
Perjalanan Tang Hao bersama rombongan Kerajaan Haitan berjalan cukup lancar, kekhawatiran Kapten Han tidak terjadi sama sekali.
Tang Hao sendiri mendapat banyak cerita dari Kapten Han selama perjalanan mereka. Tang Hao kini mengerti bahwa rombongan Kerajaan Haitan ini sedang dalam rombongan meminang tuan Putri Kerajaan Niao.
Kerajaan Haitan hanya memiliki satu orang Putra Mahkota yang saat ini berada dalam kereta kuda bersama Raja dan Ibunda Ratu, oleh sebab itu Prajurit Khusus Kerajaan Haitan bertanggung jawab dalam mendampingi keselamatan Pewaris Kerajaan Haitan.
Memang cukup sulit untuk menemukan Prajurit Khusus dengan tingkat kekuatan Pendekar Berlian seperti Kapten Han, sepertinya Kerajaan Haitan telah menghabiskan harta yang tidak sedikit sehingga mampu mendapatkan kekuatan Pendekar Berlian.
Jika di sekte kecil, Pendekar Berlian sudah dapat menjadi seorang Patriak. Untuk sekte Menengah Pendekar Berlian dapat menjadi seorang Tetua Terhormat atau tetua Agung. Sedangkan untuk sekte besar, Pendekar Berlian dapat menjadi seorang tetua murid dalam bahkan bisa juga menjadi seorang Murid Inti sekte besar.
Tang Hao mendengarkan dengan antusias setiap cerita Kapten Han. Tang Hao tidak menyangka, dibalik sikap tegas dan dinginnya Kapten Han ternyata seorang pria yang hangat dan suka bercanda.
Tang Hao tidak banyak berbicara kecuali sesekali bertanya apa yang tidak diketahuinya termasuk perang yang terjadi antara aliran putih, hitam dan netral. Kapten Han sedikit terkejut dengan pertanyaan itu, karena hampir setiap orang di dunia pesilatan mengetahuinya.
"Ada perjanjian tidak tertulis bahwa dunia pesilatan tidak akan ikut campur dengan dunia politik, begitu pun sebaliknya dunia politik tidak ikut campur dengan dunia pesilatan.
Namun karena aku berasal dari dunia pesilatan dapat mengetahui apa yang terjadi saat ini.
Kejadiannya sekitar lima tahun lalu. Muncul sebuah makam kuno di Kekaisaran Zhou, bukan makam biasa melainkan makam seorang Kultivator hebat sekaligus kultivator terakhir di benua ini.
Awalnya tidak ada yang mengetahui bahwa itu makam kultivator kuno, namun setelah diselidiki lebih dalam, dan membuka catatan-catatan kuno, akhirnya diketahui bahwa itu adalah makam kultivator terakhir. Komplek makam tersebut sangat luas dan berada di bawah tanah.
Awalnya tidak ada bentrokan begitu dengan makam tersebut. Karena dijaga ketat oleh para pendekar sekte aliran putih dan netral yang membuat aliansi dengan Kekaisaran Zhou, walau bagaimanapun makam tersebut muncul di daerah kekuasaan mereka. Terlebih kekuatan Kekaisaran Zhou menyamai kekuatan sekte besar aliran putih.
Namun tiba-tiba muncul puluhan sekte aliran hitam dari beberapa Kekaisaran Benua Timur, mereka menuntuk hak mereka atas apa yang ditinggalkan kultivator kuno. Dengan dalih ini, para pendekar memulai kerusuhan di sekitar makam kultivator kuno.
Kerusuhan yang dibuat para pendekar aliran hitam semakin hari semakin besar, terlebih pendekar aliran hitam di benua ini membuat aliansi sehingga kekuatan mereka tidak dapat terbendung lagi oleh para pendekar Kekaisaran Zhou.
Tidak sampai di situ, para pendekar aliran hitam yang beraliansi itu menyatakan perang dengan seluruh pendekar aliran putih Kekaisaran Zhou. Demi menghadapi kekuatan besar aliran hitam, para pendekar aliran putih kekaisaran Zhou meminta bantuan seluruh pendekar aliran putih di benua ini dan ternyata disambut dengan antusias oleh pendekar aliran putih dari berbagai Kekaisaran. Begitupun aliran netral, ada yang berpihak pada aliran putih ada juga yang berpihak pada aliran hitam hingga membuat dua kelompok tersebut sama-sama besar dan sama-sama kuat.
Pertempuran aliansi aliran hitam dengan aliansi aliran putih dimulai satu tahun yang lalu. Pertempuran itu terjadi di Kekaisaran Zhou dekat dengan munculnya makam kultivator kuno.
Pertempuran itu berlangsung hingga sekarang dan tidak tahu kapan akan berakhir. Sudah terlalu banyak nyawa yang melayang dan kerugian yang cukup besar di kedua belah pihak, namun tidak menyurutkan niat mereka memperebutkan makam kultivator kuno." Kapten mengakhiri ceritanya dengan menghembuskan nafas berat seolah tidak senang dengan apa yang terjadi saat ini.
Sementara Tang Hao sendiri merasa cukup rumit dan sedikit tidak faham dengan pola pikir orang-orang yang ada di dunia ini. Dia merasa aneh saat makam kultivator kuno menjadi rebutan dan bahkan memicu perang berskala besar.
