari kearahnya yang sempat membuatnya terhimpit-himpit,
setelah itu Su tian tidak melihat Liang Hu di atas arena kemudian dia mencari keberadaan Liang Hu setelah beberapa saat dia melihat Liang sedang jatuh terduduk dan terluka kemudian Su tian melihat seseorang berjalan mendekati Liang Hu yang tingkat kultivasi berada di tingkat 3 bintang 7, Su tian dengan cepat bergerak dan tiba-tiba sudah berada di depan Liang Hu menghadang orang itu sambil mengeluarkan pedang tingkat emasnya yang di berikan gurunya,
orang itu melihat seseorang datang untuk menyelamatkan Liang Hu dia merasa sangat terkejut dan waspada tapi setelah memeriksa tingkat kultivasi Su tian dia tersenyum dengan remeh dan dia juga melihat wajah Su tian yang terlihat masih sangat muda tapi ketika dia melihat pedang tingkat emas yang ada di tangan Su tian, orang itu menjadi sangat serakah dan langsung mengeluarkan aura jiwa beladirinya yang berwujud ular dan langsung menyerang dengan pukulannya kearah wajah Su tian
Su tian yang mengeluarkan pedangnya dia mulai memasukkan apinya kedalam pedang itu tapi pedang itu tidak bisa bersatu dengan element apinya merasakan itu Su tian mengerutkan keningnya kemudian dia melapisi pedang itu dengan Qi miliknya, lalu Su tian melihat orang itu mendekatinya sambil menyerangnya Su tian juga menghindari serangan itu dan langsung mengayunkan pedangnya di bagian perut orang itu
ayunan pedang Su tian yang mengenai aura jiwa beladiri orang itu, pedang itu langsung dengan mudah memotongnya tapi ketika pedang itu mengenai kulit orang itu serang Su tian hanya menyebabkan luka goresan saja walaupun luka itu mengeluarkan darah tapi masih belum berbahaya, Su tian langsung melihat orang itu yang menggunakan kekuatan karakteristik dari jiwa beladirinya yang membuat tubuhnya di penuhi dengan sisik ular, tapi melihat itu Su tian tidak takut dia malahan menjadi bersemangat untuk menebas tubuh orang itu dengan pedangnya karena ini adalah latihan yang bagus untuk mengontrol Qi miliknya
Su tian yang melapisi pedangnya dengan Qi nya kemudian dia terus mempertipis Qi nya yang ada di bilah pedang setelah itu Su tian langsung melesat menyerang orang itu dengan mengayunkan pedangnya secara terus menerus
orang itu yang masih terkejut melihat serang pedang Su tian yang bisa melukai perutnya dan tidak tiba-tiba dia tersadar dari keterkejutannya karena merasa sakit dari beberapa bagian tubuhnya ketika orang itu melihat tubuhnya yang sudah menerima beberapa luka dan mengeluarkan darah, lalu orang itu melihat Su tian yang sedang menyerangnya secara terus menerus kemudian dengan rasa marah dia berteriak sekuat tenaga agar anggota keluarga Jia yang lain bisa membantunya, seketika pandangan beberapa orang dari keluarga Jia yang mendengar suara teriakan itu langsung melihat kearah pertarungan Su tian
orang-orang dari keluarga Jia yang melihat salah satu anggota keluarga mereka dibuat terluka oleh Su tian mereka langsung mendekat untuk menyerang Su tian.
