The Martial Spirit Of The King

The Martial Spirit Of The King
Su tian vs Ju tong



episode 57 serangan tiba-tiba


setelah Su tian tersadar dari lamunannya lalu mengingat apa yang di katakan gurunya kemudian dia bertanya kepada gurunya dengan berkata


"Guru, bagaimana caraku terbang menggunakan pedang ini, ucap Su tian dengan rasa penasaran


gurunya yang mendengar pertanyaan Su tian kemudian mengeluarkan pedang tingkat spiritualnya kemudian dia berkata


"perhatikan baik-baik, pertama buat benang Qi kemudian satukan dengan pedangmu alirkan Qi melalui benang Qimu secara berlahan dan masukan kesadaranmu kedalam pedang, setelah itu kau bisa terbang menggunakan pedangmu tapi jika kau ingin menyerang seseorang jangan masukan kesadaranmu kedalam pedang, jika serangan itu gagal atau pedangmu menerima serangan maka jiwamu akan terluka, ucap gurunya Su tian yang sudah naik keatas pedangnya


kemudian gurunya melanjutkan perkataannya kembali dengan berkata


"Guru akan pergi dulu kau berlatihlah di sini, guru akan mencarikan teknik yang sesuai untukmu, ucap guru Su tian yang langsung terbang menggunakan pedangnya


Su tian yang melihat itu sangat kagum kemudian dia mengeluarkan pedang pemusnah iblisnya dan mulai mempraktekan apakah yang gurunya katakan, Su tian mulai membuat benang Qi setelah itu dia menggabungkan pedang pemusnah iblisnya lalu dia mengalirkan Qinya secara berlahan dan memasukan kesadarannya, setelah Su tian melakukan apa yang di katakan gurunya kemudian dia bingung karena melihat pedang pemusnah iblisnya sama sekali tidak melayang di udara jangankan melayang bergerak pun tidak,


setelah Su tian mencoba beberapa kali namun hasil yang didapatnya tetap sama, kemudian dia memikirkan kembali perkataan gurunya, merasa tidak ada yang salah lalu Su tian mencoba membuat benang dari element apinya lalu menyatukannya dengan pedang pemusnah iblisnya dan mulai memasukkan kesadarannya seketika pedang itu naik ke udara kemudian Su tian menggerakkan pedang itu kesana kemari dan melihat itu betapa bersemangatnya dia


setelah puas memainkan pedangnya kemudian dia mulai menaikinya pedang nya dan langsung terbang di pinggiran hujan dan tidak terasa hari pun mulai gelap kemudian dia turun dari pedang dan berjalan kedalam sekte untuk kembali ke kediaman


setelah kembali ke kediamannya dia baru mengingat kalau besok adalah hari pertarungannya dengan ju tong kemudian Su tian berpikir untuk meningkatkan kultivasinya, Su tian mulai dengan mengambil sikap lotus dan mulai mengeluarkan herbal dan batu spiritual Qi dari cincin penyimpanan, Su tian melihat ada 5 batu spiritual Qi, lumut perak berusia 1000 tahun, jamur bumi usia 3000 tahun dan ada 8 herbal lainya dari orang-orang yang ingin membunuh Zhang Nan,


setelah melihat sumber dayanya Su tian mulai mengonsumsi herbal satu persatu dan setelah beberapa saat energi Qinya meningkatkan tapi belum ada tanda-tanda terobosan kemudian Su tian mengambil 1batu spiritual Qi dan mulai menyerapnya dan tiba-tiba energi Qi didalam dantiannya bergejolak setelah beberapa saat, Boom, ledakan energi terjadi dari tubuh Su tian tanda kalau dia telah menerobos bintang 3 setelah dirasanya cukup dia menghentikan kultivasinya dan mulai menyimpan kembali batu spiritual Qinya lalu membersihkan diri, setelah menganti bajunya dia langsung berbaring di tempat tidur untuk beristirahat,


keesokan harinya Su tian bangun dan merasakan kalau tidurnya sangat nyenyak tadi malam, setelah dia membersihkan diri lalu sarapan dengan roti keringnya dan setelah menyelesaikan makannya Su tian mulai keluar dari kediaman dan melihat ternyata hari sudah siang kemudian di mulai berjalan menuju arena, di sepanjang jalan Su tian melihat keadaan sekte yang terlihat sepi dia merasa bingung dan bergumam dalam hati dengan berkata


