
"Halo!"
"Hah?!"
Adi berdiri di suatu tempat yang terasa asing. Sejauh mata memandang hanya ada padang rumput hijau yang menyegarkan mata, dengan langit biru dan sedikit awan.
Dihadapannya berdiri seorang laki-laki muda yang sedang tersenyum. Berumur sekitar 20 tahun dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Matanya juga berwarna persis seperti dirinya. Berperawakan tinggi dengan pakaian putih bergradasi emas. Dipunggung nya terdapat sebuah pedang besar berwarna biru muda dan dua buah dagger kayu di tangannya.
Adi mundur beberapa langkah, merasa penasaran dimana dia sekarang dan siapa orang yang ada didepannya.
"Halo? aku menyapamu, apa kau tidak mendengar suaraku?"
Tanya orang itu dengan wajah heran
"ehehe, tidak. Aku mendengar suaramu"
Adi tertawa garing, sungguh dimana dia sekarang?
"Hah... kukira orang itu menipuku. Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri. Aku adalah dirimu 7 tahun yang akan datang"
Kata orang itu, atau lebih tepat disebut Adi dewasa
"Apa?!" Tanya Adi, pikirannya benar-benar melayang kemana-mana sekarang.
"Ayolah tidak perlu terkejut seperti itu, kau sedang melihat masa depanmu sekarang. Yah, meskipun aku yakin kau akan mengubahnya nanti" Kata Adi dewasa
"Dimana kita sekarang?"
Tanya Adi
"Di tempat yang belum pernah kau ketahui"
Jawab Adi dewasa dengan santai, tentu Adi belum pernah ketempat ini. Kalau dia sudah pernah ke sini, mengapa Adi harus bingung.
Adi mengeryit heran, seperti inikah dirinya di masa depan? Mengapa Adi merasa dirinya berbeda, dari segi penampilan dan gaya bicaranya.
"Hei, kau tidak perlu menampilkan wajah seperti itu. Aku membawamu kemari hanya karena ingin memberi tahu sesuatu"
Kata Adi dewasa
"Memberi tahu sesuatu?" Tasya Adi
"Benar. Sekarang dengar, kau mungkin menganggap aku memberimu spoiler dengan cerita-cerita yang aneh dan mungkin tidak bisa dimengerti. Tapi, hal yang terjadi itu tidak palsu. Kita ini satu, tentu karena aku adalah dirimu. Kuharap kau tidak menganggap aku sedang mendongeng sekarang.
2 hari lagi, di masa depan aku akan berperang. Tapi itu tidak akan terjadi karena aku menemui dirimu disini. Jika kau berhasil mengambil jiwa sejatimu, maka perang dan masa depan itu akan hilang dan aku akan mati. Meski begitu, aku akan berada dalam dirimu sebagai potongan ingatan selama 7 tahun ini. Potongan ingatan itu akan muncul acak dan tidak terduga. Jadi, aku harap kau bisa mengambil jiwa sejatimu."
Adi dewasa mengakhiri ucapannya
"Bagaimana cara mendapatkan jiwa sejati itu?"
Tanya Adi
"2 minggu? itu waktu yang cepat apakah tidak bisa diperpanjang? Aku harus mencari tahu sebenarnya apa jiwa sejati itu"
Kata Adi sambil berpikir keras
"1 hari di masa depan sama dengan satu minggu, kalau aku bisa aku juga ingin memperpanjang waktunya. Tapi aku bukan pengendali waktu, aku minta maaf"
Ujar Adi dewasa dengan wajah sedih.
Adi dewasa berpikir, mengambil jiwa sejati itu pasti sulit dan akan lebih sulit jika yang mengambilnya adalah seorang bocah yang belum berusia 15 tahun. Terlebih lagi, dia belum tau cara mendapatkannya. Adi dewasa hanya bisa berharap, dirinya di masa lalu bisa merubah masa depan. Setidaknya, dia mempunyai harapan, meskipun itu tidak pasti akan terjadi.
"Kalau aku mengambil jiwa sejatiku, maka dimasa depan tidak akan terjadi perang, dan aku bisa merubah masa depanku yang kelam?" Tanya Adi kembali
"Tentu saja" Jawab Adi dewasa sambil tersenyum
"Baiklah, aku tidak akan membiarkan diriku tidak bisa bersantai. Aku akan berjuang mendapatkan jiwa sejati itu, bagaimanapun caranya!" Adi berseru keras sambil tersenyum. Meski terkadang terlihat rajin, sebenarnya Adi hanya seorang remaja yang gemar bermalas-malasan. Tiada hari tanpa bermalas-malasan baginya.
Adi dewasa tersenyum senang mendengarnya, dia berharap masa depan benar-benar bisa berubah. Sekali lagi, setidaknya dia masih memiliki harapan.
Tiba-tiba, kaki Adi dewasa mengeluarkan partikel berwarna putih. Tentu semua orang tau kalau mereka berdua akan berpisah.
"Aku menunggu kabar baik darimu. Selamat berjuang, diriku" Ucap Adi dewasa sebelum benar-benar menghilang menyisakan Adi seorang diri
"Aku akan mengubah masa depan!"
Seru Adi, tak lama dia merasa mengantuk dan tertidur
-
-
-
"Aku dimana?"
"Oh kau sudah bangun? hey, Adi sudah bangun!" Kata seseorang dari pintu
"Dikiro tenanan, ternyata mung dolanan"
-Mba ghefira
: NeogOrgamer17
: 697 kata