The Legend Of Fighter

The Legend Of Fighter
CH 05. Mencari Tempat Tidur



"Ughh inikah yang dinamakan kotoran tubuh? Benar-benar bau." Tang Hao membuka matanya dan menemukan tubuhnya yang dipenuhi cairan kental berwarna hitam yang mengeluarkan aroma tidak sedap dan melekat di sekujur tubuhnya.


"Beginikah yang namanya pendekar? Panca inderaku meningkat tajam. Aku bisa melihat dengan lebih jelas dan lebih jauh, aku bisa mendengar suara daun jatuh dari pohon, bahkan aku juga dapat merasakan daerah sekitarku dengan begitu jelas seperti radar yang mampu menindai apapun dalam jarak sepuluh meter. Benar-benar luar biasa, bahkan aku dapat merasakan tubuhku jauh lebih kuat dan lebih keras dari sebelumnya." Tang Hao memeriksa panca inderanya dan dia tidak berhenti takjub dengan apa yang telah dicapainya saat ini.


"Tapi untuk sekarang aku harus membersihkan tubuh dulu. Dengan indera penciumanku yang meningkat, aku merasa sangat terganggu dengan bau tubuhku sendiri." Tang Hao bangkit dari duduknya dan melihat ke sana kemari seolah sedang mencari sesuatu.


"Ahaaa luar biasa. Bahkan sebelumnya aku tidak dapat melihat bukit kecil di sana. Sekarang bukit kecil itu terlihat dangat jelas, sepertinya di sana ada sumber air." Tang Hao terlihat kegirangan dengan apa yang dilihatnya, yaitu sebuah bukit hijau terletak di arah barat tempatnya berdiri saat ini.


"Hemm jika berjalan biasa akan memakan waktu yang lumayan untuk mendekati bukit kecil itu. Kalo terbang aku belum bisa, apa yang harus kulakukan agar bisa sampai dengan cepat." Tang Hao menggaruk kepalanya memikirkan masalahnya sekarang.


"Hemm bagaimana jika melompat, bukankah sekarang rasanya aku bisa melakukan apapun kecuali terbang." Tang Hao menekuk lututnya untuk mengambil ancang-ancang melompat tinggi serta mengalirkan energi qi ke kakinya kemudia menekan kedua kakinya ke tanah membuat tanah bekas lompatanya sedikit retak.


Wuusshhh...


Angin berhembus cukup kencang akibat lompatan Tang Hao, menerbangkan bunga-bunga kecil yang tumbuh di dekatnya.


"Uuhhuuyyy......" Tang Hao berseru kegirangan saat berhasil melompat setinggi sepuluh meter dan sejauh lima belas meter. Udara yang segera menerpa wajahnya dan membuat Tang Hao tersenyum lebar dan kakinya menapak dengan tegap di tanah.


"Uhhuuyy luar biasa... Hahahaha" Tang Hao kembali meloncat lebih tinggi dari dan lebih jauh dari sebelumnya karena kekuatan dan qi yang dialirkan ke kakinya lebih banyak.


Setiap kali melompat tinggi, Tang Hao selalu berseru kegirangan karena dia merasa keren. Setelah melompar sekitar belasan kali, akhirnya Tang Hao telah sampai di kaki bukit kecil di depannya. Tang Hao berhenti sesaat untuk mengambil nafasnya yang memburu. Meskipun Tang Hao sudah memasuki ranah awal dari kultivasi, namun dia belum terlalu bisa mengendalikan kekuatannya sehingga masih banyak energi dan tenaganya yang terbuang sia-sia.


Setelah beristirahat sejenak, Tang Hao kembali melompat namun kali ini lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya. Sekali lompatan, Tang Hao telah mencapai puncak dari bukit kecil.


Tang Hao terlihat sangat girang saat melihat di tengah puncak bukit terdapat sebuah danau yang cukup bening berdiameter lima meter. Tang Hao tidak langsung melompat ke dalam air danau di depannya.


Alih-alih melompat ke dalam danau, Tang Hao memeriksa sekelilingnya dengan memindai setiap inci dari setiap benda yang berada di sekitarnya. Dengan bantuan qi yang dimilikinya, Tang Hao berhasil memindai sekitarnya dengan jarak lima puluh meter. Setelah memastikan tidak ada siapapun di sekitarnya, barulah Tang Hao melompat ke dalam danau.


Namun sebelum melompat, Tang Hao telah melepas pakainnya dan mencucinya di danau depannya lalu menjemurnya di atas ranting pohon dekat danau.


Byurrr...


