
Di sebuah malam yang cerah dengan langit yang bertaburan bintang, seorang bocah laki-laki polos berusia sekitar 13 tahun berlari diantara lebatnya hutan. Dia kemudian mempercepat gerakannya, dan sampailah bocah itu di sebuah pohon yang paling tinggi di hutan dan segera memanjatnya. Akhirnya, ia sampai di tempat yang sering dia datangi akhir-akhir ini. Disalah satu dahan pohon Centurion, pohon tertinggi di hutan dengan tinggi mencapai 99 meter.
Adipati Natha Pradipta, Bocah cilik dari Kota Gernion yang ada di benua Terra. Hidup sebatang kara ditengah-tengah padatnya masyarakat.
Adi memiliki kelebihan dikala usianya yang masih muda, yaitu otaknya yang sangat encer juga kaki dan tangan yang kuat. Namun, selama ini ia selalu menutupi seluruh kelebihannya.
Karena hidup sendirian dan berpura-pura lemah, Adi seringkali di bully oleh anak-anak lain, baik yang lebih tua maupun yang seumurannya. Berbagai perlakuan buruk, baik dari ejekan maupun kekerasan fisik telah diterimanya. Tak ada yang bisa ataupun mau membelanya, karena tidak tau darimana asal bocah itu.
Orang-orang bilang, dulunya Adi ditemukan salah satu warga di sungai yang ada di kota. Karena kasihan, warga itu membawa Adi ke panti asuhan. Setelah berumur 10 tahun, bocah itu dipindahkan ke Akademi agar bisa belajar. Sekarang, Adi tinggal di asrama Akademi bersama yang lainnya.
"Hari yang melelahkan" Bocah laki-laki itu terlelap di atas pohon
Keesokan paginya, Adi terbangun karena suara kicauan burung di sekitarnya. Suara itu sangat merdu, merusak dunia tentunya.
"Kenapa hari ini berisik sekali ?" Adi membuka matanya dan mendapati dirinya masih berada di atas dahan pohon.
Ada banyak burung disekitarnya, entah apa yang terjadi sehingga mereka seperti seolah-olah berkumpul dengannya.
Salah satu burung itu mendekat dan bersuara semakin sering. Burung berwarna hitam abu-abu itu kemudian terbang dan hinggap di pundak Adi.
"Selamat pagi anak muda" Burung itu berseru dalam kepalanya, suaranya terdengar sedikit berat
"Eh eh, siapa yang berbicara?" Adi sedikit terkejut
"Kau pikir siapa lagi?" Tanya burung itu
"Hah, kau yang berbicara? Luar biasa, aku menemukan burung ajaib"
Bocah itu terkagum-kagum melihat burung yang bisa berbicara dengan pikiran. Tentunya tidak banyak burung kecil yang bisa bahasa manusia.
"Namaku Belo siapa namamu?"
Suara burung itu berubah menjadi riang seolah dia mempunyai 2 kepribadian
"Namaku Adipati, kau bisa memanggilku Adi. Ngomong-ngomong namamu sangat lucu hehehe" Ucap Adi sembari tersenyum
"Siapa yang lucu? namaku bukan Belo tapi Hill" Sanggah burung itu, kali ini suaranya kembali berat
"Ya itu memang benar, aku punya dua kepribadian. Suara dan sifat kami sangat berbeda" Kali ini Belo yang bersuara
"Kenapa kalian bisa punya dua kepribadian? bukankah burung biasa hanya punya satu? kalian bahkan bisa bicara bahasa manusia"
"Kami bukan burung biasa, bisa dibilang kami sedikit istimewa. Sebenarnya ini adalah tubuh Hill, tapi sifatku tumbuh seiring berjalannya waktu, jadi terkadang Hill bisa menjadi aku dan aku bisa menjadi Hill" Jelas Belo
"Itu berarti kau hanya sebuah sifat? bukan tubuh?" Adi tentunya sedikit terkejut, ya dia mengetahui hal baru pagi ini
"Yup, aku sering keluar saat usia Hill 1 tahun. Kami para burung Ef bisa hidup 10-12 tahun. Tapi karena kami istimewa, usia kami sudah 15 tahun"
"Wow, usia yang panjang untuk seekor burung kecil yang panjangnya hanya 10 centimeter"
Belo juga menjelaskan asal mula dia muncul di tubuh Hill.
30 menit kemudian Adi sampai di asramanya, kamar nomor 75 adalah miliknya dan satu temannya. Tapi sepertinya dia sudah berangkat karena memiliki keperluan pagi ini.
"Ini kamarmu? kenapa sangat sempit? bahkan untuk 2 orang, kenapa mereka pelit sekali" Hill sedikit terkejut
Karena kamar ini hanya berukuran tiga kali empat dengan satu kasur tingkat, dua lemari yang ukurannya setelah dari lemari biasanya, dan sebuah rak didinding dan satu jendela di sebelah kasur.
"Tidak masalah, lagipula aku berada di sini saja sudah beruntung. Tempat ini juga cukup untuk 2 orang" Adi berkata sembari masuk dan mengambil pakaian untuk segera bersiap ke sekolah
"Katanya ingin, namun sikapnya terlalu dingin,
Katanya bisa, namun tingkahnya tidak peduli,
Siapa yang banyak mau tapi lupa cara berusaha? Ya Manusia : ) "
_Jingaa
: NeogOrgamer17
: 672 kata