The Martial Spirit Of The King

The Martial Spirit Of The King
kitab teknik pedang element



episode 55 tantangan bertarung


setelah Su tian melihat kitab teknik berwarna hitam yang tampak kusam itu dan ditempatkan di rak paling bawah, dia kemudian mendekat dan meraih kitab itu dan mengusap-usap sampul depan kitab itu hingga dia dapat melihat tulisan yang ada di kitab itu dan langsung membacanya, dengan berkata


"teknik pedang element api, ucap Su tian dengan terkejut


Liang Hu yang mendengar perkataan Su tian pun terkejut ketika mendengar kata-kata yang di ucapkan Su tian, tapi karena teknik itu berelementkan api Liang Hu jadi tidak tertarik,


sesudah Su tian sadar dari keterkejutannya kemudian dia menatap Liang Hu dan berkata


"saudara Hu, apa kau masih ingin mencari kitab teknik lagi, ucap Su tian yang sudah selesai mencari kitabnya


Liang Hu yang mendengar pertanyaan Su tian kemudian dia menjawab dengan berkata


"saudara tian, aku juga sudah selesai, ucap Liang Hu yang menunjukkan 1kitab teknik


setelah mendengar perkataan Liang Hu kemudian Su tian berkata


"baiklah kalau begitu kita akan keluar dari aula perpustakaan seni beladiri ini, ucap Su tian sambil berjalan keluar


Liang Hu yang mendengar perkataan Su tian kemudian dia mengikutinya dari belakang,


setelah Su tian keluar dari pintu masuk perpustakaan seni beladiri dia langsung melapor pada tetua yang berjaga dan langsung memberi hormat bersama Liang Hu pada tetua itu, tetua itu yang melihat mereka mengangguk pelan, kemudian Su tian dan Liang Hu menyerahkan kitab teknik yang mereka pilih, tetua itu mengambil kedua kitab dan melihat kitab yang berwarna hitam dan kusam kemudian menatap Su tian sambil berkata


"nak apa kau benar-benar ingin melatih teknik ini, ucap tetua itu yang mencoba memastikan


Su tian yang mendengar pertanyaan tetua itu kemudian menjawabnya dengan berkata


" benar tetua, ucap Su tian sambil menatap tetua itu dengan aneh


tetua itu yang mendengar jawaban dari Su tian kemudian dia berkata lagi


"nak kitab teknik ini adalah kitab sebelum era kehancuran, kultivator di era itu rata-rata menggunakan teknik seperti ini, tapi setelah era kehancuran berakhir dan para kultivator telah membangkitkan jiwa beladiri mereka, tidak ada lagi yang ingin mempelajarinya teknik ini, ucap tetua itu yang menjelaskan


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu menjadi bingung kemudian dia berkata


"apa penyebabnya tetua, ucap Su tian dengan wajah serius


mendengar perkataan Su tian kemudian tetua itu berdiri dari tempat duduk dan mengubah tangannya menjadi cakar kemudian mengayunkan cakar itu ke salah satu pohon yang agak jauh dari mereka, setelah tetua itu mengayunkan cakarnya kemudian keluar bilah angin dari ayunan serangan tersebut yang berbentuk Sabit dan melesat kearah dahan pohon, setelah bilah angin mengenai dahan pohon lalu dahan pohon langsung terpotong, setelah melakukan serangan itu tetua itu berkata


"karena kita tidak perlu lagi menggunakan pedang untuk membuat serangan yang sama, dan membuat pedang dari element itu akan menguras banyak Qi, ucap tetua itu sambil berjalan kembali ke kursinya,


Su tian yang mendengar perkataan tetua itu membuatnya menjadi bimbang tapi karena teknik itu ada di lantai 2 pasti poin untuk membayarnya tidak seberapa, itu membuat Su tian jadi tidak khawatir untuk mengambilnya, kemudian Su tian berkata


