
"Selamat pagi tuan Tang" Kapten Han dan Kapten Zhang memasuki kamar Tang Hao begitu dipersilahkan masuk. Semenjak kejadian peningkatan kekuatan kedua kapten itu secara besar-besaran, sikap mereka terhada Tang Hao jauh lebih sopan. Seakan-akan Tang Hao adalah dewa penolong mereka.
"Selamat pagi juga." Tang Hao membalas sopan. Dia tidak enak hati diperlakukan seperti itu oleh orang yang jauh lebih tua darinya. Tang Hao sudah diajarkan untuk tetap rendah hati kepada siapapun sejak kehidupan pertamanya.
Kehidupan keduanya pun Kakek Lian juga mengajarkannya tetap rendah hati tidak sombong atau memamerkan kekuatannya sehingga banyak orang yang memusuhinya meskipun sudah dianggapnya sebagai orang yang dicintainya.
Tang Hao melihat kapten Zhang dan kapten Han membawa beberapa barang di tangan mereka. Dia dapat menduga bahwa itu adalah barang yang dimintanya.
Setelah duduk di kursi yang sama seperti kemarin, Kapten Han dan Kapten Zhang mengeluarkan bawaan mereka. Pertama sebuah gulungan sepanjang satu meter.
Gulungan itu dibuka perlahan dan mulai terlihat kontur-kontur serta garis-garis berbagai warna. Gulungan itu dibuka hingga sempurna mampu menutupi meja kosong di depan mereka yang luasnya sekitar empat meter. Cukup lebar memang gulungan itu.
"Tuan Tang, ini adalah peta yang anda maksud. Garis-garis putih ini adalah jalan utama, garis-garis hitam ini adalah jalur-jalur alternatif. Garis-garis kuning ini adalah jalan-jalan desa dan bukan jalan utama. Lalu tanda X warna merah ini adalah tanda terlarang yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang." Kapten Han menjelaskan satu persatu tanda yang ada di peta.
Tang Hao mengamati setiap tanda di peta. Dia sedikit terkejut saat mendapati Lembah Kematian tempatnya tumbuh besar merupakan salah satu tempat yang ditandai dengan tanda X paling besar.
"Paman Han, Paman Zhang, Lembah Kematian ini merupakan satu-satunya tempat dengan tanda X paling besar. Kenapa demikian?" Tang Hao sedikit penasaran dengan hal ini dan tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.
Kapten Zhang menghembuskan nafasnya perlahan.
"Tuan Tang, seperti yang kita ketahui Kerajaan Niao merupakan satu-satunya Kerajaan dengan gravitasi dua kali lebih kuat dari Kerajaan maupun Kekaisaran lainnya.
Gravitasi itu berasal dari Lembah Kematian. Di sana tekanan Gravitasi sepuluh kali lipat yang bahkan membuat Pendekar Cahaya harus berpikir ulang untuk memasuki daerah itu.
Bukan cuman itu, di sana bahkan terdapat Beast-beast dengan kekuatan yang luar biasa, yang bahkan Pendekar Langit bisa terbunuh begitu saja. Rata-rata beast di sana adalah Raja dan Ratu yang telah hidup ribuan tahun.
Sekitar lima belas tahun yang lalu terjadi fenomena aneh yang mengerikan. Tiba-tiba saja cuaca di Lembah Kematian menjadi tidak stabil, muncul petir ganas yang menyambar-nyambar daerah itu, bahkan suara petir itu sampai terdengar Kerajaan tetangga seperti Kerajaan Haitan.
Tidak hanya itu, gravitasi di lembah Neraka juga meningkat dengan drastis dan mempengaruhi Kerajaan Niao tentunya dan beberapa Kerajaan tetangga.
Karena kuatnya gravitasi itu, para pendekar yang berada di tingkat Pendekar Batu mati begitu saja. Saat kejadian itu, salah satu sekte besar mengunjungi Kerajaan ini yang dipimpin oleh seorang Pendekar Cahaya. Pendekar Cahaya pun itu tidak mampu menahan kekuatan gravitasi yang luar biasa hingga membuat dia bertekuk lutut.
Karena kejadian itu peta benua ini diperbarui dan menetapkan Lembah Kematian sebagai tempat paling mematikan di benua ini, tentu sesuai dengan namanya." Kapten Zhang menjelaskan panjang lebar.
Tang Hao mendengarkannya dengan seksama. Dia mengerutkan dahinya, jika kejadian itu terjadi lima belas tahun lalu, berarti sama dengan dia tahun berpindah ke dunia ini.
Tang Hao takut jika dia yang menyebakan hal itu dan orang-orang mencarinya lalu menuntut balas dan tentu saja hidupnya akan berada dalam bahaya. Memikirkan itu saja membuat Tang Hao berkeringat dingin.
Tang Hao hanya diam memahami satu persatu dan melihat detai setiap desa maupun Kerajaan serta letak sekte-sekte yang ada di benua Timur.
Diantara semua itu, Tang Hao cukup tertarik dengan beberapa tempat. Salah satunya adalah tiga sekte dengan gambar bintang di atas gambar sekte tersebut.
"Sword God Sect, Heavenly Demon Sect dan Blue Lightning Sect kenapa ada dua sekte yang hanya mempunyai bintang di atasnya? Kenapa tidak ada dengan sekte lain?" Tanya Tang Hao penasaran.
Kapten Han dan Kapten Zhang memandang Tang Hao dengan tatapan aneh sambil mengernyitkan dahi. Kedua Kapten itu saling pandang sesaat lalu mengangguk pelan.
