The Lord of Avalor

The Lord of Avalor
Part 12



"Hei, tengik! Kau sudah bangun?"


Tanya Varo yang baru saja sampai


"Dimana pak Natan?" Tanya Adi balik sembari mencoba untuk duduk dibantu Dean


"Kau melihatnya?" Tanya Dean


"Tidak, hanya merasa dia yang membawaku kemari" Jawab Adi jujur, tentu dia tau.


Kamar ini adalah milik Natan saat dia pertama kali ke kota ini.


"Oh, kau sudah bangun" Kata Natan


"Kalau dia sudah bangun, kenapa masih harus mengucapkannya?"


Ucap Dean sedikit heran


"Maaf, maaf" Balas Natan dengan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal


"Jadi apa yang kau temui?" Sambungnya


"Diriku"


Hening, tak ada yang menjawab. Hanya suara hewan-hewan malam yang saling bersahutan. Hari memang sudah malam, Adi pingsan selama beberapa jam. Tadi pagi, Natan bahkan harus pergi menemui wali kelasnya untuk meminta izin.


"Jadi.... Kau bertemu dengan dirimu.... Sendiri?"


Akhirnya Dean angkat suara dijawab oleh anggukan kepala bocah itu


"Jadi apa yang terjadi?" Tanya Natan


Adi menceritakan semua yang dikatakan dirinya 7 tahun mendatang, tentang jiwa sejati dan perang besar itu. Natan pun menjawab,


"Aku benar-benar tidak tahu apa itu jiwa sejati, tentang apapun yang berkaitan dengan itu aku juga tidak tahu" Ujar Natan


"Kalau kita tidak tau, lalu kita harus cari kemana?" Tanya Varo


"Eh tunggu, bagaimana dengan peliharaanku? Unik dan Geir dan yang lainnya?"


Tanya Adi


"Aku meminta Dan untuk menempati ruangan itu, kebetulan dia juga ingin menginap di kamar itu malam ini"


Jawab Dean


Sementara itu di kamar Adi....


"Apa si Adi itu benar-benar memelihara semua hewan ini?" Dan bermonolog seorang diri


Yah di atas lemari ada 2 belalang sembah berwarna ungu, 2 ekor ikan balon di aquarium,


Geir di kasur Adi, dan Unik dan Belo di sangkarnya masing-masing.


Kembali ke percakapan 4 manusia laki-laki itu,


"Apa yang harus kita lakukan? Kita bahkan sama sekali tidak mendapat petunjuk tentang itu" Keluh Varo yang bosan, sekitar 15 menit yang lalu ruangan itu sepi karna 3 orang lainnya sedang berpikir tanpa ujung


"Aku bisa gila jika seperti ini" Kata Varo masam, bagaimanapun ucapannya hanya dianggap angin lalu


"Silahkan saja kalau kau mau gila" Timpal Dean


"Haahh...."


"Aku benar-benar tidak habis pikir, memangnya ada jiwa sejati?" Kata Dean dengan bingung


"Apa kita bisa mencarinya di suatu tempat, maksudku seperti berpetualang mencari petunjuk?" Tanya Adi pada Natan


"Kupikir itu ide yang bagus, tapi aku tidak bisa menemanimu. Tentu kau tidak boleh berkeliaran di luar kota sendirian, itu terlalu beresiko"


Pekerjaan menjadi kepala kebersihan tidak semudah yang dipikirkan. Karna nyatanya, Natan juga bekerja di sebuah organisasi


pelindung benua dan menjadi kepala kebersihan hanya sebuah hobi baginya. Sudah


diduga seberapa aneh seorang Natan Aditya.


"Lalu kemana tujuan pertama kita?" Tanya Varo dengan semangat, anak itu memang menyukai kebebasan karena dirinya yang sering merasa terkekang di rumah.


"Kerajaan Alterniamon" Kata Natan dengan lugas


"Alterniamon? Kenapa itu jadi tujuan pertama kita?" Tanya Dean terkejut, tentunya dia merasa kaget dengan Natan yang mengucapkan nama kerajaan itu dengan tegas seolah-olah dia peramal masa depan


"Aku membaca di sebuah buku, Alterniamon memiliki perpustakaan yang dibuka 150 tahun sekali dan itu terjadi dalam 6 hari lagi"


Ucap Natan memberikan harapan kepada 3 orang didepannya


"Perpustakaan rahasia itu kenapa harus dibuka 100 tahun sekali?" Tanya Varo si tukang ingin tahu


"Bukankah itu hanya perpustakaan?"


Timpal Adi


"Aku juga tidak tau kenapa, tapi itulah aturan yang ada sejak 1.000 tahun yang lalu. Dan kerajaan juga tidak mengizinkan orang yang memasuki perpustakaan itu untuk bercerita tentang isinya kepada orang lain selain dirinya sendiri" Jelas sang tukang kebersihan


"Lalu bagaimana caranya kita masuk kedalam? Perpustakaan itu pasti memiliki kapasitas kan?"


Tanya Dean diangguki oleh Adi dan Varo


"Mudah, kalian hanya harus bertemu salah satu keluarga inti kerajaan dan meminta izin kepada mereka. Setelah itu kalian akan mendapatkan benda kecil sebagai bukti, benda itu juga tidak bisa diduplikat" Ujar Natan dengan santai


Ada 3 orang di keluarga inti, raja Inka Ravnica, anak pertama Nara Ravnica, dan anak kedua Silvanna Ravnica. Sementara sang ratu telah pergi untuk selama-lamanya, sejak saat itu Raja Inka tidak pernah menikah lagi karena dia telah berjanji tidak akan menikah untuk yang ke-dua kalinya.


"Kita hanya punya kesempatan jika meminta izin dengan putri bukan? Beberapa orang mengatakan jika tuan muda Nara bukan orang yang mudah didekati orang asing. Sedangkan Raja Inka pasti sangat sibuk" Kata Adi berpendapat


"Ya aku setuju denganmu, tapi sialnya tuan putri sekarang sedang dalam masa pelatihan di hutan antah berantah untuk menguji kekuatannya" Balas Natan


"Sial, aku kira kita bisa masuk ke sana dengan mudah" Umpat Varo


"Kupikir itu sebuah kesengajaan" Kata Dean


"Aku sependapat denganmu" Timpal Adi


"Yah kita hanya bisa berharap kalian beruntung bertemu dengan tuan putri si hutan atau berhasil membujuk tuan muda Nara"


-


-


Petualangan absurd Adi dan 2 teman uniknya dimulai dari sini, Enjoy.


"Meskipun kamu merasa sedih, jangan pernah putus asa. Dan meskipun kamu terjatuh, jangan pernah hancur." - Tablo


: NeogOrgamer17


: 813 kata