Kapten Han memandang Tang Hao aneh, dia memperhatikan Tang Hao dari awal sampai atas. Kapten Han menyilitkan matanya seolah mencoba melihat kebodohan Tang Hao yang luar biasa.
Kapten Han memandang Tang Hao tajam.
"Hei, apa-apaan dengan makam orang mati? Itu adalah makam kultivator, makam kultivator kuno" Suara Kapten Ham sedikit mrninggi. Dia mengarahkan kudanya hingga mepet dengan kuda Tang Hao.
"Anak muda, aku tidak tahu kamu bodoh atau sedikit kurang waras." Celutuk Kapten Han. Tang Hao yang mendengar itu merasa sedikit dongkol.
"Lalu apa istimewanya makam itu?" Tanya Tang Hao dengan wajah polos lagi.
"Dengarkan anak muda, dengarkan baik-baik agar pikiran bodohmu itu sedikit tercerahkan. Pada zaman dulu, kami meyebutnya zaman kuno, dunia ini dipenuhi dengan kultivator, dunia ini disebut dengan dunia kultivator atau disebut alam atas. Pada zaman dulu, seseorang mampu menghancurkan gunung-gunung sekali tinju, mengeringkan sungai-sungai dengan lambaian tangan, terbang melewati bintang-bintang, menjadi abadi, memiliki kekuatan menghancurkan dunia, memasuki dunia lain yang berbeda. Orang-orang itu disebut kultivator yang mengkultivasi energi paling murni di alam semesta.
Para kultivator memiliki tekhnik tersendiri dalam mengkultivasi energi alam menjadi energi murni yang tak tertandingi dan menjadikannya kekuatan utama yang tak terbatas. Hanya dengan energi murni tak tertandingi seseorang bisa menjadi abadi dan memiliki kekuatan tak terkalahkan.
Namun sayangnya tekhnik mengolah energi alam menjadi energi murni menghilang secara misterius dan tidak tahu bagaimana menghilangnya. Bahkan dalam catatan paling kuno yang pernah ditemukan tidak disebutkan bagaimana menghilangnya. Hanya dijelaskan bahwa ada makam seorang kultivator kuno di Kekaisaran Zhou namun tidak diketahui di mana persisnya dan itu menjadi teka-teki yang sudah dilupakan hingga makam itu akhirnya muncul sendiri ke permukaan.
Orang-orang zaman sekarang hanya memiliki teknik mengolah energi yang ada menjadi energi biasa yang tidak bisa memberika kekuatan besar dan tidak bisa menjadikan kita abadi.
Dengan kemunculan makam kultivator kuno, sudah dipastikan bahwa teknik mengolah emergi menjadi abadi pasti ada di sana. Hal itu menjadi sangat penting bagi kelompok aluran putih, hitam dan netral karena bisa siapa saja yang memiliki teknik itu tidak diragukan lagi maka dia akan menguasai dunia ini dan menjadi abadi.
Jika aliran hitam yang memiliki tekhnik itu, maka dipastikan tidak akan ada lagi kedamaian yang telah kita rasakan selama puluhan tahun ini, bahkan meskipun zaman mengalami kemunduran hingga pada zaman ini, kedamaian masih harus dipertaruhkan dengan nyawa.
Untuk saat ini, perang yang berlangsung tidak hanya tentang adu kekuatan namun juga adu strategi dan politik. Aliran hitam memang sangat licik, bahkan beberapa kali mereka berhasil membantai habis rombongan-rombongan aliran putih yang diutus membawa pangan dari beberapa tempat di Benua ini. Aliran hitam sudah sangat kelewatan." Kapten Han mengakhiri ceritanya denga mengepalkan tangannya erat.
Tang Hao mendengar itu juga dibuat geram, yang dia tahu meskipun perang berlangsung adalah sebuah peraturan tidak tertulis larangan untuk merampas stok pangan dari kedua belah pihak yang sedang berperang.
Perang itu adalah seni dan setiap seni memiliki keindahannya tersendiri, merusak seni berarti adalah sebuah kejahatan yang serius. Salah satu kejatahan seni perang yang paling serius adalah merampas stok pangan lawan yang dalam perjalanan.
Tang Hao diam mendengarkan cerita Kapten Han. Dia saat ini sedang terpikirkan andaikan aliran putih memiliki cinci ruang seperti miliknya, maka sepertinya mereka tidak akan kesulitan lagi dalam hal panganan. Tang Hao sempat berpikir untuk segera pergi Ke Kekaisaran Zhou dan memberikan aliran putih beberapa cincin ruang yang dimiliknya saat ini.
Namun dia tahu bahwa hal itu bukanlah hal mudah, terutama tentang identitasnya saat ini. Dia perlu identitas yang cukup jelas agar tidak mendapat masalah ke depannya. Dan Tang Hao tahu bahwa untuk mendapat identitas yang diinginkannya jalan terbaiknya adalah dengan mendekati Kapten Han dan memintanya untuk membuat identitas. Tentu saja dengan identitas dan kekuatan Kapten hal mengenai identitas bukanlah masalah besar baginya.