
episode 61 serang keluarga Jia
Setelah satu hari berlalu energi Qi yang berada di sekitarnya mulai terserap kedalam tubuhnya dan tiba-tiba, Boom, terdengar suara ledakan dari dalam tubuh Su tian yang di sebabkan oleh lonjakan energi Qi di dantiannya yang menandakan dia telah menerobos 1 bintang, Su tian langsung menstabilkan energi Qi nya dan setelah beberapa saat dia mulai membuka matanya dan melihat masih ada 4 botol yang tersisa, karena Su tian ingin meningkatkan kekuatannya dengan cepat kemudian dia membuka ke 5 tutup botol itu dan mulai meminumnya sekaligus setelah cairan masuk di dalam tubuh Su tian cairan spiritual itu berubah menjadi energi Qi yang sangat liar hingga membuatnya merasakan sakit pada tubuhnya karena dia terlalu memaksakan dirinya untuk menerobos secara berturut-turut yang membuat energi tersebut mulai melukainya,
Su tian tidak menyadari kalau di tingkat kultivasinya saat ini akan sangat berbahaya pada tubuhnya jika kekuatannya meningkatkan terlalu cepat dia seharusnya berlahan-lahan untuk meningkatkan kekuatannya agar tidak terjadi serangan balik pada akar spiritualnya yang bisa membuat kultivasinya tidak dapat meningkat lagi atau mungkin bisa membuatnya menjadi orang yang lumpuh
Api Phoenix yang merasakan energi Qi yang tidak beraturan di dalam tubuh Su tian dia langsung membungkus energi Qi itu dengan api dan mulai memurnikannya, Su tian yang merasakan rasa sakit itu telah menghilang dia mulai memfokuskan diri pada penyerapan energi Qi yang sudah dimurnikan oleh apinya secara berlahan, setelah satu hari energi Qi yang berada di sekitarnya terserap kedalam tubuhnya dan tiba-tiba, Boom, terdengar suara ledakan dari dalam tubuhnya yang disebabkan oleh lonjakan energi Qi didalam dantiannya yang menandakan kalau dia sudah menerobos 1 bintang lagi dan kini kultivasi Su tian berada di tingkat 3 bintang 6 Su tian langsung menstabilkan energi Qi di dalam dantiannya
setelah beberapa saat Su tian mulai membuka matanya dan menghela nafas lega karena api Gagak emasnya membantunya di saat-saat kritis di saat dia sedang berkultivasi dia merasa beruntung memiliki api spiritual tersebut, lalu Su tian mengakhiri kultivasinya dan karena hari pun sudah mulai gelap Su tian memilih untuk beristirahat di pinggiran hutan dia mulai mengeluarkan daging dari penyimpanannya lalu membersihkannya dan mulai membakarnya setelah daging sudah masak Su tian langsung memakannya dan ketika sudah selesai makan dia mulai naik keatas pohon untuk tidur, akan sangat berbahaya bila dia tidur di bawah dan di serangan Demon Beast secara tiba-tiba
keesokan harinya Su tian yang mulai terbangun dari tidurnya dia melihat kalau hari sudah mulai Siang dan merasa kalau tidurnya tadi malam sangat nyenyak, kemudian Su tian turun dari atas pohon dan mulai mencari air untuk membersihkan dirinya setelah Su tian membersihkan dirinya dan sudah menganti pakaiannya dia mulai bergerak cepat untuk segera kembali ke Desa
Su tian yang bergerak dengan cepat tidak membutuhkan waktu yang lama untuknya sampai di gerbang Desa setelah dia menunjukkan token identitasnya kepada para penjaga, para penjaga membiarkannya dia lewat Su tian yang sudah masuk kedalam Desa dia menjadi heran karena Desa itu terlihat begitu sepi,
Su tian yang merasakan keanehan pada Desa itu dia segera mempercepat langkahnya menuju ke penginapan karena merasa takut akan hal-hal yang buruk yang bisa terjadi kepada kedua pamannya dan keluarga mereka, setelah beberapa saat Su tian sampai di depan penginapan dia melihat tidak ada kerusakan yang terjadi pada penginapan itu tapi penginapan itu terlihat sangat sepi dan dia segera masuk untuk memeriksa
