
Wush....
Semilir angin terus berhembus ke utara, menggoyangkan rumput-rumput tinggi dan memberikan rasa sejuk bagi 4 orang itu.
Yap, trio dari Akademi Anapa dan Putri Silvanna sedang bermalas-malasan sekarang. Sampai akhirnya,
"Aku akan bercerita" Kata Silvanna
"Bercerita tentang apa putri?" Sahut Varo
"Ini tentang ibuku, Permaisuri Furi dan kakakku yang pasti sudah kalian ketahui Kak Nara" Balasnya, terlihat guratan kesedihan dari wajahnya
"Anda tidak perlu memaksakan bercerita putri"
Kata Adi
"Tidak apa-apa, lagipula bukan kalian saja yang sudah tau" Balasnya sembari kembali tersenyum secerah mentari
"Dulu, ibuku adalah seorang wanita yang dingin, jarang tersenyum, irit bicara dan tertutup. Berbanding terbalik dengan ayah yang humoris, suka tersenyum, hangat, dan suka bergaul.
Tapi setelah menikah dengan ayah, sedikit semi sedikit es dalam hatinya mencair, akhirnya dia menjadi perempuan yang hangat kepada semua orang. Sampai akhirnya kakak lahir, ibu menjadi lebih suka tersenyum dan terlihat bahagia.
Ibu membesarkan kakak dengan seluruh hatinya, tak disangka sampai umur 5 tahun dengan wajah yang mirip ayah ternyata sifatnya mirip ibu di masa lalu yang sedikit bicara dan jarang tersenyum. Tapi, sifat itu sempat berubah beberapa tahun karena ibu benar-benar sabar mengarahkannya.
Setelah aku lahir, kakak benar-benar menjadi pangeran yang sangat suka tersenyum dan hangat kepada semua orang. Diapun terkenal sebagai anak yang pintar, suka membantu, dan sering tersenyum. Kami hidup bahagia saat itu. Tapi saat aku berumur 13 tahun, ibu pergi untuk selamanya karena penyakit parah yang menggerogoti tubuhnya. Dokter istana bilang itu adalah kanker tulang.
Selama ini, dibalik wajah ibu yang selalu tersenyum, dia menyembunyikan luka yang teramat dalam. Kanker itu diketahui ibu saat aku berusia 10 tahun, hanya butuh waktu 3 tahun sampai jiwanya benar-benar pergi. Kata dokter 3 tahun itu termasuk waktu yang panjang karena kankernya sudah lumayan parah."
Silvanna menangis, air matanya mengalir. Dia tak kuasa menahan rasa sedihnya, namun dia sudah berkata untuk bercerita tentang permaisuri.
Adi dan Dean berulang kali berkata bahwa Silvanna tidak harus melanjutkan ceritanya apabila itu menyakiti hatinya. Sementara Varo malah ikut-ikutan nangis bombay.
"Kakak adalah orang paling terpukul. 3 bulan setelah kematian ibu, dia mengurung diri di kamar dan tidak pernah keluar. Hanya aku dan ayah yang boleh masuk ke sana, berkali-kali kami berkata bahwa dia harus mengikhlaskan kepergian ibu yang sudah pergi dengan damai dan tenang. Ibu tidak akan rela kalau putra satu-satunya tenggelam dalam kesedihannya.
Setelah itu, kakak memang keluar dari kamarnya dan mencoba hidup tanpa ibu. Namun sifatnya yang lama keluar. Irit bicara, jarang tersenyum, tertutup, dan dingin. Sekalinya tersenyum, dia hanya akan menunjukkan senyum tipis yang sukar dilihat mata, itupun hanya ditunjukkan kepadaku karena dia bilang wajahku mirip dengan ibu.
Ayah juga sering menangis karena perubahan sikap putranya. Sampai akhirnya, kakak berkata kepada ayah bahwa dia tidak akan memimpin kerajaan dan menyerahkannya kepada aku, adiknya.
Ayah menolak keras permintaannya, begitupun aku. Ayah bilang, aku punya masa depan yang cerah dengan menjadi putri kerajaan. Bukan seorang pemimpin Alterniamon.
Namun sepertinya kakak tidak menggubris perkataan kami, dia berkata akan tetap pergi di usianya yang ke 25. Dan itu akan terjadi satu minggu lagi."
Silvanna menutup ceritanya, wajahnya terlihat sedih dengan beberapa bulir bening yang beberapa kali lolos dari pelupuk matanya.
"Aku bukannya tidak mengijinkan kakak untuk tidak memimpin kerajaan, hanya saja aku tidak mau kehilangannya dengan aku yang tidak ada disampingnya di hari terakhirnya nanti. Ibu berkata kepadaku di akhir hidupnya bahwa aku harus menjaga kakak sampai akhir hayatnya nanti, bahkan jika aku harus pergi lebih dulu kami harus bersama"
Ungkapnya kepada trio Akademi Anapa itu dengan wajah berair namun senyumnya tetap terlukis di wajah indahnya.
"Aku bahkan masih mengingatnya, senyum terakhir ibu sebelum dia pergi" Ucap Silvanna sambil terus menghapus air matanya yang terus keluar tanpa permisi.
Sayang, di hari yang cerah nan indah itu. Banyak air mata yang keluar dari wajah cantik sang putri kerajaan Alterniamon.
“Orang menangis bukan karena mereka lemah. Tapi, mereka menangis karena telah berusaha kuat dalam waktu yang lama.”
- Johnny Depp
: NeogOrgamer17
: 700 kata
Plot twist, itu cuma mimpi:)
Enggak-enggak, itu beneran. wkwkwk