"apakah ada sesuatu yang terjadi, batin Su tian sambil melihat kanan dan kiri tapi tidak menemukan seorang pun,


setelah Su tian sampai di halaman tempat Arena berada dia melihat semua murid sekte berada di sana sambil menatapnya dengan geram, Su tian tidak memperdulikannya setelah dia melihat ju tong sudah ada di atas arena Su tian mulai berjalan menuju kesana


di pagi hari disaat Su tian masih tertidur


semua murid-murid sudah tidak sabar dan berkumpul di sekitar arena untuk menonton pertarungan ju tong atau bertaruh, dari murid luar, murid biasa, murid dalam, murid inti sampai para tetua yang akan mengawasi jalannya pertarungan yang sambil bersembunyi sudah hadir semua, ketika ju tong datang semua murid yang berada disana menjadi bersemangat dan bersorak-sorak tapi ketika ju tong sudah naik keatas arena dan murid yang akan bertarung dengannya belum juga datang, lalu setelah menunggu beberapa saat dan Su tian pun belum juga datang murid-murid yang sudah mempertaruhkan poin kontribusi untuk Su tian merasa sangat kecewa karena apabila dia tidak datang maka mereka akan dinyatakan kalah dalam taruhan yang akan di menangkan kelompok Ju tong yang menerima semua taruhan murid-murid di sekte


karena sudah menunggu terlalu lama dan terjadi keributan sesama murid yang berada di bangku penonton, tetua yang berada di atas arena mencoba menenangkan semua murid yang ada disana dengan berkata


"kita akan menunggunya lagi sampai siang hari, jika dia tidak datang juga dia akan dinyatakan kalah, ucap tetua dengan suara lantangnya


para murid yang bertaruh untuk Su tian akhirnya merasa lega dengan pernyataan tetua itu tetapi setelah siang hari tiba murid-murid itu menjadi gelisah lagi, tidak yang tau Ju tong bertarung dengan siapa karena Liang Hu sedang melakukan kultivasi untuk meningkatkan kekuatannya agar tidak ditindas lagi, hal itu yang membuatnya tidak dapat hadir untuk menonton, Ju tong yang beradab di atas arena tersenyum bahagia sambil menatap semua murid yang sedang menonton karena merasa kalau dia sudah memenangkan banyak poin kontribusi


tetua yang menjadi pengawas dalam pertarungan ini merasa kalau waktunya telah berakhir dia mulai berjalan ketengah arena ketika tetua itu akan berkata tiba-tiba seorang pemuda berjalan kearah arena tetua yang mengenali Su tian akhirnya bernafas lega dia tidak bisa menyalahkan Su tian karena keterlambatannya, karena pada hari itu ju tong pun tidak memberitahu waktunya dengan tepat


ketika Su tian berjalan kearena murid-murid banyak yang mencibirnya dan ada yang berkata kasar padanya, wu Mei, xiao ning, Zhang Nan, ho cui, Li chong, Mu Qing dan teman-temannya yang mengenali Su tian terkejut, mereka di tidak menyangka kalau yang mereka tunggu adalah Su tian lalu mereka memeriksa tingkat kultivasinya dan mereka terkejut setelah mengetahui kalau Su tian sudah berada di tingkat 3 bintang 3, terutama Li chong yang menyatakan dirinya seorang jenius, bahkan master sekte sendiri baru tahu kalau yang membuat keributan baru-baru ini adalah muridnya sendiri


ketika mereka melihat Su tian yang akan bertarung Wu Mei, xiao ning, Mu Qing dan teman-temannya mereka semua berlari kemeja taruhan dan menaruhkan semua poin kontribusi yang mereka milik untuk Su tian, kalau saja mereka tau kalau Su tianlah yang bertarung dari kemarin Wu Mei dan xiao ning akan mengadaikan xiao jie agar bisa bertaruh poin kontribusi dalam jumlah besar


