The Legend Of Fighter

The Legend Of Fighter
CH 15. Ji Yan



Tang Hao keluar dari ruangannya dan membiarkan kedua orang di kamarnya mengkonsolidasikan fondasi mereka agar tidak terjadi kecacatan karena peningkatan kekuatan mereka yang signifikan.


Tang Hao tidak mau membereskan barang-barang di kamarnya yang berantakan. Dia berprinsip bahwa siapa yang membuat berantakan maka dialah yang membereskan.


Tang Hao menyapa kedua prajurit penjaga pintu kamarnya. Setelah berbincang dan berkenalan Tang Hao mengatakan ingin berkeliling istana ini sebentar.


Tang Hao juga berpesan kepada keduanya untuk tetap menjaga pintu kamarnya karena di dalamnya ada dua orang pendekar tingkat tinggi yang sedang berkultivasi. Jika ada yang mencari mereka maka katakan agar tidak mengganggu kultivasi kedua orang itu jika tidak akibatnya akan sangat fatal.


Tang Hao juga meminta untuk dipanggilkan seorang dayang istana untuk menemaninya berkeliling istana. Tang Hao berpikir jika dia berjalan seorang diri takutnya akan tersesat meskipun itu mustahil karena kesadarannya mampu menutupi seluruh area istana ini bahkan jauh lebih luas lagi. Tang Hao juga tidak ingin mendapat masalah tidak perlu jiak dia berjalan sendiri. Seperti memasuki ruangan terlarang, atau dikira penyusup dan sejenisnya.


Tang Hao juga tidak lupa mengenakan seragam yang didapatnya dari Kapten Han untuk menandakan dirinya bahwa delegasi dari Kerajaan Haitan agar tidak ada yang mencari masalahnya juga.


Tang Hao didampingi seorang pelayan muda yang cukup manis. Pelayan itu terlihat sedikit malu saat berjalan di samping Tang Hao, meskipun Tang Hao sudah merubah tampilan wajahnya dengan tekhnik perubahan tubuh yang diajarkan kakek Lian menjadi seorang pria biasa yang tidak memiliki ketampanan sama sekali, namun mata biru dan aura yang keluar dari tubuh Tang Hao menarik minat banyak orang terutama kau hawa. Senyum menawan Tang Hao juga merupakan salah satu daya pikat yang sulit untuk dilepas dari pandangan kaum hawa.


"Nona siapa nama anda?" Tanya Tang Hao kepada pelayan yang berjalan di belakangnya.


"Nama saya Ji Yan tuan." Jawab Ji Yan singkat.


"Nama saya Tang Hao. Hemm semenjak berada di Kerajaan ini, setiap orang yang saya temui rata-rata adalah para pendekar, hampir tidak ada orang biasa termasuk anak kecil." Tang Hao memulai percakapan sambil berkeliling halaman istana yang lumayan luas.


"Tuan pasti merasakan bahwa gravitasi di Kerajaan ini dua kali lebih kuat dari daerah manapun di benua ini. Setiap orang yang tinggal di sini terpaksa harus memiliki tenaga dalam demi menjaga organ-organ dalam tubuh tidak rusak karena dalam gravitasi terus menerus." Jawab Ji Yan singkat.


Tang Hao mengangguk-angguk paham mendengar penjelasan singkat Ji Yan. Dia sebenarnya mengharapkan penjelasan yang lebih dari gadis manis di belakangnya.


Sementara itu Ji Yan sendiri cukup penasaran dengan pemuda di depannya ini. Pasalanya dia tidak mampu melihat tingkat kekuatan Tang Hao, dan yang lebih menarik adalah pemuda di depannya ini seolah tidak terpengaruh dengan tekanan garivatasi. Padahal para prajurit yang datang bersamanya terlihat cukup kepayahan.


Tang Hao berhenti di dekat kolam air mancur dengan ikan-ikan hias berbagai macam warna dan ukuran, terlihat cukup indah. Suara gemericik air mancur terdengar menenangkan. Tang Hao memejamkan matanya mengingat masa lalu kehidupan pertamanya. Dia sungguh ingin mengharapkan kehidupan yang nyaman, kolam ikan dengan air mancur yang bergemericik.


Tang Hao melanjutkan perjalanannya sementara Ji Yan hanya diam di belakangnya mengikuti kemanapun dia pergi. Kadang sesekali Ji Yan juga menjelaskan beberapa ruangan dan tempat tanpa diminta oleh Tang Hao.


"Sudah berapa lama kamu bekerja di sini, nona Yan?" Tanya Tang Hao.


"Sudah sejak kecil tuan. Kedua orang tua saya juga sudah mengabdi kepada Kerajaan ini semenjak mereka kecil."