setelah masuk kedalam penginapan Su tian melihat kedua pamannya itu sedang membersihkan meja makan yang di sediakan untuk para pengunjung, ketika Su tian melihat ke 2 pamannya itu yang keadaan mereka dalam kondisi baik-baik saja dia menghela nafas lega tapi ketika dia melihat rumah makan di tempat penginapan itu yang tiba-tiba menjadi sepi dan tidak melihat seorang pun pengunjung yang datang yang tidak seperti biasanya Su tian merasakan kalau sesuatu baru saja terjadi kemudian dia menatap ke 2 pamannya itu dan buru-buru bertanya dengan berkata
"paman apa yang telah terjadi kenapa penginapan begitu sepi apakah ada seseorang yang telah membuat keributan di sini, ucap Su tian sambil mengepalkan ke 2 tinjunya dengan erat dan tanpa dia sadari auranya bocor dari dalam tubuhnya
kedua pamannya itu yang sedang membersihkan rumah makan dan mendengar suara Su tian itu segera mereka menghentikan aktifitasnya segera mereka berdua berjalan ingin menghampiri Su tian tapi setelah mereka merasakan Aura Su tian ke 2 pamannya itu menjadi ngeri paman mo langsung buru-buru menenangkan Su tian dengan berkata
"tuan muda tenangkan diri anda dulu, ucap paman mo yang merasa kalau Su tian telah menjadi seorang kultivator yang hebat
Su tian yang mendengar perkataan paman mo dia baru menyadari kalau auranya merembes keluar dari dalam tubuh kemudian dia menarik kembali auranya dan lalu berkata
"paman katakan apa yang sebenarnya terjadi kenapa rumah makan kita menjadi sepi, ucap Su tian yang sudah bisa menenangkan dirinya
paman mo dan paman hong yang mendengar perkataan Su tian mereka berdua mengerutkan keningnya karena mereka bingung dengan maksud tuan muda mereka kemudian mereka mulai mengerti kalau tuan muda mereka merasa khawatir dengan usaha mereka itu lalu paman mo berkata
"tuan muda duduk dulu dan saudara hong akan menyiapkan makanan untuk anda, untuk paman mo sambil menarik salah satu kursi agar Su tian Su
mendengarkan perkataan itu Su tian langsung duduk di kursi yang sudah disiapkan paman mo dan paman hong berjalan ke dapur untuk mengambilkan makan, paman mo yang melihat Su tian telah duduk lalu berkata
"tuan muda tidak ada yang terjadi pada penginapan ini, dan sepinya para pengunjung disini itu di sebabkan oleh kompetisi yang sedang berlangsung yang di lakukan untuk memeriahkan hari perayaan kedamaian oleh beberapa keluarga di Desa ini, untuk melihat bakat dan menguji keterampilan bertarung generasi muda mereka, jadi semua orang pergi kealun-alun untuk menonton pertandingan itu karena ini adalah pertandingan finalnya, ucap paman mo menjelaskan agar Su tian tidak salah paham.
setelah paman mo selesai berkata paman hong datang dengan membawa nampan yang berisikan makan, setelah makan selesai di sajikan mereka bertiga segera memakannya bersama, tiba-tiba paman mo terkejut ketika melihat Su tian makan dengan cepat dan dia menyelesaikan makannya lebih awal, melihat itu paman mo mengerutkan keningnya tapi tidak berani mempertanyakannya kemudian Su tian yang telah menyelesaikan makannya dia langsung berdiri dan memberikan cincin penyimpanan yang berisi daging Demon Beast kepada kedua pamannya itu sambil berkata
"paman mo, paman hong aku ingin melihat pertandingan itu, ucap Su tian yang langsung segera pergi meninggalkan penginapan.
