The Lord of Avalor

The Lord of Avalor
Part 15



Keesokan harinya, pukul 08.00 pagi.


Ketiga laki-laki muda itu sudah berdiri di depan sebuah pintu menuju hutan yang terkenal sepi pengunjung, bahkan pengunjungnya bisa dihitung jari. Terletak sekitar 75 km dari kerajaan namun masih termasuk daerah kekuasaan Alterniamon. Kerajaan Alterniamon memang cukup luas.


"Apa kita benar-benar akan masuk kesana?" Tanya Varo sedikit ragu. Karena fobia kegelapan, dia sedikit merasa takut masuk ke hutan yang gelap dengan sedikit cahaya matahari. Varo bisa saja terbang dengan tekniknya, tapi itu akan menghabiskan lumayan banyak tenaga.


'Oh ya, sedikit spoiler untuk meluruskan. Varo yang dulunya seorang pecinta pedang berubah menjadi pencinta seni lukis karena suatu hal'


"Tentu, aku memang tidak tahu apa yang ada di sana. Tapi setidaknya kita harus mencoba" Jawab Adi cepat


Dengan segera mereka memasuki hutan antah berantah itu. Menguji keberuntungan mereka di sana.


Setelah 5 jam berjalan kaki dengan beberapa rintangan kecil yang di atasi dengan mudah oleh Dean dan Varo, mereka beristirahat di sebuah padang rumput hijau yang mungkin saja terletak di tengah hutan itu. Padang rumput itu luas, hijau, dengan beberapa pohon.


Mereka pun beristirahat dan sedikit bermalas-malasan di sana.


"Udaranya sejuk sekali" Kata Adi yang berada di atas dahan sembari menyandarkan diri


"Padang rumputnya juga luas, aku baru tau ada padang rumput seluas ini di Alterniamon"


Puji Varo menikmati pemandangan


Setelah agak lama bersantai, mereka dikejutkan dengan suara singa yang meraung keras.


"Ada singa di sini?" Kata Adi terkejut


"Tidak tau, lebih baik kita pastikan. Aku sedikit kaget karena suaranya seperti singa yang dibunuh" Balas Dean dan diangguki Varo


Setelah sekitar 5 menit berjalan ke arah Timur, terlihat ada beberapa singa yang telah mati terkapar dan tersusun ke atas. Dengan sayatan di leher yang membelah langsung nadi mereka.


Dean pun bergidik, Tuan muda Fernandez itu adalah orang yang takut dengan hewan buas terutama yang hidup di alam liar.


"Siapa orang yang membunuh mereka? bukankah itu singa Api? kenapa ada banyak sekali yang mati?" Kata Dean


"Yang pasti dia kuat karena membunuh 10 singa api dewasa" Timpal Adi


Singa Api, sang penguasa hutan dengan tingkatan Legend Fury tingkat Rondo pertama. Berukuran layaknya singa pada umumnya, namun memiliki kekuatan Beast yaitu dapat menyemburkan api dan memiliki ekor dengan api yang berkobar. Selain itu, mereka memiliki kelebihan lain yaitu daya tahan tubuh yang kuat. Kelemahannya adalah gerakan mereka yang bahkan tidak lebih cepat dari harimau biasa.


"Eh, siapa kalian?"


"Aaaa! Ibu ada hantu!" Pekik Dean dan Varo bersamaan, sementara Adi hanya mengelus dada. Bukan terkejut karena suara itu, melainkan karena teriakan manusia di samping kanan dan kirinya.


"Mana ada hantu siang-siang" Kata orang itu lagi, sepertinya dia seorang perempuan pikir mereka bertiga


Kemudian mereka membalikkan badan dan,


Jreng! Itu Putri Silvanna!


"Kami memberi hormat" Kata mereka sambil membungkuk serempak


Dengan 2 pedang kembar yang berlumuran darah, memakai jubah biru muda dan celana hitam, serta rambut yang di ikat. Tanpa mahkota, dan tanpa wajah serius.


"Apa anda benar putri Silvanna?" Tanya Varo bersemangat


"Ya, Aku putri Silvanna dari Kerajaan Alterniamon. Salam kenal semuanya" Jawab perempuan berusia 20 tahun itu dengan tersenyum manis


"Hore! Hip hip...."


"Hore!"


"Hip hip...."


"Hore"


Teriak Varo dan Dean bergantian


"Hahh.... Kalian ini seperti bocah saja"


Kata Adi


"Tidak apa-apa rambut hitam. Biar aku tebak, kalian kesini untuk mengambil token untuk masuk ke perpustakaan Hexagonis?" Tebak sang Putri


"Seratus miliar poin untuk anda, Putri" Jawab Dean


"Hahaha, kalian anak-anak yang menarik. Baiklah lawan aku kalau kalian cukup kuat" Tantang Silvanna


"He? Tiga lawan satu?" Tanya Adi terkejut


"Tentu saja, jika salah satu dari kalian bisa mengambil ini dari tanganku. Maka dua yang lain juga akan aku berikan token yang sama" Jawab Silvanna penuh semangat


"Baiklah, tolong jangan menyesal" Timpal Varo


Dia pun mengeluarkan gulungan kertas dengan panjang 1 meter dan kuas dari sakunya diikuti Dean yang berubah menjadi seorang Harimau setengah manusia dan Adi yang mengeluarkan tombak emasnya dan Unik yang tiba-tiba muncul entah darimana. Unik baru saja mendapatkan kemampuan barunya kemarin, dan itu adalah teleportasi jarak jauh.


"Kaaak"


"Elang emas? Menarik" Kata Silvanna sembari mengambil kuda-kuda


"Lebih baik berjalan lambat daripada tidak sama sekali"


- Unknown


: NeogOrgamer17


: 726 kata