Su tian yang sudah berada di atas arena tidak memperdulikan murid-murid yang mencibirnya dia berjalan terus sampai mendekati tetua dan memberikan tokennya lalu Ju tong juga melakukan hal yang sama memberikan tokennya, tetua yang menerima kedua token tersebut dan mulai memeriksanya setelah jumlah poin kontribusi pada kedua token itu dirasanya sudah sama banyaknya kemudian tetua itu melihat kearah mereka berdua untuk memastikan persiapan mereka, Ju tong mengeluarkan jiwa beladirinya yang berwujud buaya dan Su tian mengeluarkan pedang tingkat emas seketika semua orang yang ada disana menjadi terkejut ketika mereka melihat pedang Su tian, ju tong yang melihat itu mulai protes kepada tetua dengan berkata


tetua yang mendengar perkataan Ju tong mengangguk dan memikirkan kalau dia sampai melakukan kesalahan dia akan dimintai keterangan lagi oleh master sekte, setelah memikirkannya baik-baik akhirnya tetua itu berkata


"pertarungan ini dilarang menggunakan pedang tingkat emas, ucap tetua sambil menatap semua murid yang menonton agar mereka tidak ada yang protes lagi


murid-murid yang menonton ada yang kecewa dan ada juga yang senang ketika mendengar keputusan tetua itu


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu bergumam dalam hatinya dengan berkata


"dilarang menggunakan pedang tingkat emas, apakah diperbolehkan jika aku menggunakan pedang tingkat spiritual, batin Su tian sambil menyimpan pedang tingkat emas dan mengeluarkan pedang pemusnah iblisnya


ketika Su tian mengeluarkan pedang pemusnah iblisnya semua murid yang berada di sana tertawa termaksud beberapa murid inti yang pernah memilikinya, mereka menyayangkan kalau Su tian mengambil pedang yang mereka kembalikan ke aula senjata karena tidak bisa di gunakan untuk memotong


master sekte yang berada di kejauhan yang sedang bersembunyi untuk mengawasi pertarungan kemudian dia mendengar apa yang di katakan tetua itu, master sekte mengerutkan keningnya ketika mendengar tetua yang mengawasi jalannya pertarungan melarang Su tian menggunakan pedang tingkat emasnya yang berarti tetua itu memperbolehkannya menggunakan pedang tingkat spiritualnya batin tetua sekte


Ju tong yang melihat pedang itu dia tertawa dan merasa puas karena sudah mempermalukan Su tian tapi ketika dia merasakan kalau Su tian sudah berada di tingkat 3 bintang 3 dia terkejut dan mulai mewaspadainya dengan serius


tetua yang melihat Su tian menganti pedangnya kemudian menyuruh mereka berdua untuk bersiap, Ju tong mengeluarkan lagi jiwa beladirinya yang berwujud buaya seketika tubuh Ju tong di penuhi dengan sisik, dari belakang tubuh Ju tong keluar ekor dan tangannya mulai mengeluarkan cakar langsung maju menyerang Su tian


Su tian yang melihat Ju tong mulai menyerang dia hanya Mengalirkan Qinya saja pada pedang pemusnah iblisnya untuk melawan Ju tong, ketika Ju tong mulai mendekat dan menyerang dengan mengayunkan kedua cakarnya kearah Su tian,


Su tian yang melihat Jun dan menyerang menggunakan tangan kanan dia menghindar ke kiri Ju tong menyerang Su tian dengan tangan kiri Su tian menghindari dengan mundur satu langkah, Ju tong menyerang terus menerus tapi semua serang itu dapat dihindari Su tian dengan rasa kesal Ju tong berkata


"apa kau hanya bisa menghindar saja, dasar pengecut, ucap Ju tong yang ingin memprovokasi Su tian


