
Kaaak....
"Kau bisa lebih cepat, Unik"
Wuus
Di lapangan belakang asrama, Adi sedang berlatih jurus lanjutan dari Spirral strangulation. Justice imperium. Varo menontonnya dari pinggir lapangan sembari memakan kacang. Tiba-tiba....
"Aku minta" Ucap seorang bocah laki-laki sambil mengambil beberapa butir kacang dari Varo dan duduk di bangku
"Hei, kacangku!" Panggilnya
"Aku hanya mengambil sedikit" Sanggah bocah itu
"Tapi kau nanti pasti akan mengambil lagi" Ujar putra Paramayoga itu
"Lagipula apa enaknya kacang? kau bisa membelinya lagi nanti" Ucap anak laki-laki dengan rambut biru itu
"Kau saja tidak tau, kacang ini aku beli dengan susah payah. Sulit mendapatkan kacang limited edition dari toko Penat" Gerutu Varo
"Ya sudah, nanti aku suruh Delta membelikannya untukmu. Akan kutraktir 10 bungkus" Ucap Dean sembari memakan satu persatu kacangnya
Belakangan ini, Dean sering pergi ke asrama Adi. Seperti sekedar bermain atau mengerjakan pekerjaan rumah. Mungkin anak itu memiliki ketertarikan tersendiri dengan Adi.
"Nah begitu baru impas"
"Apanya yang impas?" Mendadak Adi berdiri di depan bangku itu
"Eh Wolferin"
"Ada badak terbang"
Kedatangannya mengejutkan Varo dan Dean yang sedang memakan kacang.
"Eh dimana badak terbangnya?" Tanya bocah itu sembari mengelus kepala Unik
"Tidak ada badak terbang, lagipula bagaimana kau bisa sampai disini? bukannya tadi kau ada di tengah lapangan?" Ucap Dean terkejut
"Aku berteleportasi" Jawab bocah berbaju hitam itu
"Wow, ini elang emas?" Tanya Dean
"Ini temanku, Unik. Dia elang emas dari wilayah gunung es di utara." Jawab Adi
"Lalu bagaimana bisa dia ada disini?" Tanya sang ketua kelas lagi
"Jadi begini....."
Varo menceritakan asal usul Unik, penyebab mengapa ia bisa menjadi teman Adi dan semua yang ia ketahui tentang Unik.
"Ooo.... Jadi begitu, burung yang malang. Padahal kau sangat cepat, sayang sekali ya" Ucap Dean
"Eh tunggu, bukankah ini kacang limited edition dari toko Penat?" Tanya Adi
"Oh tentu saja, aku memborongnya 2 hari yang lalu. Rasanya sangat enak dan harganya murah, meskipun limited edition. Lagipula Geir juga menyukainya, jadi aku membeli banyak."
Sekilas info, Geir adalah tupai coklat milik Adi. Tupai itu menyukai kacang sama seperti Adi.
"Apa?! Kau memborongnya?" Teriak Varo dan Dean
Dean tau betapa sulitnya mendapatkan kacang itu, itulah sebabnya dia menyuruh Delta alias pengawal setianya untuk membeli kacang dari toko Penat tersebut karena Dean tak mau repot-repot.
"Dulu aku pernah menyelamatkan nyawa pemilik toko Penat sebelum sukses dengan toko kacangnya. Dan juga dulu saat toko Penat belum terkenal, aku sering membeli kacang di sana karena rasanya yang enak namun masih belum terkenal. Jadi setiap kali mereka mengeluarkan produk baru, mereka akan menawarkannya padaku. Itulah sebabnya aku bisa memborongnya. Dan aku hanya perlu membayar setengah dari harga aslinya." Jelas Adi
"Se-se-setengah harga?!" Lirih Varo
Sebagai penggemar kacang, Varo sangat menyukai kacang edisi terbatas dari toko Penat yang baru dikeluarkan 2 hari yang lalu. Begitupun Dean, meski kadang dia beralasan bahwa kacang itu rasanya biasa saja.
Srek srek
"Ada suara" ucap Adi
Suara dari semak di dekat mereka mengejutkan 3 bocah itu.
"Si-siapa di sana?" Panggil Varo dengan gemetar
"Maaf membuat kalian terganggu" Ucap seorang pria jangkung tinggi yang muncul dari belakang pohon yang ada di dekat semak
"Siapa kau?" Tanya Dean waspada
"Wow santai anak muda, aku tidak ingin baku hantam hari ini. Lagipula, aku hanya sedang mencari angin segar disekitar sini." Ucap Pria itu lagi
"Bagaimana kau masuk ke asrama putra? apa kau bagian dari Anapa?" Tanya Varo
"Tentu saja aku bagian dari Anapa, Adi jelaskan siapa aku" Kata orang itu lagi sambil menunjuk Adi dengan tangannya
"Siapa kau! jangan macam-macam dengan Adi" Gertak Aldevaro
"Hei Varo tenanglah, dia bagian dari Anapa. Dia pak Natan Aditya, kepala kebersihan Akademi Anapa." Jelas Adi menenangkan sohibnya
"Oh... rupanya Pak Natan" Ucap Dean menghilangkan kewaspadaannya
"Siapa pak Natan?" Tanya Varo
"Apa kau kebanyakan makan kacang sampai lupa dengannya?" Ucap Adi sambil menepuk dahinya diikuti Dean dan Pak Natan, Varo memang orang yang agak kocak sekaligus pelupa.
"Lebih baik merasa dicintai dan kehilangan, daripada tidak pernah dicintai sama sekali"
- Sheldon James Plankton
: NeogOrgamer17
: 669 kata