
episode 63 Teknik yang sempurna
Setelah beberapa saat dan Su tian pun telah sampai di penginapan dan terlihat dari luar rumah makan mereka masih terlihat sepi karena kejadian itu, para penduduk takut perang antara keluarga akan segera terjadi itu sebabnya mereka tidak berani keluar rumah untuk melakukan aktivitas seperti biasa
Su tian yang sudah masuk langsung dihampiri kedua pamannya itu lalu mereka bertanya dengan berkata
"tuan muda kami mendengar terjadi kekacauan di pertandingan itu, apakah anda baik-baik saja, ucap paman hong dengan khawatir
Su tian yang mendengar perkataan paman hong kemudian dia berkata
"tenanglah paman mo, paman hong ini semua akan segera berakhir karena keluarga Liang akan segera mengurus masalah ini dengan cepat, ucap Su tian yang mengetahui bala bantuan keluarga Liang sudah datang
paman mo dan paman hong yang mengetahui juga kalau keluarga Liang adalah pemimpin di Desa ini setelah mendengar perkataan Su tian mereka menganggukkan kepalanya lalu paman mo berkata
"tuan muda kalau begitu silakan anda beristirahat untuk memulihkan kondisi anda, ucap paman mo yang mengetahui kalau Su tian belum beristirahat setelah pulang dari pinggiran hutan
Su tian yang mendengar perkataan pamannya kemudian dia berkata
"baiklah paman kalau begitu akan beristirahat terlebih dahulu, ucap Su tian yang langsung berjalan menuju kamarnya
Su tian yang sudah berada di kamar dia mulai membersihkan diri dan setelah mengganti pakaian kemudian dia tidur
keesokan harinya kabar tentang keluarga Jia yang melakukan kekacauan di pertandingan yang di adakan satu tahun sekali untuk memperingati hari perdamaian dan mereka juga ingin membunuh tuan muda Liang Hu kemudian usaha mereka telah di gagal oleh seorang pemuda, dan keluarga Jia yang telah mengalami kekalahan mereka juga pergi meninggalkan Desa, berita itu telah tersebar di desa warga pun mulai berani keluar rumah karena keluarga Liang sudah mengatasi masalah itu dengan cepat,
selama seminggu Su tian hanya membantu pamannya di penginapan ketika di malam hari di membaca kitab teknik pedang pembelah gunung yang belum sempat di kuasainya karena terlalu banyak mengunakan energi Qi dan terakhir kali dia menggunakan teknik pedang itu disaat dia melawan para perampokan dan karena terlalu memasakan diri hingga membuatnya kehilangan kesadaran,
keesokan harinya terlihat rombongan keluarga Liang sedang berjalan mengendarai kuda kearah penginapan Su tian yang di pimpin oleh kepala keluarga Liang setelah mereka tiba di depan penginapan pemimpin keluarga Liang terkejut karena dia mengenali kediaman siapa yang dia kunjungi karena ini adalah kediaman keluarga Su yang di tempati oleh pengawal keluarga Su yang tersisa, kemudian dia mengingat Liang Hu pernah berkata kalau temannya yang bernama Su tian adalah murid dalam di sekte lembah awan yang tinggal di penginapan ini, saat mengingat itu dia terkejut kembali lalu menatap Liang Hu dan berkata
"Hu'er apa temanmu itu benar-benar bermarga Su, ucap Liang heng sambil menatap Liang Hu dengan serius
Liang Hu yang mendengar perkataan ayahnya dan dia melihat tatapan serius dari ayahnya itu, Liang Hu merasa takut kalau keluarga Su tian punya masalah dengan ayahnya, lalu dia berkata
"benar ayah, saudara tian yang membantu untuk meningkatkan kultivasiku hingga sampai seperti ini, dan jiwa beladiri saudari ling juga di berikan saudara tian bahkan dia bertarung dengan murid inti untuk membantu kami, ucap Liang Hu yang memberitahu tentang kebaikan Su tian agar ayah bisa melupakan masalah dengan keluarga Su dan Liang ling juga membenarkan itu
Liang heng yang mendengarkan perkataan anaknya dia juga menganggukkan kepalanya tapi dia tidak menduga kalau tuan muda keluarga Su selamat dari pembantaian itu dan sekarang dia telah menjadi murid dalam di sekte lembah awan, Liang heng juga tidak menyangka kalau tuan muda keluarga Su itu sangat berbakat tapi kenapa dia tidak pernah mendengar namanya sebelumnya dan kenapa keluarga Su sengaja menyembunyikan keturunan mereka yang sangat berbakat, hal itu membuat Liang heng menjadi semangkin penasaran dengan tuan muda keluarga Su
Su tian yang sudah bersiap untuk melakukan perjalanan kembali ke sekte hari ini dengan Liang Hu dan Liang ling setelah Su tian memasukkan Barang-barangnya kedalam cincin penyimpanan dan dia mulai keluar dari kamarnya, setelah Su tian sampai di lantai bawah
dia melihat kedua pamannya sedang menatap rombongan keluarga Liang yang ada di depan penginapan, kemudian Su tian mendekat dan berkata