"Apa kamu tidak memimpikan kehidupan bebas di luar sana?"


"Tidak juga tuan. Terkadang saya memimpikan kehidupan bebas, namun saat melihat dan mendengar bahwa kehidupan di luar Kerajaan tidak baik-baik saja, membuat saya membuang jauh-jauh keinginan itu. Saya menghargai hidup saya lebih dari apapun."


"Kamu tipe orang yang seperti saya, yang lebih menghargai hidup dan takut kematian. Namun karena menghargai hidup itu yang membuat saya keluar dari zona nyaman. Lalu hanya dengan menjadi kuatlah saya mampu hidup untuk lebih lama."


"Lalu tuan, anda berpikir bahwa dengan petualang anda akan menjadi kuat? Menjadi prajurit seperti anda justru membuat anda lebih dekat dengan kematian."


Tang Hao terdiam mendengar ucapan gadis itu, dia hampir saja lupa bahwa dirinya saat ini terlihat seperti prajurit. Dia memutar otaknya untuk memberi jawaban yang sesuai dan masuk akal. Tentu saja dia tidak akan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya bukanlah prajurit melainkan seseorang yang tanpa sengaja bergabung dengan rombongan Kerajaan Haitan dalam perjalanan.


"Bagi kebanyakan orang, menjadi prajurit memang mendekatkan kematian. Tapi yang tidak diketahui orang-orang bahwa justru dengan lebih sering melihat kematian membuatmu lebih mampu menghindari kematian. Dengan sering melihat kematian, membuat mu memiliki tekad yang lebih untuk menjadi kuat dan kuat. Nona sendiri bisa melihat bahwa saya tidak terpengaruh sama sekali dengan gravitasi di Kerajaan ini, itu karena saya telah berlatih di tempat khusus dengan gravitasi yang jauh lebih kuat dari ini. Saya berlatih keras siang dan malam karena terlalu sering melihat kematian."


Ji Yan terdiam mendengar penuturan Tang Hao. Dia tidak menyangka bahwa pemuda di depannya ini telah melewati kehidupan yang cukup keras. Lalu Ji Yan berasumsi bahwa pemuda di depannya ini berasal dari keluarga pendekat tingkat tinggi di Kerajaan Haitan dan kedua orang tuanya juga merupakan prajurit yang setiap harinya melihat kematian.


Tang Hao dan Ji Yan melanjutkan perjalanan mereka, Ji Yan kini telah memiliki pandangan yang berbeda dari sebelumnya mengenai Tang Hao. Sikap Ji Yan juga terlihat lebih hangat dan lebih akrab dari sebelumnya, hal itu dapat terlihat dengan jelas oleh Tang Hao.


Setelah cukup lama berkeliling, Tang Hao dan Ji Yan sampai juga di depan kamar Tang Hao.


"Terima kasih nona Yan telah menemani saya berkeliling."


"Sama-sama tuan Tang, senang berkenalan dengan anda."


"Sebagai terima kasih, saya harap anda mau menerima buah ini." Tang Hao memberikan duah buah apel yang sama dengan apa yang dihidangkannya kepada Kapten Han dan Kapten Zhang.


"Tapi ingat nona Yan, dengan kekuatanmu saat ini, jangan memakan semuanya sekaligus. Anda harus membaginya sepertiga jika tidak anda akan mengalami kondisi kelebihan energi dan menyebabkan kematian."


Ji Yan terdiam memahami ucapan Tang Hao. Kini dia faham bahwa buah yang diterimanya merupakan buah sumber daya.


"Baik terima kasih tuan Tang." Ji Yan menunduk lalu berjalan meninggalkan Tang Hao. Dia segera kembali ke kamarnya.


Tang Hao memasuki kamarnya dan melihat pemandangan tidak biasa, Kapten Han dan Kapten Zhang sedang membereskan barang-barang di kamarnya yang berantakan sebelumnya.


Kapten Han dan Kapten Zhang terlihat jauh lebih muda dari sebelumnya. Mereka terlihat berumur sekitar tiga puluhan tahun. Aura yang keluar dari tubuh keduanya juga terlihat lebih kuat namun lebih tenang. Tang Hao dapat menebak bahwa kerajaan Niao akan ramai sebentar lagi.


Kapten Han dan Kapten Zhang tersenyum canggung saat melihat kedatangan Tang Hao. Mereka merasa tidak enak terhadapnya, telah diberikan sumber daya yang sangat berharga bahkan jika dilelang akan mencapai harga ratusan juta koin emas namun pemuda di depannya ini memberikan secara cuma-cuma.