"aku hanya ingin membacanya saja, ucap Su tian yang tidak ingin tetua itu memandangnya dengan aneh


mendengar perkataan Su tian tetua itu menghela nafas kemudian tetua itu memandang satu kitab teknik lainnya dan tetua itu mulai menyalin kitab teknik Liang Hu, setelah beberapa saat tetua itu memberikan kedua kitab itu kepada mereka berdua, Su tian yang telah menerima kitab tekniknya kemudian mengeluarkan tokennya dan memberikannya pada tetua, Liang Hu juga mengeluarkan tokennya tapi di hentikan oleh Su tian, tetua itu yang memeriksanya token Su tian ketika tetua itu mengetahui isinya dia terkejut dan membulatkan matanya, dia melihat 100 ribu poin kontribusi kemudian menggelengkan kepalanya sambil menatap Su tian, setelah tetua itu mengurangi 500 poin kontribusi tetua itu mengembalikan tokennya


Su tian yang melihat tetua itu sudah selesai dan mengembalikan tokennya dia kemudian memberi hormat dan langsung undur diri,


Su tian dan Liang Hu berjalan meninggal aula perpustakaan seni beladiri setelah beberapa saat Su tian menatap Liang Hu sambil berkata


"saudara Hu, aku sekarang tinggal di pelataran dalam kita akan berpisah disini, ucap Su tian sambil mengeluarkan bola kristal berwarna hijau dan memberikannya pada Liang Hu.


mendengar perkataan Su tian Liang Hu mengangguk kepalanya tapi ketika Liang Hu melihat bola kristal yang diberikan Su tian dia terkejut sambil berkata


"jiwa Demon Beast tingkat 3, ucap Liang Hu yang menatap bola kristal yang ada ditangan Su tian


Su tian kemudian melanjutkan perkataannya dengan berkata


" berikan ini pada saudari ling, mungkin dia akan menyukainya, ucap Su tian sambil menyodorkan bola kristal itu


Liang Hu yang mendengar perkataan Su tian lalu dia berkata


"Terima kasih saudara tian kau sudah banyak membantu kami, ucap Liang Hu sambil menerima bola kristal itu lalu menyimpannya


setelah Su tian melihat Liang Hu menerima bola kristal itu dan menyimpannya kemudian Su tian berkata


"saudara Hu kalau begitu kita akan berpisah disini, ucap Su tian sambil tersenyum menatap Liang Hu


Liang Hu yang mendengar perkataan Su tian dia mengangguk kepalanya lalu mereka berpisah, Su tian yang sedang berjalan dia mengeluarkan tokennya dan memasukan kesadarannya untuk mengetahui tempat tinggalnya yang baru, setelah mengetahui tempat kediamannya Su tian menyimpan kembali tokennya dan dia mulai berjalan menuju pelataran dalam yang berada di tengah bukit , setelah beberapa saat tiba-tiba Su tian merasakan lonjakan energi yang dia kenal dari belakangnya dan melihat Liang Hu sedang di hadang oleh 3 murid, Su tian yang melihat itu langsung berbalik dan mendekat,


setelah Liang Hu dan Su tian berpisah, Liang Hu yang sedang berjalan kembali menuju kediamannya tiba-tiba di hadangan 3 pemuda yang dia kenal, kemudian Liang Hu bertanya dengan salah satu pemuda itu dengan berkata


"ju tong, apa yang kau inginkan, ucap Liang Hu dengan marah melihat pemuda itu


ju tong yang mendengar perkataan Liang Hu kemudian dia berkata


"hei pengecut apa kau tidak ingin membalas kejadian waktu itu, ucap ju tong sambil tertawa dan di ikuti kedua temannya


Liang Hu yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa kemudian dia melanjutkan perjalanannya kembali tanpa memperdulikan mereka,


ju tong yang melihat Liang Hu pergi begitu saja kemudian dia berkata


"sebaiknya aku mengunjungi saudari mu, dan bermain bersamanya, ucap ju tong sambil tertawa bersama kedua temannya


mendengar perkataan ju tong langsung membuat amarah Liang Hu memuncak dia langsung mengeluarkan jiwa beladirinya,


ju tong yang berhasil membuat Liang Hu masuk dalam jebakannya kemudian berkata


"di sekte di larangan untuk bertarung jika kau menginginkan pertarungan mengapa kita tidak datang ke arena, ucap ju tong dengan serius menatap Liang Hu.