"paman apa yang sedang kalian lakukan, ucap Su tian yang tiba-tiba sudah berada di belakang mereka
paman mo dan paman hong terkejut mendengar suara Su tian kemudian mereka berdua berbalik dan melihat Su tian yang berada tepat di belakang mereka lalu paman mo berkata
"tuan muda kami sedang melihat rombongan keluarga Liang yang dari tadi berada di depan penginapan, sepertinya mereka sedang menunggu seseorang, ucap paman mo yang mengelus dadanya karena terkejut
setelah paman mo berkata tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang memanggil nama Su tian dengan berkata
"kakak tian, ucap Liang ling dari luar penginapan sambil melambaikan tangannya kearah Su tian berada
paman mo dan paman hong terkejut ketika mendengar wanita dari keluarga Liang itu mengenali Su tian kemudian paman hong berkata
"tuan muda apa mereka sedang menunggu anda, ucap paman hong karena dia mengetahui kalau Su tian keluar penginapan hanya untuk berlatih di pinggiran hujan
Su tian yang mendengar pertanyaan mereka kemudian dia menjawabnya dengan berkata
"tuan muda dan nona muda dari keluarga Liang mereka juga murid sekte lembah awan, aku mengenal mereka saat pergi ke sekte lembah awan, ucap Su tian menjelaskan
kedua pamannya yang mendengar perkataan Su tian kemudian mereka menganggukkan kepalanya, kemudian Su tian melanjutkan perkataannya
"paman mo, paman hong aku akan kembali ke sekte lembah awan, ucap Su tian sambil berjalan kearah kuda yang telah disiapkan diluar penginapan dan di ikuti kedua pamannya itu yang ingin mengantarkan Su tian sampai keluar penginapan
setelah Su tian sampai di tempat kuda itu dia langsung menaikinya, kemudian paman mo berkata
"tuan muda berhati-hatilah di jalan, ucap paman mo dan dianggukkan oleh paman hong
mendengar perkataan pamannya itu Su tian langsung menganggukkan kepalanya lalu menjalankan kudanya kearah rombongan keluarga Liang, setelah Su tian berada di dekat keluarga Liang dia mengerutkan keningnya melihat rombongan itu, karena untuk mengantarkan tuan muda dan nona muda mereka ke gerbang desa keluarga Liang membawa banyak kultivator
Liang heng yang telah melihat Su tian dari jarak dekat dia menjadi lebih terkejut lagi karena dia merasakan kalau tingkat kultivasi Su tian sudah berada di tingkat 3 bintang 6, Liang heng sudah berumur 40 tahun tapi dia masih berada di tingkat 4 bintang 8 membayangkan itu membuatnya tidak berdaya dan dia melihat Su tian lebih muda dari yang dia bayangan bahkan lebih muda dari Liang hu, setelah beberapa saat dan Liang heng sudah tersadar dari keterkejutannya kemudian dia berkata
"aku tidak menyangka kalau tuan muda keluarga Su begitu berbakat dan masih sangat muda, ucap Liang heng sambil tersenyum ramah kepada Su tian
Su tian yang mendengar pujian dari Liang heng kemudian dia berkata
"senior terlalu memuji, aku hanya lebih beruntung saja, ucap siapa yang merendahkan dirinya
Liang heng yang mendengar perkataan Su tian kemudian dia berkata
"tuan muda Su aku ucapkan terima kasih karena telah banyak membantu anak-anak ku, ucap Liang heng sambil menangkupkan kedua tangannya
.
Su tian yang mendengar perkataan Liang heng kemudian dia berkata kembali
" senior tidak perlu berterima kasih karena aku dan saudara Hu dan juga saudari ling adalah teman, ucap Su tian juga sambil menangkupkan kedua tangannya
karena mereka semua telah berkumpul kemudian Liang heng berkata
"sebaiknya kita segera melanjutkan melanjutkan perjalanan, ucap Liang heng yang menatap kesemua rombongan
semua rombongan yang mendengarkan perkataan pemimpin keluarga Liang itu menganggukkan kepala mereka, dipimpin Liang heng rombongan itu mulai berangkat dan setelah sampai di gerbang Desa Liang heng berkata
"kalian harus menjaga tuan muda dan nona muda dari keluarga Liang dan dari keluarga Su dengan nyawa kalian, ucap Liang heng kepada anggota keluarga Liang yang akan mengantarkan mereka ke gerbang sekte
rombongan itu yang mendengar perkataan pemimpin keluarga Liang langsung berkata
"baik pemimpin, ucap rombongan itu dengan serentak
Su tian yang mendengar perkataan pemimpin keluarga Liang itu dia baru menyadari kalau rombongan itu akan mengawal mereka sampai ke sekte karena pemimpin keluarga Liang mewaspadai kalau keluarga Jia akan menyerang Liang Hu dan Liang ling di saat mereka kembali ke sekte
setelah pemimpin keluarga Liang mengatakan itu kelompok Su tian mulai melakukan perjalanan menuju sekte lembah awan, dan kelompok mereka memulai perjalanan dengan berjumlah 23 orang yang sedang memacu kuda mereka yang berjalan saling beriringan dengan cepat, tidak ada masalah yang terjadi selama perjalanan mereka karena rata-rata kultivator yang mengawal mereka berada di tingkat 3 itu adalah barisan yang kuat untuk suatu Desa