"Terima kasih tuan Tang, sumber daya ini bahkan jauh lebih berharga dari apapun yang kami miliki saat ini." Kapten Zhang dan Kapten Han mendekati Tang Hao setelah beberes dan memberi hormat kepadanya. Bahkan kini mereka merubah gaya panggilan mereka terhadap Tang Hao.


Tang Hao sendiri cukup terkejut dengan tindakan kedua orang ini. Dia memang tak menyangka bahwa sumber daya, bagi seorang pendekar jauh lebih berharga dari pada hidup mereka.


Kakek Lian sendiri telah mewanti-wanti untuk tidak memberi tahukan kepada siapapun mengenai sumber dayanya. Namun Tang Hao berpikir tidak mengapa memberikan buah apel ini kepada orang-orang yang dibutuhkannya atau orang-orang yang dibantunya. Terlebih buah apel ini sangat banyak di dalam Cincin Semestanya. Baginya buah apel ini hanya sebagai camilan saja dan tidak berpengaruh apa-apa padanya.


"Tidak masalah tuan paman Zhang, paman Han." Jawab Tang Hao santai dan berwibawa seolah buah apel ini memang begitu berharga sehingga membuat kedua orang di depannya merasa lebih berhutang besar kepadanya.


"Apapun yang tuan Tang inginkan, selama itu tidak melanggar etika kependekaran, akan kami lakukan semaksimal mungkin." Balas Han dan Zhang. Mereka berdua telah bertekad untuk melakukan apapun yang diinginkan Tang Hao. Mereka berdua juga telah siap jika disuruh mengikutinya dan meninggalkan Kerajaan yang telah mereka layani selama hidup mereka.


Tang Hao tampak berpikir sejenak. Sebenarnya perkataan seperti inilah yang diharap-harapkannya dari tadi. Dia memberikan buah apal keduanya karena mengharapkan ucapan seperti ini. Namun dia mencoba untuk tetap santai dan terlihat misterius.


Sementara itu, Han dan Zhang tampak tidak sabar dengan permintaan Tang Hao. Mereka berdua takut jika permintaan itu adalah sesuatu yang mustahil mereka lakukan.


"Karena kedua paman telah berkata demikian, maka saya ingin mengajukan dua permintaan." Tang Hao diam sejenak melihat reaksi Han dan Zhang. Dia seolah menikmati kegelisahan mereka.


"Pertama, saya ingin identitas. Identitas yang membuktikan bahwa saya berasal dari Kerajaan ini dan merupakan bagian dari Kerajaan ini. Apakah bisa?"


"Tentu saja bisa tuan Tang, itu adalah hal mudah bagi saya." Jawab Kapten Zhang cepat dan semangat. Tentu saja dengan posisi dan kekuatannya yang sekarang, ini adalah hal yang sangat mudah.


"Lalu apa permintaan kedua?" Tanya Han cepat. Dia takut tidak bisa memenuhi permintaan Tang Hao karena kalah cepat dengan Zhang. Tang Hao tersenyum memahami kegelisahan Han.


"Permintaan kedua adalah saya ingin peta lengkap benua ini. Termasuk desa-desa, Sekte-sekte san Kerajaan maupun Kekaisaran yang ada di benua ini."


"Baik tuan Tang itu adalah yang mudah. Kebetulan saya membawa keduanya, namun berada di kamar saya." Jawab Han cepat tersenyum lebar.


"Baik tidak masalah, saya hanya butuh besok." Jawab Tang Hao singkat.


"Apakah besok anda akan segera pergi?" Tanya Kapten Han.


"Ya saya harus pergi. Ada banyak hal yang harus saya lakukan dan dapatkan. Jika berlama-lama di sini, hanya akan menghambat saya."


"Baik terima kasih tuan Tang. Permintaan anda akan kami bawa ke sini besok." Jawab Kapten Han dan Kapten Zhang bangkit dari duduk mereka lalu memberi hormat. Kedua lalu pergi meninggalkan kamar Tang Hao.


Dan benar saja sesuai dengan dugaannya, di luar kamar Tang Hao terjadi kehebohan karena kedua orang itu tampak lebih mudah dan tingkat kekuatan mereka melejit dengan gilanya hanya dalam satu hari.


Tang Hao merebahkan punggungnya, kapten Zhang dan Kapten Han meninggalkan kamar Tang Hao ketika langit sudah sore dan matahari hampir tenggelam. Dia sudah lebih dari dua hari tidak tidur sama sekali dan dirinya juga terlihat kelelahan. Dia juga telah memesan kepada penjaga di depan kamarnya untuk tidak membiarkan siapapun masuk, kecuali atas perintah raja.


Hanya dalam beberapa tarikan nafas, Tang Hao terlelap dengan nyenyak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hi guys, 2 Juli ulang tahun author, ada yang mau ngucapin selamat nggak ya??