"Kami tidak tahu dari mana anda berasal, namun sepertinya Tuan Tang memang tidak tahu dengan tiga sekte ini." Kapten Zhang membuka suara.
"Sword God Sect adalah sekte aliran putih terbesar di benua ini satu dari tiga sekte Super yang diberi peringkat bintang sepuluh oleh dunia pesilatan.
Heavenly Demon Sect adalah sekte aliran hitam terbesar di benua ini dan juga satu dari tiga sekte super yang diberi peringkat bintang sepuluh. Sekte ini sedikit aneh, tidak seperti sekte aliran hitam lainnya. Sekte ini terdiri dari beberapa klan yang membangunnya. Sering terjadi perebutan kekuasaan di antara klan dalam sekte tersebut setiap pergantian pemimpin.
Blue Lightining Sect adalah sekte aliran netral terbesar. Dan sama seperti dua sekte lainnya, sekte ini juga diberi peringkat bintang sepuluh.
Tiga sekte ini menjadi ikon kekuatan terkuat di benua ini. Karena ketiga sekte ini juga Benua Timur disegani oleh beberapa benua lainnya.
Ketiga sekte ini tidak terlalu ikut campur dengan urusan sekte-sekte di bawah mereka kecuali memang benar-benar dalam keadaan darurat. Contohnya adalah kejadian besar yang saat ini terjadi." Jelas kapten Zhang panjang lebar. Sesekali kapten Han juga ikut menimpali.
Tang Hao menyimak dengan serius penjelasan kapten Han dan Kapten Zhang. Baginya hal ini merupakan sesuatu yang baru karena kakek Lian tidak menjelaskannya. Namun yang jauh lebih penting baginya, kedua kapten di depannya ini tidak mempertanyakan asal usulnya. Jika keduanya bertanya, mungkin dia harus mencari jawaban yang lebih masuk akal.
"Lalu apa bedanya sekte Super besar dan Sekte besar?" Tanya Tang Hao lagi.
"Jika sekte besar memiliki lima Pendekar Cahaya dan satu Pendekar Bumi, maka sekte super memiliki Sepuluh Pendekar Cahaya, Dua Pendekar Bumi dan Satu Pendekar Langit. Bahkan Heavenly Demon Sect dan Sword God Sect dirumorkan memiliki masing-masing satu Pendekar Roh."
Tang Hao begitu tercengang mendengar informasi baru itu. Dia merasa cukup penasaran dengan kekuatan orang-orang kuat di dunia ini. Dia penasaran bukan karena ingin menantang duel dengan mereka, tapi ingin melihat kekuatan mereka secara langsung. Menantang duel dengan orang kuat adalah hal tabu dalam hidup Tang Hao.
Tang Hao kembali menanyakan beberapa hal yang tidak dimengertinya, kapten Zhang dan Kapten Han menjelaskan setiap pertanyaan Tang Hao dengan sabar dan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan pemuda di depan mereka ini.
Setelah cukup puas dengan informasi yang didapatnya dan tidak ada lagi yang ditanyakannya, Kapten Zhang menggulung peta tersebut lalu memberikannya kepada Tang Hao. Pemuda itu menerimanya dengan tersenyum meskipun dia tidak butuh lagi dengan peta di depannya karena semua informasi dan gambaran peta sudah terismpan lekat di kepalanya. Bahkan setiap detail informasi yang didapatnya maupun hal terkecil yang ada dalam peta seolah terbuka di depan matanya.
Kapten Zhang lalu mengeluarkan benda selanjutnya yaitu sebuah lencana berwarna emas dengan tulisan Kerajaan Niao, lalu dibawahnya ada tulisan Marques Tang Hao.
Tang Hao menerima lencana itu dan terkejut dengan ukiran nama di lencana itu. Dia tentu mengetahui gelar bangsawan Marqus. Marqus memiliki cukup p engaruh, kedudukannya dua tingkat di bawah raja dan satu tingkat di bawah Duke.
Tang Hao yang bukan siapa-siapa bahkan tidak memiliki identitas, kini sekalinya mendapat identitas malah mendapat gelar bangsawan Marqus. Tang Hao tersenyum lebar menerima lencana itu.
"Terima kasih kapten Han terima kasih kapten Zhang." Ucap Tang Hao senang. Kedua kapten itu membalas hormatan Tang Hao.
Lalu kapten Zhang mengeluarkan benda selanjutnya yaitu berupa kotak kayu seukuran dua telapak tanga orang dewasa jika digabungkan.
Tang Hao menerima kotak itu dan membuka penutupnya. Dia mengernyitkan dahinya saat melihat beberapa lembar kertas berwarna emas. Tang Hao tidak terlalu bodoh untuk menenali bahwa kertas yang ada dalam kotak adalah lembaran uang meskipun Tang Hao tidak mengetahui berapa nominal uang kertas ini namun dia diam saja tidak bertanya lebih lanjut. Tang Hao berpura-pura tersenyum menerima uang kertas itu.
Setelah berbincang-bincang beberapa saat, Kapten Zhang dan Kapten Han pamit undur diri kembali ke ruangnnya masing-masing.
Sebelum pamit, Kapten Han mengatakan bahwa rombongan mereka akan kembali besok pagi. Kapten Han bertanya apakah Tang Hao ikut rombongan mereka atau tidak. Tang Hao menjawab mengikuti rombongan Kapten Han keluar dari istana ini lalu berpisah ketika telah berada di luar istana. Kapten Han mengangguk paham.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketuduran gaes tadi malam blm sempat up🙏🙏