Su tian yang mendengar perkataan Ju tong hanya menghela nafas tapi setelah Su tian mengingat Ju tong pernah membuat Liang Hu terluka parah yang kultivasinya di bawah Ju tong 10 bintang itu me buat Su tian menjadi marah ketika Ju tong menyerang Su tian dengan mengayunkan cakarnya kearah Su tian, Su tian dengan teknik langkah bayangannya menghindari serangan itu dan muncul di belakang Ju tong sambil mengayunkan pedangnya, badan pedang Su tian mendarat di punggung Ju tong yang membuatnya jatuh tersungkur di lantai arena,


para murid yang menonton pertarungan itu terkejut melihat Su tian yang tidak mengeluarkan jiwa beladirinya melawan Ju tong, dan bisa menghindari serangan Ju tong bahkan bisa mendaratkan satu serangan yang membuat Ju tong jatuh tersungkur, master sekte yang melihat dari kejauhan bisa bernafas lega karena Su tian yang masih bisa menahan dirinya, berbeda dengan Ju kang yang melihat adiknya tidak bisa mendaratkan satu pukulan pun pada Su tian itu membuatnya kesal hingga mengepalkan tangannya menatap Su tian


Ju tong yang terjatuh mulai bangkit dan menatap Su tian dengan penuh kebencian kemudian dia melesat menuju Su tian dengan mengayunkan cakarnya, Su tian yang melihat Ju tong menyerangnya dia menghindarinya kesamping, ju tong yang melihat serangannya mampu dihindari oleh Su tian dan melihat lagi kalau Su tian menghindari serangan itu dengan menyamping Ju tong langsung mengayunkan ekornya kearah tubuh Su tian,


Su tian yang melihat serangan itu secara tiba-tiba dia tidak dapat menghindarinya kemudian Su tian memblokir serangan itu dengan pedangnya, Ju tong terkejut ketika melihat Su tian menahan serangannya dengan pedangnya dan serangan Ju tong tidak mampu menggeser Su tian sedikit pun, Su tian yang menahan serangan Ju tong dengan pedangnya dan dia melihat ketika Ju tong sedang lengah Su tian mengayunkan kakinya kearah perut Ju tong yang membuatnya mundur beberapa langkah, melihat itu Su tian langsung menggunakan teknik langkah bayangannya dan tiba di belakang Ju tong, Su tian langsung mengayunkan pedangnya dan badan pedang mendarat di punggung Ju tong yang membuatnya terdorong maju, Su tian yang melihat Ju tong aku jatuh ke lantai arena dia menggunakan teknik langkah bayangannya lagi dan muncul dihadapan Ju tong Su tian langsung mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga, Bom, badan pedang Su tian mendarat di dada Ju tong yang membuatnya terlempar ke pinggir arena,


Ju tong yang terbaring dipinggir arena dia memuntahkan banyak darah dari mulutnya dan merasakan kalau dadanya seperti remuk di hantam pedang Su tian dan tidak mampu lagi untuk berdiri


tetua yang mengawasi jalannya pertarungan terkejut ketika melihat Su tian yang menggunakan badan pedangnya untuk menyerang Ju tong serangan itu mampu menebus sisik buaya Ju tong hingga membuatnya terluka, tetua itu berpikir bagaimana jika Su tian menggunakan bilah pedangnya mungkinkah tubuh Ju tong akan terpotong batin tetua itu


Su tian yang sedang berdiri diatas arena tiba-tiba merasakan angin dingin datang dari atas dan langsung melesat kearahnya, dan Su tian menatap ke atas dan melihat ekor buaya yang besar mendekatinya dengan kecepatan tinggi, Su tian yang melihat itu tidak dapat menghindarinya kemudian dia memblokirnya dengan pedang, Beng, suara tabrakan dari ekor buaya dan pedang Su tian yang membuat Su tian terlempar


Ju kang yang sedang duduk di atas bangku penonton dan merasa kesal karena melihat Su tian yang mempermainkan Ju tong di atas arena hingga membuatnya tidak bisa lagi menahan emosinya ketika melihat Ju tong yang terluka parah dan langsung melepaskan serangan tiba-tiba kearah Su tian


- Maaf bila ada kata atau tulisan yang salah -


- Terima kasih -


- Semoga bisa menghibur -