
Becak itu sudah terhenti tepat di depan rumah yang sederhana dan nampak asri serta adem. Valeria sudah turun dan tersenyum pada Ibu Maryam dan Zaskia yang ikut keluar untuk menyambut kedatangan Farel dan Valeria.
Farel sedang menurunkan koper dan membayar biaya becak. Valeria lebih dulu menghampiri Ibu Maryamv dan Zaskia. Valeria menyalami Ibu Maryam dan mengecup punggung tanagn orang tua itu yang kini telah menjadi ibu mertuanya lalu memeluk IbuMAryam dengan erat.
Tangisan kedua wanita berbeda usia itu pun pecah. Ibu Maryam semakin erat memeluk tubuh Valeria saat berada dalam pelukannya.
"Ibu ... Ibu restuin Mas Farel menikah dengan Vale kan?" tanay Valeria tiba -tiba. Vale takut Ibu Maryam tidak pernah setuju anaknya menikah dengan dirinya.
"Sayang ... Gak boleh ngomong begitu. Apapun dan siapapun pilihan Farel, anak Ibu, tentu itu adalah pilihan etrbaik buat dia. Dia pasti berpikir beribu kali sebelum mengambil keputusan untuk menikah dengan kamu," ucap Ibu Maryam lembut sambil ikut menenangkan hati Valeria yang gundah gulana.
Ibu Maryam melepaskan pelukan itu dan merangkul Valeria masuk ke dalam agar lebih enak ngobrolnya. Tahu sendiri, bicara di pinggir jalan seperti ini di tambah ada yang menangis bakal jadi bahan gosip baru di tetangga sekitar.
Mencuatnya perihal pernikahan Farel yang tiba -tiba saja membuat huru hara warga sekampung dengan mendatangi rumah Ibu Maryam beberapa hari lalu yang kemudian mengklarifikasi. Karena banyak gosip pernikahan itu terjadi, karena Farel melakukan perbuatan tercela hingga menyebabkan sang wanita hamil.
"Masuk dulu yuk, biar enak ngobrolnya," ajak IBu Maryam pada valeria lalu memberikan satu kantung tas berisi oleh -oleh khas Yogyakarta untuk Ibu mertuanya.
"Iya Bu. Ini oleh -oleh dari Ibu saya untuk Ibu. Mungkin lain waktu, Ibu saya akan datang lain waktu," ucap Valeria lembut.
"Iya Sayang. Terima kasih oleh -olehnya. Seharusnya tidak perlu repot -repot seperti ini," ucap Ibu Maryam pada Valeria yang sudah di bawa masuk ke dalam rumah.
Farel sejak SMA memang pernah bercerita telah jatuh cinta pada satu gadis. Tapi, karena Farel belum memiliki penghasilan sendiri untuk menghidupi gadisnya itu, Farel bertekad ikut jejak sang pujaan untuk bersekolah dimana. Disana tidak hanya melanjutkan kuliah saja, FArel langsung mencari pekerjaan part time untuk membiayai kuliah dan hidup sehari -harinya lalu sisanya ia tabung untuk membeli kamera impiannya dan membuka usaha kecil -kecilan sebagai fotographer. Farel nbekerja sama dengan salon -salon kalangan menengah ke bawah untuk berkolaborasi dengan memberikan fee pada pemilik salon sesuai dengan pendapatan yang di terima oleh Farel.
"Kalian berangkat jam berapa tadi?" tanya Ibu Maryam pelan sambill membawakan minuman hangat untuk kedua anaknya.
"Siang Bu," ucap Vale pelan sambil mengambil satu gelas minuman hangat yang berbau jahe.
Vale mencium roma jahe yang membuat moodnya bagus kembali.
"Ini jahe ya Bu?" tanya Valeria pelan sambil mengendus segar aroma minuamn hangat itu.
"Iya. Kamu suka? Kalau suka, nanti Ibu buatkan lagi. Ini bagus buat kesehatan. Farel selalu minta di buatkan kalau pulang," jawab Ibu Maryam mengusap lembut punggung Vale.
"Bu ... Vale ini pintar masak. Besok biar Vale bantu Ibu masak," ucap Farel tersenyum.
"Wahhh ... Menantu idama, istri pilihan dong ini. Pantas Farel jatuh cintanya dari SMA," ucap Ibu Maryam tertawa.
Ucapan Ibu Maryam membuat Valeria memerah pipinya dan menoleh ke arah Farel menatap tajam lelaki itu. Ternyata diam -diam lelaki itu sudah menyukaia dirinya sejak SMA.