Su tian yang sudah mendekat mulai memeriksa kultivasi orang menghadang Liang Hu setelah dia merasakannya dia bergumam dalam hati dengan berkata


tingkat 3 bintang 3 ju tong


tingkat 2 bintang 9 teman ju tong


tingkat 2 bintang 5 teman ju tong, batin Su tian


"jika kau ingin bertarung kenapa kau tidak mengajak orang yang tingkatannya setara denganmu, ucap Su tian dari belakang Liang Hu


ju tong yang mendengar perkataan itu dari orang yang baru datang dan berdiri di belakang Liang Hu, dia mengerutkan keningnya lalu berkata


"kenapa kau mencampuri urusan orang, apakah tidak ada lagi yang bisa kau lakukan di sekte, ucap ju tong yang menatap Su tian dengan tatapan serius


Su tian yang mendengar perkataan ju tong dia langsung berkata


"kenapa kau menggertak orang yang tingkat kultivasinya berada di bawahmu, apakah tidak ada lagi yang bisa kau lakukan di sekte ini, ucap Su tian yang memancing kemarahan ju tong


Ju tong yang mendengar perkataan Su tian yang mengembalikan kata-katanya membuatnya menjadi kesal, kemudian dia memeriksa kultivasi Su tian, setelah mengetahui kultivasi Su tian berada di tingkat 3 bintang 2 Kemudian dia berkata


"apa kau ingin bertarung denganku, ucap ju tong dengan marah


Su tian yang mendengar perkataan Ju tong kemudian dia berkata lagi


"di sekte, selain di arana murid dilarang untuk bertarung, ucap Su tian sambil tertawa mengejek


Ju tong yang sudah sangat marah mendengar perkataan Su tian kemudian dia berkata


"kalau begitu kita pergi ke arena, ucap ju tong dengan senyum liciknya, lalu berjalan menuju dimana arena berada.


Liang Hu melihat dan mendengar apa yang terjadi kemudian berkata


"saudara tian, maaf telah membuatmu terlibat dengan masalahku, ucap Liang Hu dengan rasa penyesalan yang tampak dari wajahnya


Su tian yang mendengar perkataan Liang Hu dia hanya menggelengkan kepalanya sambil menepuk bahu Liang, lalu berjalan mengikuti ju tong,


setelah beberapa saat mereka sampai di Arena, terlihat Ju tong sedang menghampiri seorang tetua sambil memberi hormat dia berkata


"tetua murid ini ingin melakukan latihan bertarung bersama seorang murid, mohon tetua untuk mengizinkannya, ucap Ju tong kepada tetua itu


tetua yang mendengar perkataan Ju tong dia mengangguk setuju kemudian tetua itu berjalan menuju arena, di arena terlihat ada tiga orang Ju tong, Su tian dan tetua yang mengawasi jalannya pertarungan, Liang Hu dan dua teman Ju tong berada dibawah arena, ada juga beberapa murid yang melihat mereka berjalan ke arena dan menduga akan ada pertarungan jadi murid yang ada di sekitar sana langsung berkumpul untuk menonton pertarungan tersebut.


di arena, tetua itu sedang melihat persiapan Su tian dan Ju tong, setelah dirasanya kedua murid itu telah bersiap kemudian tetua itu akan segera memulai pertarungan, sebelum tetua itu berkata mulai, tiba-tiba ada suara yang menghentikannya dengan berkata


"tunggu tetua, ucap Ju tong yang menghentikan perkataan tetua itu


tetua itu langsung melihat ke asal suara dan melihat Ju tong lalu, lalu dia berkata


" apa yang kau lakukan, apa kau ingin menyerah sekarang, ucap tetua itu dengan kesal melihat Ju tong


