
Semester ganjil ini akhirnya berakhir. Valeria mendapatkan nilai terbaik. Perutnya sudah membesar, kini usianya sudah jalan enam bulan. Bayi di dalam perutnya mulai sering bergerak dan terasa getaran baik di dalam maupun di luar kulit perutnya. Perutnya yang tiap malam terlihat bergerak hingga membentuk bulatan yang tak simetris. Belum tendangan kecil dari bayinya.
Hari ini, Farel berjanji akan datang dan memberikan ijin pada Valeria untuk mengikuti KKN di semester pendek.
"Valeria?" panggil Farel dengan suara keras.
Mendengar namanya di panggil, Valeria pun menoleh ke arah belakang dan melihat Farel sudah melambaikan tangannya.
"Mas Farel. Kok lama sih, tadi katanya di jalan, sudah satu jam gak sampai -sampai," ucap Valeria sedikit cemas.
"Hemm ... Gemes banget sih sama Bumil satu ini, bikin kangen. Jalanan macet, Sayang. Sudah masuk ke dalam?" tanya Farel pelan.
"Sudah tadi. Terus Vale bilang, Mas farel belum datang," ucap Vale pelan.
Farel sudah menandatangani surat ijin untuk KKN Valeria. Keadaan Valeria sedang hamil, jadi akan mendapatkan perlakuan prioritas. Misalnya tidak perlu ikut upacara dan brifing di lapangan. Selain itu, Valeria juga di prioritaskan secara kesehatan.
Siang ini, Valeria dan teman satu kelompoknya akan survei tempat KKN yang akan mereka tinggali selama satu bulan.
Koching hanya satu minggu dan beberapa acara kelompok untuk pemberdayaan bisa di susul dan di lakukan secara spontan, asal semuanya riil dan bukan rekayasa.
Tapi, kebanyakan dalam satu minggu mereka sudah bisa membuat beberapa program kerja dan mempersiapkan alat dan bahannya.
"Vale ... Kamu sama Farel? Naik apa?" tanya Ketua kelompok KKN tersebut.
"Aku bawa mobil kok. Boleh yang mau numpang silahkan. Tapi mending yang perempuan naik di mobil yang laki -laki di motor. Besok kalau mau angkut barang juga akusiap. Aku di sini satu minggu sekalian mau anter Vale ke tempat tujuan," ucap Farel dengan suara lantang.
"Uhhh ... So sweet banget sih kalau udah punya suami ya, Val?" ucap Erika iri.
"Makany cepet minta di halalin, bukan di gantung kayak jemuran," ucap Carlos dengan asal.
"Resek lo!!" kesal Erika pada Carlos.
Semua rencana program kerja sudah di kumpulkan kepada tutor pendamping masing -masing. Tugas mereka sekarang adalah mempersiapk semua kebutuhan alat dan bahan serta persiapan mental dan kesehatan untuk bisa menjalani KKN dengan baik dan lancar hingga akhir waktunya nanti.
Perjalanan menuju desa Kwilet di salah satu desa terpencil di kaki gunung ciremai. Desa yang kuno dan kolot tanpa ada moderenisasi. Hampir smeua masyarakatnya hanya berprofesi sebagai petani, peternak, pekebun dan pencari material pasir atau batu di kali.
Udara segar di sana sanagtlah sejuk dan segar sekali. Peamndangannya sungguh indah saat emmasuki gardu bertuliaskan selamat datang di desa kwilet.
Para mahsiswa itu di sambut dengan baik dan ramah. Kolaborasi antara desa dan mahasiswa yang ingin ikut mengembangkan desa kwilet melalui pemberdayaan masyarakat sangat di perlukan sekali.
"Jadi ini semua progam kerja kalian selama satu bulan di tempat ini?" tanya kepala desa itu sambil meanggut \=manggut setuju dan senang dengan semua inovasi dan pembaruan yang sepertinya bisa mmebuat masyarkatnya lebih maju terutama di kalangan anak muda yang putus sekolah.
"Betul Pak. Kami disini ingin ikut membantu memberdayakan masyarakat mulai dari anak -anak dengan program TPA dan les pendidikan. Untuk kaum muda dan remaja, kami ingin membuka pelatihan komputer, membuat hasil karya lainnya, untuk ibu -ibu mungkin kita kann membantu memberikan pelatihan pembuatan kue kering atau keripik, dan untuk bapak -bapak, kita mau bikin program kerja penyuluhan dan peternakan jangkrik," ucap ketua kelompok KKN dengan mantap memberikan semua program kerjanya.
Satu minggu lagi, mereka akan tinggal di sini dan mengabdi di desa ini selama satu bulan. Farel sendiri melakukan pendekatan secara pribadi dengan kepala desa dan aparat serta keluarga ayng akan menapmpung satu kelompok tersebut dan memberitahukan kondisi Valeria yang sedang hamil.
Setelah seharian berputar dan melihat keadaan sekeliling desa, satu kelompok KKN itu jadi tahu, apa yang mereka butuhkan untuk orang -orang di sini. Sepertinya di akhir waktu, emreka akan membuat acara bazar murah, mulai dari sembaki, buku bacaan, alat tulis, alat sekolah dan pakaian. Semua di dapat dari donatur, ada yang baru dan ada yang layak pakai.
Sekaligus, bazar itu menampilkan semua produk yang mereka buat untuk di sajikan dan di pertontonkan bagi mereka yang tidak sempat mengikuti acar -acara yang di buat oleh tim kelompok KKN tersebut.
Kini, saatnya mereka kembali lagi ke Cirebon. Karena sudah lelah selama perjalanan smeuanya teryidur kecuali Farel dan Vale.
"Perut kamu gak keram, Sayang?" tanay Farel pelan. Biasanya selama video call kalau sedang berjauhan, Vale selalu bilang perutnya keram.
"Keram sih, tapi kalau ada Mas Fael, keramnya tiba -tiba hilang. Anaknya tahu kali ya, kalau ada Papahnya," ucap Valeria terkekeh sambil mengusap perutnya yang sudah besar.
"Ekhemmm ... Makin alam pinter nge -lebay aja nih. mau makan dulu gak?" tanya Farel pada Valeria.
"Nanti aja. Kasihan yang lain sudah lelah, mereka butuh istirahat sepertinya," titah Vale pelan.
Finansial Farel sudah lebih baik, dia ke Cirebon dengan mobil sendiri hasil jerih payahnya sendiri selama lima bulan bekerja.
"Setelah KKN pulang ya? Gak ada lagi drama tinggal di sini," ucap Farel pada Vale.
"Tergantunglah," ucap Vale pelan.
"Kok gitu?" tanya Farel pada Vale.
"Ya, kan awal semester, Vale harus tetep bimbingan dulu, Mas. Biar dosennya tahu, Vale kayak apa, bukan mahasiswi fiktif tapi riil ada wujudnya dan lagi hamil," ucap Vale terkekeh.
"Ohh iya bener. Oke deh. Nunggu lagi dong nih," goda Farel pada Vale.
Kehidupan rumah tanga mereka jauh dari masalah besar. Keduanya bisa sdaling memahami satu sama lain. Kalau pun ada perdebatana kecil -kecilan daan itu harsu cepat di selesaikan dengan ada yang mengalah salah satunya agar tidak berlarut.