setelah 7 hari melakukan perjalanan akhirnya rombongan mereka sampai di gerbang sekte setelah rombongan keluarga Liang mengantarkan Su tian, Liang Hu dan Liang ling mereka langsung kembali ke Desa, Su tian, Liang Hu dan Liang ling yang berada di depan gerbang sekte mereka langsung berjalan ke arah murid luar yang berjaga di gerbang sekte ketika mereka akan mengeluarkan token indentitas salah satu murid luar itu berkata
"senior tian silakan masuk, ucap murid luar itu yang mengenali Su tian sebagai murid master sekte mereka
Su tian yang mendengar perkataan murid luar itu lalu dia berkata
"Terima kasih saudara, kalau begitu aku tidak akan sungkan, ucap Su tian sambil berjalan masuk dan diikuti oleh Liang Hu dan Liang ling
setelah mereka ber 3 masuk ke sekte kemudian mereka berpisah menuju kediaman masing-masing, di perjalanan ketika sedang menuju kediamannya Su tian melihat suasana di sekte yang terlihat masih sepi karena beberapa murid yang belum kembali ke sekte, setelah sampai di kediamannya Su tian langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat karena merasa lelah setelah melakukan perjalanan setelah 7 hari
keesokan harinya di pagi hari Su tian sudah berada di pinggiran hujan dia sedang melatih teknik pedang membelah gunung, setelah membaca berkali-kali kitab teknik itu Su tian merasa kalau teknik pedang yang di milik hampir sama semua yang membedakannya hanya Qi yang di gunakan lebih banyak dan kontrol yang baik, setelah memahami itu Su tian langsung menyimpan kembali kitab teknik pedang membelah gunung, kemudian Su tian mulai melatih tahap pertama
Su tian mengeluarkan pedang pemusnahan iblisnya dan mulai melapisi pedang tersebut dengan Qi setelah Qi itu berbentuk seperti pedang, kemudian Su tian mengalir Qi nya dalam jumlah besar dan berlahan-lahan energi Qi yang berbentuk pedang itu semangkin membesar lalu setelah mencapai tinggi 20 meter dan lebar 30 cm Su tian sudah tidak sanggup mempertahankan bentuk Qi itu kemudian kemudian dia mengayunkan pedang ke salah satu pohon yang jaraknya 15 m dari tempat Su tian berdiri dan pedang itu langsung memotong pohon itu, setelah melepaskan serang itu Su tian terengah-engah karena teknik itu sangat menguras Qi, tapi ketika dia melihat jarak serangan itu dia cukup puas dengan hasilnya tiba-tiba suara tawa terdengar
"hahaha..
Su tian yang menyadari kedatangan gurunya dia langsung berbalik dan melihat sosok gurunya dan langsung berkata
" Guru, sejak kapan anda berada disini, ucap Su tian sambil memberikan hormat
master sekte yang melihat tindakan Su tian menganggukkan kepalanya kemudian setelah mendengar perkataannya Gurunya berkata
"Guru sejak tadi sudah memperhatikanmu dan Guru melihat kau suka mempelajari teknik-teknik sebelum era kehancuran, ucap gurunya sambil mengeluarkan suatu kitab teknik dan memberikannya pada Su tian
Su tian yang mendengar perkataan gurunya hanya tersenyum canggung kemudian melihat gurunya memberikan kitab teknik lalu berkata
"Guru, ini, ucap Su tian terkejut sambil menerima kitab teknik itu
master sekte yang melihat keterkejutan Su tian dia tersenyum lalu berkata
" itu adalah teknik sepuluh pedang, teknik itu adalah teknik yang sempurna dari semua teknik pedang yang kau pelajari guru sudah melihatnya teknikmu, dan guru sengaja membagi teknik itu menjadi beberapa bagian di sekte agar para murid bisa mempelajari teknik ini secara berlahan, ucap master sekte menjelaskan
Su tian yang mendengar perkataan gurunya dia masih bingung dengan apa yang di maksud gurunya kemudian dia bertanya dengan berkata
"Guru, mengapa Anda harus membagi kitab teknik yang sudah sempurna, ucap Su tian yang bingung
master sekte yang mendengar pertanyaan Su tian dia menatap langit sambil mengelus jenggotnya lalu berkata
"di era ini hampir jarang sekali kultivator yang menggunakan senjata, mereka lebih mengandalkan aura jiwa beladiri mereka dan juga tidak sulit bagi mereka untuk mendapatkan kemampuan Demon Beast di bandingkan jika mereka melatih kitab teknik, karena untuk melatihnya 1 teknik mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk agar teknik mereka bisa menjadi sempurna, itu sebabnya guru membagi teknik itu agar murid-murid di sekte bisa menguasainya dengan cepat dan tidak merasa bosan, ucap master sekte sambil menggelengkan kepalanya
- maaf bila ada kata dan tulisan yang salah -
- Terima kasih -
- Semoga bisa menghibur -