paman mo dan paman hong yang melihat Su tian itu mereka hanya menggelengkan kepalanya saja, Su tian yang sudah berjanji kepada Liang Hu untuk menonton pertandingannya dia berjalan menuju alun-alun dengan terburu-buru agar tidak terlambat untuk menonton, setelah Su tian sampai di alun-alun dia melihat sekeliling ramainya orang yang ingin menonton pertarungan itu tapi Su tian melihat kearah arena dan tidak melihat adanya pertarungan di sana kemudian Su tian mendengarkan perkataan beberapa orang yang berkata
"aku yakin keluarga Liang pasti akan memenangkan pertandingan ini seperti tahun-tahun sebelumnya dan melihat tuan muda Liang Hu yang selalu memenangkan pertandingan dengan sangat muda, aku yakin tuan muda Liang Hu adalah jenius sejati di usianya yang baru 16 tahun dia sudah berada di tingkat 2 bintang 8, ucap salah penonton yang mendukung keluarga Liang
dan pengunjung lainnya yang mendengarkan perkataan penonton itu dia juga mulai berkata
Su tian yang mendengarkan perkataan para penonton itu akhirnya dia bisa bernafas lega karena dia merasa belum terlambat untuk menonton pertandingan Liang Hu walaupun itu pertandingannya yang terakhirnya
setelah beberapa saat seorang pria paruhbaya yang bernama leng shin berjalan ketengah arena setelah dia berada di tengah arena kemudian dia berkata
"pertandingan final antara tuan muda Liang Hu dan tuan muda Jia Zhong akan segera dimulai harap kedua peserta segera naik keatas arena untuk bersiap, ucap pria leng shin dengan lantang agar suaranya dapat di dengar oleh semua orang yang berada disana
Liang Hu dan Jia Zhong mulai berjalan ke arena lalu mulai naik keatas arena yang tingginya sekitar 1 meter, setelah mereka saling berhadapan kemudian pria leng shin yang mengawasi jalannya pertandingan segera menyuruh mereka untuk memulai pertarungan
Liang Hu yang mendengar senior leng shin itu yang mengatakan mulai, dia segera mengeluarkan aura jiwa beladirinya yang berwujud banteng, dan Jia Zhong juga mengeluarkan aura jiwa beladirinya yang berwujud ular, Su tian yang sedang menonton pertandingan itu dia merasa terkejut ketika melihat kedua jiwa beladiri itu muncul bersamaan yang membuatnya mengingat pertarungan yang terjadi di luar desa antara 2 orang kultivator
setelah beberapa saat Su tian tersadar dari lamunannya karena sorak-sorak dari para penonton yang mendukung salah satu dari kedua tuan muda yang sedang bertarung di atas arena, karena melihat penonton yang sangat antusias dengan pertarungan itu Su tian juga mulai mengamatinya dan setelah beberapa saat Su tian yang melihat pertarungan itu dia merasakan kemampuan Liang Hu meningkat banyak dari sebelumnya ketika Liang Hu pertarungan dengan Demon beast sewaktu di ujian penerima murid sekte.
