The Legend Of Fighter

The Legend Of Fighter
CH 04. The Way Of Destroying Heaven



Tang Hao memejamkan matanya perlahan sambil mengingat semua manual kultivasi yang diajarkan kakek Lian serta dari buku-buku manual kultivasi milik kakek Lian yang dibacanya.


Setiap kali Tang Hao hendak membaca satu buku milik kakek Lian, orang tua itu akan membusungkan dadanya sambil berbangga kepada Tang Hao bahwa semua buku yang dimilikinya adalah buku-buku terbaik dari beberapa dunia yang dikumpulkannya. Tang Hao hanya diam mendengarkan ucapan Kakeknya itu dan tidak berniat membantah sama sekali.


"Buku manual kultivasi yang kamu pilih adalah akan menjadi jalan kultivasimu dan akan menentukan masa depanmu kelak. Ingat Hao'er jangan sampai salah memilih manual kultivasi." Peringatan Kakek Lian masih terdengar jelas di telinganya.


Tanpa Tang Hao sadari, saat ini kesadaranya telah memasuki alam bawah sadarnya. Di sana dia dapat melihat ratusan buku yang telah dibacanya sedang melayang-layang di depannya. Setiap buku yang melayang memancarkan aura yang begitu hebat sehingga membuat Tang Hao bingung harus memilih yang mana.


Ketika Tang Hao sedang bingung memilih mana manual yang hendak digunakannya, tiba-tiba sebuah sinar emas muncul dari atas kepala Tang Hao dan mengeluarkan aura yang jauh lebih mengerikan hingga membuat semua buku manual yang telah dipancarkannya meredup semua dan tidak lagi mengeluarkan aura seperti sebelumnya. Seolah aura dari buku manual yang tiba-tiba muncul di atas kepala Tang Hao melahap semua aura buku manual kultivasi yang telah dibacanya.


Buku yang bersinar emas itu turun tepat melayang di depan Tang Hao. Meskipun penasaran dengan buku di depannya karena dia merasa tidak pernah membaca buku itu sebelumnya, Tang Hao tidak segera meraih buku itu. Dia merasakan aura yang sedikit familiar namun merasa sedikit tertindas.


Buku itu meredup saat di depan Tang Hao namun masih tetap mengeluarkan aura yang menindas dan membuat semua buku manual menjauh dari buku yang baru datang.


Tang Hao meraih buku di depannya dengan rasa penasaran dan mencoba membaca judul buku yang terukir di covernya.


"THE WAY OF DESTROYING HEAVEN"


Tang Hao terkejut membaca judul buku di tangannya dan tanpa disadarinya seketika tangannya gemetar. Buku yang berada di tangan Tang Hao bergetar dan berdengung sesaat sebelum berubah menjadi cahaya dan memasuki kepala Tang Hao dengan paksa.


Aaagghhhh.....


Tang Hao menjerit kesakitan dan memegangi kepalanya begitu buku tadi memasuki kepalanya. Tang Hao terduduk berlutut dan memegangi ubun-ubunya. Nafasnya memburu dan keringat dingin mengucur dari dahi dan tubuhnya.


Setelah beberapa saat Tang Hao merasa baikan, dia tidak lagi memegang kepalanya dan perlahan bangkit dari dari berlututnya. Dia mencoba memejamkan matanya dan semua informasi tentang buku manual kultivasi telah tercetak dalam kepalanya.


"Manual kultivasi The Way Of Destroying Heaven ini memang benar-benar mengerikan. Dan jika aku berhasil mengkultivasi manual ini, mungkin aku akan bisa mencapai prestasi Kakek Lian dalam waktu yang jauh lebih singkat. Tapi dari mana buku ini berasal? Kakek Lian tidak pernah memiliki buku seperti ini, dan kenapa pula bisa tiba-tiba muncul dihadapanku? Ah nanti kutanyakan saja pada kakek Lian mengenai hal ini, siapa tahu kakek tahu sesuatu." Gumam Tang Hao sambil memegangi dagunya.


"JANGAN KATAKAN PADA SIAPAPUN" Satu suara yang berat muncul di kepala Tang Hao membuat anak itu meloncat kaget dan memegangi kepalanya.


"Agghh siapaa?? Siapa kamu?" Tanya Tang Hao menjerit sambil memperhatikan suasana sekitarnya. Tubuhnya berkeringat dingin dan pikirannya melayang pada film-film horor yang tidak sengaja ditontonnya.


"Wusshhh...."


Tiba-tiba satu cahaya keluar dari kepala Tang Hao dan membentuk sebuah tubuh layaknya manusia namun memiliki mata semua tanpa irish mata serta asap hitam yang mengeliling tubuh itu.


