
"Kau terlalu cepat mengabsen, lagipula baru sedikit orang yang datang" Ujar Ann
"Aku hanya kehabisan pekerjaan, daripada bosan lebih baik melakukan hal meskipun tidak berfaedah" Jawab Dean
Sunyi dan sepi, itulah kondisi saat ini. Hari ini kelompok rusuh yang biasanya membuat keributan baik di kelas maupun di sekolah belum datang. Padahal biasanya mereka sudah standby lebih cepat dari yang lain. Biasanya mereka mem-bully Adi atau murid lain. Beranggotakan Doni, Bagas, Kiran, Gisel, Jeremy, Beni, Friz, dan 3 murid dari kelas lain namun masih satu angkatan.
Keluar masuk ruangan BK mungkin menjadi hobi mereka hampir setiap minggu. Mungkin tidak ada kata kapok dalam rumus hidup mereka. Berulang kali BK dan pihak sekolah mencoba mengarahkan, bahkan memanggil orang tua masing² namun perubahan tidak pernah terlihat. Mereka juga putra dan putri dari orang kaya. Sekolah bisa saja mengeluarkan mereka, namun anehnya itu tidak bisa dilakukan. Biarlah itu menjadi rahasia akademi...
"Tumben sekali Doni dan Bagas tidak ada." Batin Dean.
Sebagai ketua kelas, dia tentu memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk memimpin dan mengarahkan teman-temannya. Apalagi mengarahkan Doni, Bagas dan 5 orang lainnya bukan merupakan hal yang mudah bagi Dean. Perlu tenaga lebih dan kesabaran ekstra, itupun masih harus dibantu yang lainnya. Beruntung Dean sangat tenang dan tidak mudah terpancing emosi.
Hari ini merupakan hari yang indah, pikir beberapa dari mereka....
°°°°°
Suara jangkrik di malam itu menemani Adi yang sedang mempelajari jurus baru dari teknik mutan miliknya. Kekuatan mutan milik Adi sedikit berbeda dengan teman-teman lainnya. Mutan indentik dengan perubahan bentuk. Karena Adi tak memiliki perubahan bentuk, ia sering dikira tak memiliki kekuatan mutan sama sekali.
Tapi hal itu salah besar. Meski identik dengan perubahan, nyatanya ada segelintir orang yang memiliki keistimewaan. Mereka tak memiliki perubahan tubuh, namun memiliki kekuatan mutan, bahkan kekuatan mereka cenderung lebih banyak dan lebih kuat dari orang yang memiliki perubahan tubuh.
Bersama tombak emas kesayangannya, ia memperagakan beberapa gerakan yang terpampang dalam buku usang tipis dengan judul "Golden Eagle". Sebenarnya golden eagle atau elang emas merupakan salah satu spesies elang langka yang hanya ada sedikit. Selain itu, elang emas merupakan Legend Fury yang memiliki kekuatan luar biasa.
Dua hal wajib yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin mempelajari jurus itu adalah memiliki sebuah tombak sebagai senjata utama dan seekor elang emas. Dan itulah salah satu alasan mengapa nama jurus judul bukunya adalah elang emas.
"Spirral strangulation!"
"Woah, jurus ini benar-benar hebat" Ucap bocah itu dengan mata berbinar-binar
"Baiklah, sebelum memakainya kita harus menstabilkan dan menyesuaikan kekuatan tombak dengan elang emas agar partikel penyedot semakin terang. Karena semakin terang partikel emasnya, semakin kuat pula kekuatannya." Kata Adi membaca kalimat yang tertulis dalam bukunya
"Spirral strangulation memiliki tingkatan lanjutan yang dinamakan Justice imperium. Dengan menerbangkan elang emas ke arah yang diinginkan, kita akan berteleportasi sesuka hati. Setelah itu, lakukan manuver menukik kebawah layaknya elang dan tancapkan tombak ke tanah atau benda lainnya.
Api akan menyebar ke wilayah yang ditentukan, selain itu kita bisa memilih kemana kita akan menyerang dengan menyatu dengan api. Semakin besar wilayahnya, semakin banyak kekuatan yang dibutuhkan. Elang emas pun juga akan menembakkan kekuatannya tergantung masing² individu." Sambungnya
"Jurus yang keren" Celetuk bocah lain yang baru saja datang dan menghampiri Adi
"Tentu saja, kau mungkin juga bisa mempelajarinya" Tawar Adi
"Tidak, aku adalah seorang Swordman. Pedang adalah hidupku" Tolak Varo dengan bangga
"Ya ya terserah" Sahut Adi jengah
Adi dan Varo berjalan menuju asrama milik Adi untuk mengobrol lebih banyak.
"Terkadang, luka tercipta dari seseorang yang kita anggap istimewa" -aesteuticc
: NeogOrgamer17
: 602 kata