setelah beberapa saat pertarungan Liang Hu dan Jia Zhong menjadi semangkin sengit dan membuat para penonton menjadi lebih bersemangat untuk memberikan dukungan mereka, Liang Hu dan Jia Zhong mulai kelelahan tapi Liang Hu yang sudah menyerap esensi darah Demon beast Banteng berkulit besi mempunyai sedikit keunggulan pada fisiknya walaupun itu bukan kemampuan karakteristik jiwa beladiri Liang Hu karena dia belum menerobos tingkat ke 3 tapi tubuh Liang lebih kuat dari kultivator yang berada di tingkat yang sama
Liang Hu menggunakan semua kekuatannya dan langsung menyerang Jia Zhong dengan mengayunkan pedangnya, Jia Zhong yang melihat serang itu langsung menghindar dengan membungkukkan tubuhnya, Liang Hu yang merasa serangannya mampu di hindari Jia Zhong kemudian dia melihat Jia Zhong membungkukkan tubuhnya di depannya dia langsung menyerang Jia Zhong dengan mengayunkan kakinya ke wajah Jia Zhong, tendangan Liang hu tepat mendarat di wajah Jia Zhong yang membuatnya mundur hingga terjatuh dari arena pertarungan
ketika Jia Zhong terjatuh dari arena suasana di sekitar arena menjadi hening para penonton terkejut melihat itu kemudian senior leng shin yang mengawasi jalannya pertandingan mulai naik keatas arena lalu dia berkata
"karena tuan muda dari keluarga Jia keluar dari arena pertarungan jadi pemenang pertarungan ini adalah tuan muda dari keluarga Liang, Liang Hu, ucap senior leng shin sambil menunjuk dengan tangannya kearah Liang Hu
penonton yang mendengar perkataan dari senior leng shin segera tersadar dari keterkejutan mereka dan mulai bersorak-sorak kembali sambil memanggil-manggil nama Liang Hu, Liang Hu yang mendengar para penonton menyebutkan namanya terus menerus dia melambaikan tangannya kearah para penonton sambil tersenyum bahagia tapi tiba-tiba senyum itu hilang di gantikan rasa takut yang membuat tubuhnya terjatuh ke lantai arena dan wajah Liang Hu menjadi pucat ketika merasakan tekanan aura seseorang yang datang dari bangku penonton dan bergerak keatas arena dan langsung menyerangnya
senior leng shin yang menjadi pengawas pertandingan melihat serang itu dia langsung memblokir serang orang yang tiba-tiba datang keatas arena dengan mengeluarkan serangnya juga kedua serangan itu bertabrakan di udara dan, Boom, hingga menimbulkan suara ledakan, para penonton yang dari orang biasa sampai kultivator yang lemah melihat itu mereka langsung berhamburan ingin segera meninggalkan tempat itu karena takut terkena dampak serangan itu
senior leng shin yang mejadi pengawas pertandingan mengenali pria paruhbaya yang tiba-tiba menyerang itu kemudian dia berkata
"Jia chu, apa yang kau lakukan dengan menyerang tuan muda keluarga Liang dan mengacaukan pertandingan yang di lindungi beberapa keluarga yang ada di Desa ini, dan apakah keluarga Jia menyatakan perang pada beberapa keluarga yang ada di desa ini, ucap ucap senior leng shin dengan marah
Jia chu yang mendengar perkataan senior leng shin dia tersenyum lalu berkata
"leng shin, sebaiknya kau jangan mencampuri masalah keluarga Liang dan keluarga Jia, jika kau tidak segera menyingkir maka keluarga leng akan menjadi musuh keluarga Jia, ucap Jia chu yang mencoba membuat takut pemimpin keluarga leng itu
senior leng shin yang mendengar perkataan pemimpin keluarga Jia itu membuatnya sedikit takut tapi dia tidak boleh membiarkan Liang Hu mati di atas arena karena keluarga Liang dan keluarga Jia adalah 2 keluarga terkuat di Desa ini senior leng shin tidak ingin menjadi musuh dari 2 keluarga tersebut
Liang heng pemimpin keluarga Liang yang melihat anaknya Liang Hu diserang oleh Jia chu langsung melesat keatas arena, setelah mendengar percakapan antara leng shin dan Jia chu kemudian Liang heng berkata
"Jia chu, apakah keluarga Jia benar-benar ingin berperang dengan keluarga Liang, ucap Liang heng yang menatap tajam Jia chu
- Maaf bila ada kata atau tulisan yang salah -
- Terima kasih -
- Semoga bisa menghibur -