Ju tong yang mendengar perkataan tetua itu dia mengerutkan keningnya lalu berkata


"tetua aku hanya ingin membuat pertarungan ini menjadi lebih menarik, ucap Ju tong sambil tersenyum licik


tetua itu yang mendengar perkataan Ju tong dia berpikir sejenak lalu berkata


" katakan, apa yang kau maksud, ucap tetua itu yang bingung dengan keinginan Ju tong


Ju tong yang mendengar perkataan tetua itu menjadi bersemangat kemudian dia menjelaskan dengan berkata


"tetua bagaimana jika pertarungan ini mempertaruhkan poin kontribusi, ucap ju tong yang ingin menguras poin kontribusi Su tian


mendengarkan perkataan Ju tong, tetua itu berpikir sejenak lalu menoleh kearah Su tian meminta persetujuannya, Su tian yang di tatap oleh tetua dia menganggukkan kepalanya kemudian dia mengeluarkan tokennya dan memberikan pada tetua,


tetua itu mengambil token Su tian dan mulai memeriksa isinya, setelah mengetahui jumlah poin kontribusi Su tian tetua itu membulatkan matanya karena terkejut, setelah tetua itu pulih dari keterkejutannya kemudian dia berkata dengan lantang


"pertarungan ini mempertaruhkan poin kontribusi, siapa yang menang dia akan mendapatkannya, dan jumlah taruhannya


99500 poin kontribusi, ucap tetua itu agar semua yang ada disana dapat menjadi saksi


seketika Ju tong ingin menyemburkan darah dari mulutnya ketika mendengar tetua itu menyebutkan jumlah poin kontribusi Su tian,


murid-murid yang berada disana mereka juga terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan tetua hingga membuat mata mereka melotot dan hanya bisa menelan ludah,


setelah Ju tong sadar dari keterkejutannya dia mengingat kalau poin kontribusinya cuma ada 2000 poin jika ditambah dengan kedua temannya mungkin hanya bertambah menjadi 3000 poin kontribusi, jika dia mempertaruhkan cuma 3000 poin kontribusi dia pasti mendapatkan ejekan dari murid-murid yang berada disana, setelah Ju tong berpikir beberapa saat kemudian dia berkata


"tetua, murid ini ingin pertarungan ini di tunda selama tiga hari, karena murid ini belum melakukan persiapan, ucap Ju tong sambil memberi hormat


tetua itu yang mendengar perkataan Ju tong menjadi emosi, lalu berkata


"ini terakhir kalinya kau membuat masalah, jika kau mengulanginya lagi aku akan menghukummu, ucap tetua itu dengan marah karena merasa di permainan oleh Ju tong dan mengembalikan token Su tian lalu dia kembali ketempat duduknya.


Su tian yang menerima tokennya kembali kemudian dia turun dari arena dan menghampiri Liang Hu lalu mereka pergi bersama


terjadi percakapan di sekitar arena setelah Su tian dan Liang Hu pergi, murid-murid yang berada disana juga merasa kesal melihat tingkah Ju tong kemudian salah satu murid berkata


"aku rasa Ju tong takut bertarung dengannya, ucap murid itu yang melihat sepertinya Ju tong menyerah


murid lain yang mendengar perkataan murid itu dia langsung menjawab dengan berkata


"tidak mungkin dia takut, tingkat kultivasi Ju tong lebih tinggi dari pemuda itu, mungkin aku rasa dia tidak memiliki poin kontribusi sebanyak itu, ucap murid lain


murid lain yang mendengar perkataan murid lain itu juga berkata


"kau benar, mungkin saja dia tidak memiliki poin kontribusi sebanyak itu, dan kemungkinan dia ingin meminjam kepada saudaranya yang murid inti itu, ucap murid lainnya


murid yang lain mendengar perkataan murid lainnya dia terkejut kemudian berkata


" maksudmu Ju kang, ucap murid itu sambil menelan ludahnya.


- Maaf bila ada kata atau tulisan yang salah -


-Terima kasih -


- Semoga bisa menghibur -