terlihat 5 orang yang ingin menyerang Su tian 2 di antara mereka berada ditingkat 3 bintang 6 dan 3 lainnya berada di tingkat 2 bintang 7
mereka mengeluarkan aura jiwa beladiri mereka langsung menuju arah Su tian
Su tian yang melihat itu dia langsung membuat pedang kecil dari element apinya dengan menggunakan teknik di tahap yang ke 2 dari teknik pedang element apinya, pedang kecil itu melayang disekitar Su tian ketika ke 5 orang itu telah mendekat dia mengendalikan pedang elementnya untuk menyerang kultivator yang berada di tingkat ke 2 dan Su tian menggunakan pedang tingkat emasnya menyerang 2 kultivator di tingkat ke 3
Su tian bertarung sengit dengan 2 kultivator tingkat 3 itu tapi 2 kultivator itu tidak dapat menyudutkan Su tian, 3 kultivator tingkat 2 itu sangat kewalahan melawan pedang kecil yang di kendalikan oleh Su tian, setelah beberapa saat Su tian pun juga merasa kewalahan karena harus membagi perhatiannya di 2 tempat secara bersamaan kemudian dia melesatkan pedang kecil kearah 3 kultivator tingkat 2 itu dengan cepat,
3 kultivator tingkat 2 itu yang merasa tidak bisa menghindari serangan itu mereka menahannya dengan menggunakan senjata, ketika pedang kecil Su tian menabrak senjata 3 kultivator tingkat 2 itu, Boom, ledakan terdengar hingga membuat 3 kultivator itu terlempar dan mereka mengalami luka bakar di sekujur tubuh
Su tian yang sedang bertarung melawan 2 kultivator tingkat 3 yang tadinya dia terlihat kelelahan tapi sekarang setelah dia meledak pedang element apinya dia merasa lebih mudah untuk mengalahkan 2 kultivator itu, ke 2 kultivator itu juga merasakan sesuatu yang salah pada Su tian yang tadinya mereka bisa menyudutkan Su tian tapi setelah beberapa saat Su tian menjadi lebih cepat dan kuat hingga mereka merasa kewalahan.
Su tian menggunakan teknik pedang pembelah anginnya dan teknik langkah bayangannya langsung melesat kearah salah satu orang itu dengan cepat menyerang sambil mengayunkan pedangnya lalu langsung menebas kearah perut salah satu dari mereka, pedang Su tian langsung memotong aura jiwa beladiri salah satu dari mereka dan membuatnya menerima luka pada perutnya dan dari luka tebasan pedang tersebut mengeluarkan banyak darah yang membuatnya tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan,
setelah mengalahkan orang itu Su tian langsung melesat kearah kultivator yang lainnya dia mengunakan teknik yang sama lalu menyerang kultivator itu, seketika ayunan pedang Su tian menebas kearah perutnya juga sehingga mengeluarkan banyak darah dan tidak dapat bertarung lagi, kemudian Su tian mendekati orang yang menyerang Liang Hu yang hingga membuatnya terluka,
orang itu yang sedang memulihkan diri karena menerima serang dari Su tian dan sambil mengamati kearah pertarungan Su tian, setelah beberapa saat anggota keluarga Jia yang lainnya telah di kalahkan oleh Su tian seorang diri, melihat itu dia dengan buru-buru ingin pergi meninggalkan tempat itu
Su tian yang melihat orang itu ingin melarikan diri dia segera mengejarnya dengan cepat sambil mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah dan setelah Su tian mendekatinya pedang itu langsung mendarat di bahu sebelah kanan orang itu yang menyebabkan orang itu terluka di bahunya dan dari luka tebasan itu mengeluarkan banyak darah
Su tian yang merasa kalau orang yang ditebasnya dengan pedangnya itu sudah kehilangan kesadarannya dia langsung berbalik dan melihat daerah sekitar dan melihat ada beberapa pertarungan disana Su tian langsung bergerak cepat sambil mengayunkan pedangnya kepada beberapa keluarga Jia mereka langsung terjatuh tidak berdaya setelah merasakan teknik pedang Su tian,