Sosok di depan Tang Hao hanya memandangnya dalam diam tanpa ekspreksi sama sekali. Seolah dia adalah robot tanpa akal. Tang Hao mencoba menguasai dirinya dan merasa bahwa sosok di depannya ini tidak berbahaya.


Tang Hao mencoba melihat kaki sosok di depannya, dan dia bernafas lega saat melihat kedua kaki sosok itu menapak di tanah tidak melayang. Karena menurut yang diketahuinya bahwa hantu tidak menapak di tanah karena bumi tidak menerima mereka.


"Ssi.. Sia pa kkamu?" Tanya Tang Hao terbata masih dengan sedikit takut saat menatap mata hitam sosok di depannya.


"Tuan muda tidak perlu tahu siapa saya. Saya hanya mengingatkan bahwa, sebaiknya Tuan Muda jangan sesekali memberi tahu orang lain tentang manual yang telah tuan muda dapatkan kepada siapapun itu termasuk orang tua yang telah merawat tuan muda selama lima tahun ini. Ingat tuan muda, keserakahan manusia mampu menghilangkan tali persaudaraan, bahkan mampu menghilangkan hubungan antara anak dan ayah. Maaf tuan muda, waktu saya tidak banyak. Saya harus segera pergi." Jawab sosok itu sambil tersenyum ramah. Senyum ramah yang membuat Tang Hao merasa lebih baik.


"Dan terima kasih tuan muda telah lahir. Sampai bertemu di lain kesempatan"


Ctak...


Setelah mengucapkan kata perpisahan, sosok itu menghilang tanpa sisa seperti asap yang dihempaskan angin. Sebelum pergi sosok itu menjentikkan jarinya, keluar cahaya putih dari jarinya dan menyapu Tang Hao, menghilangkan seluruh rasa takut Tang Hao dan menghangkatkannya serta menghilangkan air seni yang membasahi celananya seperti sedia kala.


Tang Hao terdiam beberapa saat, mencoba memahami apa yang barusan telah terjadi padanya. Semua begitu cepat berlalu hingga tak sempat membuat Tang Hao bereaksi untuk membalas ucapan sosok yang yang tadi berbicara di depannya.


Tang Hao mengingat semua yang diakatakan sosok itu, mulai dari tentang merahasiakan manual kultivasi yang baru didapatnya dari siapapun termasuk dari kakek Lian, atau tentang sosok yang memanggilnya tuan muda seolah sosok tadi mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Dan yang paling mengganjal adalah ucapannya yang terakhir, Tang Hao dapat melihat bahwa sudut mata sosok tadi sedikit berair saat mengucapkan perpisahan.


Tang Hao memeriksa kondisi celana yang telah kering seolah-olah kejadian memalukan tadi tidak pernah terjadi.


"Ekheemmm..." Tang Hao berdehem untuk menghilangkan rasa malunya karena mengingat pertama kalinya dia ngompol dalam dua kehidupannya. Tang Hao memperhatikan sekelilingnya untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang menyaksikannya mengompol meskipun sudah tidak ada tanda-tanda dia pernah baru saja mengompol di celana.


"Hemm siapa sebenarnya han.... ah bukan orang itu? Kenapa dia memanggilku tuan muda, apa hubunganku dengannya? Haduhh tidak di dunia ini tidak di dunia sebelumnya selalu ada sosok-sosok aneh yang memanggilku tuan muda. Ah sudahlah jika memang waktunya aku akan mengetahui semuanya meskipun perlahan." Gumam Tang Hao yang sudah mendapat ketengannya kembali.


Lalu dia melihat di depannya ada sebuah pintu yang entah sejak kapan telah berada di sana. Tang Hao membuka pintu itu dan memasukinya. Cahaya yang menyilaukan menyipitkan matanya untuk melihat sekelilingnya.


Tang Hao mendapati dirinya sedang duduk lotus di bawah pohon kayu yang rindang tempat awal Tang Hao mecoba mengingat manual kultivasi yang akan dipilihnya.


"Hemm kupikir aku memasuki dunia lain ternyata masih di sini. Lalu tempat apa tadi, apakah alam bawah sadarku? Wahh keren juga aku bisa melihat alam bawah sadarku dalam keadaan sadar." Ucap girang Tang Hao seolah telah menemukan sesuatu yang berharga.


"Ah siall sebaiknya aku segera berlatih." Tang Hao tersadar dari lamunanya dan memukul pelan kepalanya. Tanpa disadarinya Tang Hao telah mulai mempraktikkan manual kultivasi The Way Of Destroying Heaven.