Tang Hao beranang ke sana kemari, kadang menyelam untuk melihat dasar dari danau, dan kadang juga berkejaran dengan ikan-ikan di danau serta mencoba menangkap mereka dengan kedua tangannya. Meskipun selalu gagal menangkap ikan karena gerakan mereka yang gesit, Tang Hao tidak merasa sedih dan bahkan semakin senanang seolah dia telah mendapat teman bermain. Kadang juga Tang Hao tertawa saat berhasil menangkap seekor ikan yang cukup besar namun terlepas kembali karena genggamanya tidak kuat.


Tanpa Tang Hao sadari, hari telah beranjak sore dan matahari mulai tenggelam di ufuk barat.


"Ahh ternyata sudah sore." Tang Hao mendongak ke langit melihat matahari yang mulai tenggelam. Dia bergegas keluar dari danau dan mengambil pakaiannya yang telah kering seperti semula lalu mengenakannya kembali.


"Ahh sial di mana aku harus menginap malam ini. Aku lupa tidak membawa alat-alat untuk berkemah padahal di tempat kakek ada banyak." Tang Hao melompat turun dari bukit kecil. Sekali lompat dirinya telah berada di bawah tepat di depan kaki bukit kecil.


Tang Hao mencoba menyusuri sekitarnya sekiranya dia menemukan benda-benda sederhana yang dapat dibuatnya tenda. Namun setelah berjalan cukup lama dan hari mulai gelap, dia tidak menemukan satupun benda-benda yang bisa dijadikannya membuat tenda.


"Ahh siall..." Umpat Tang Hao pelan sambil menendangi batu-batu kecil di depannya.


"Apa aku tidur di bawah pohon aja ya" Tang Hao bergumam dan memandang lurus ke depan. Tang Hao segera menghentikan langkahnya dan dia terlihat kaget saat melihat sesuatu di depannya.


"Eh ada gua di sini? Sejak kapan gua ini berdiri di sini? Apa gua ini terletak di balik bukit ini ya. Hemm jangan-jangan aku sudah mengitari bukit ini tanpa kusadari. Ah sudahlah setidaknya gua ini lebih baik daripada tidur di bawah pohon tempatku berlatih tadi siang." Tang Hao tidak terlalu memikirkan keberadaan gua ini karena yang dibutuhkannya saat ini adalah istirahat. Setelah memindai gua di depannya dengan kesadarannya dan tidak menemukan sesuatu yang berbahaya, Tang Hao memasuki gua itu setelah terlebih dahulu mengumpulkan ranting-ranting kering yang berserakan di dekatnya.


Setelah sampai di dalam gua, Tang Hao melihat sekelilingnya yang gelap. Meskipun gelap, Tang Hao bisa melihat sedikit lebih baik dengan bantuan qi yang dialirkan ke kedua matanya.


"Luar biasa ternyata fungsi qi ini, bisa digunakan untuk hal-hal sederhana seperti ini. Waktunya membuat api unggun." Tang Hao meletakkan ranting-ranting kecil di salah satu sudut gua dan duduk di situ. Tang Hao mengalirkan energi qi nya ke telapak tangannya dan menutup matanya sambil berkonsentrasi mengingat cara mengeluarkan api menggunakan qi yang dipadatkan.


Wussh..


Api kecil berwarna biru muncul di telapak tangan Tang Hao. Dengan segera Tang Hao melemparkan api kecil di tangannya ke tumpukan ranting-ranting kecil yang telah disusunya sedemikian rupa. Api kecil itu mulai membakar ranting-ranting sedikit demi sedikit. Meskipun tidak terlalu besar, setidaknya api unggun yang dibuatnya bisa menghangatkan badannya ketika tidur.


"Ah luar biasa.. Tidak pernah kusangka bisa mengeluarkan api dari telapak tangan sendiri. Jika orang bumi mengetahuinya mungki mereka akan menyembahku. Hihihi" Tang Hao cekikikan kecil, dia terlalu asik dengan kesenangan dirinya tanpa disadarinya, Tang Hao memiliki lima akar spiritual dengan masing-masing elemen, salah satunya adalah elemen api. Itulah yang membuat Tang Hao mudah memunculkan api dari telapak tangannya.


"Ah rasanya sangat nyaman ketika meluruskan kaki seperti ini." Tang Hao tidur beralaskan daun-daun besar yang ikut diambilnya bersama ranting-ranting. Tang Hao meluruskan kakinya dan menikmati waktu relaksnya dengan tenang dan nyaman. Meskipun tidur beratapkan langit-langit gua serta beralaskan daun-daun kering, namun malam itu Tang Hao tertidur dengan nyenyak dan pulas.