beberapa dari mereka yang diselamatkan oleh Su tian langsung mengucapkan terima kasih tidak sulit bagi Su tian menemukan keluarga Jia karena mereka akan terlihat jelas di saat menggunakan aura jiwa beladiri mereka, ketika Su tian tidak melihat lagi keluarga Jia yang berada di sekitar mereka kemudian dia
menghampiri Liang Hu setelah Su tian mendekat dia berkata
"saudara Hu bagaimana keadaanmu, ucap Su tian yang berjongkok di depan Liang Hu
Liang Hu yang mendengar perkataan Su tian langsung berkata
" aku baik-baik saja saudara tian, aku tadi menyempatkan diri untuk mengonsumsi pil pemulihan, ucap Liang Hu yang terduduk sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit
Su tian yang melihat Liang Hu terluka kemudian dia menolong Liang Hu untuk berdiri lalu dia memapahnya untuk segera membawanya pergi dari sana karena Su tian merasakan kalau masih ada pertarungan yang terjadi di alun-alun, Su tian dan Liang Hu setelah berjalan beberapa saat mereka mendengar suara seorang wanita yang berkata
"kakak Hu, kakak tian, ucap Liang ling yang berteriak dari jauh sambil berlari
Su tian dan Liang Hu langsung melihat kearah asal suara dan terlihat Liang ling yang sedang berlari kearah mereka dengan membawa banyak kultivator dari anggota keluarga Liang yang ada di belakangnya, setelah Liang ling mendekati mereka beberapa anggota keluarga Liang menuju ke alun-alun untuk membantu pemimpin keluarga mereka dan membereskan kekacauan, Liang ling yang sudah mendekat kemudian bertanya dengan berkata
"kakak Hu bagaimana keadaanmu, ucap Liang ling dengan panik
Liang Hu yang mendengar pertanyaan Liang ling kemudian dia menjawab dengan berkata
" adik ling, aku baik-baik saja, ucap Liang Hu yang berusaha menenangkan adiknya itu
Liang ling yang mendengar jawaban dari Liang Hu dia merasa lega kemudian Liang ling menatap Su tian lalu berkata
"kakak tian, bagaimana dengan keadaan mu, ucap Liang ling dengan cemas juga
Su tian yang mendengar perkataan Liang ling kemudian dia berkata
"aku baik-baik saja saudari, ucap Su tian yang masih memapah Liang Hu
Liang ling yang mendengar perkataan itu juga merasa lega, kemudian Su tian memberikan Liang Hu kepada anggota keluarga Liang untuk segera membawa Liang Hu ke kediamannya agar segera di rawat, Su tian yang melihat Liang Hu sudah di papah anggota keluarga Liang lalu dia berkata
"saudara Hu segeralah pulihkan dirimu kita akan kembali ke sekte, ucap Su tian sambil menepuk-nepuk bahu Liang Hu
Liang Hu yang mendengar perkataan Su tian lalu dia berkata
"saudara tian, ikutlah denganku untuk mengunjungi keluarga Liang, ucap Liang Hu yang ingin memperkenalkan Su tian kepada keluarganya
Su tian yang mendengar perkataan Liang Hu kemudian dia berkata
"saudara Hu, aku harus segera kembali kemungkinan kedua pamanku akan menjadi panik ketika mereka mendengar kejadian ini, ucap Su tian yang mulai berjalan untuk kembali
Liang Hu dan Liang ling juga kembali ke kediaman mereka, setelah bantuan keluarga Liang tiba di alun-alun pertarungan dimenangkan oleh keluarga Liang karena di bantu oleh beberapa kultivator dari keluarga lainnya, banyak korban berjatuhan dari keluarga Jia dan hanya beberapa dari keluarga Liang dan selebihnya dari penduduk setempat yang datang untuk menonton pertandingan itu,
pemimpin keluarga Liang yang bertarung dengan Jia chu hanya mengalami beberapa luka ringan sedangkan untuk Jia chu dan beberapa dari anggota keluarga Jia yang berhasil kabur mereka langsung meninggalkan Desa, setelah keluarga Liang dan beberapa anggota keluarga lainnya memeriksa kediaman keluarga Jia mereka tidak menemukan satu orang pun, mereka berpikir mungkin keluarga Jia sudah merencanakan ini sejak lama sehingga mereka sudah mengirim keluarga mereka keluar desa duluan
- Maaf bila ada kata dan tulisan yang salah -
- Terima kasih -
- Semoga bisa menghibur -