The Legend Of Fighter

The Legend Of Fighter
CH 16. Saudara Seperguruan



Tang Hao terbangun dari tidurnya ketika dia merasakan nafsu membunuh yang cukup pekat meskipun disembunyikan, lewat di atas atap kamarnya.


Tang Hao segera mengedarkan pandangannya ke seluruh istana dan mendapati tiga orang pendekar tingkat tinggi sedang berlarian di atas atap istana.


Tang Hao tidak menenali mereka karena tubuh mereka dibalut kain hingga menutupi seluruh tubuh dari atas sampai bawah. Hanya kedua mata mereka yang terlihat.


Tang Hao yakin, ketiga orang itu tidaklah berniat baik karena memasuki istana dengan senyap dan tengah malam. Tang Hao memperkirakan waktunya sekitar antara pukul 24 hingga pukul 01 malam.


Tang Hao cukup terkejut dengan tingkat kultivasi ketiga orang itu. Dua diantara mereka berada di tingkat Pendekar Berlian tahap awal dan satu Pendekar Berlian tahap akhir.


Tang Hao merasakan ketiga orang itu berlari ke arah ruang utama Istana, karena di sana telah berkumpul dua Raja dari Kerajaan besar.


Tang Hao terlihat cukup gusar saat mengetahui itu, namun kegusarannya itu berganti lega saat melihat di ujung atap istana yang gelap telah berdiri dua orang yang dikenalinya, Kapten Han dan Kapten Zhang.


Kedua orang itu sedang memandang tajam ke arah tiga orang yang berlarian dan hampir mendekati atap ruang utama istana.


Ketiga pembunuh itu berdiri tepat di atas atap ruang istana, sambil berjongkok ketiga orang itu telah bersiap-siap menghancurkan atap istana.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Satu suara dari arah depan mengejutkan ketiga orang pembunuh itu. Ketiga pembunuh itu reflek dengan cepat melompat mundur beberapa meter.


Ketiga orang pembunuh itu tampak saling memandang dan berkomunikasi dalam diam. Sepertinya mereka dengan cepat membuat strategi baru untuk melaksanakan aksi mereka.


"Hahaha aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini." Ucap pembunuh yang tingkatanya lebih tinggi sambil maju ke depan selangkah.


Kapten Han dan Kapten Zhang mengerutkan dahi begitu pembunuh itu berbicara. Sepertinya mereka mengenal pembunuh itu hanya dari suaranya.


"Kakak seperguruan Jung." Ucap Kapten Han dan Kapten Zhang tidak percaya.


"Hooohh... Aku kira kalian tidak mengenaliku. Xixixi." Pembunuh Jung membuka penutup wajahnya. Terlihat seorang pria berumur empat puluhan tahun.


Kapten Han dan Kapten Zhang terdiam saat melihat wajah kakak seperguruan mereka itu. Wajah yang sebenarnya sangat akrab bagi mereka.


"Lalu mereka?" Kapten Han menunjuk ke arah dua orang pembunuh di belakang Jung.


"Ya benar, mereka adalah adik seperguruan kalian." Jawab Jung dengan tenang.


Kedua orang di belakang Jung maju sambil membuka penutup wajah mereka. Kedua pembunuh itu tersenyum mengejek ke arah Kapten Han dan Kapten Zhang. Wajah kedua orang itu tampak lebih muda dari Jung.


"Lama tidak bertemu kakak sepergeruan. Lihat lah tingkat kekuatan kalian sepertinya tidak ada peningkatan sama sekali." Ucap kedua orang itu tersenyum sini.


Kapten Han dan Kapten Zhang mengenali kedua orang itu juga meski tingkat senioritas mereka jauh di bawah keduanya. Kedua orang itu cukup terkenal di perguruan karena disebut-sebut sebagai jenius pada zamannya dan juga mereka memiliki perangai yang baik serta menjadi contoh bagi adik-adik junior mereka.


Ada segurat rasa sedih di mata Kapten Han dan Kapten Zhang saat memikirkan ketiga saudara seperguruannya ini ternyata lebih memihak kepada aliran hitam.


Entah apa yang telah ditawarkan kepada mereka, sehingga mampu membelokkan sifat mereka yang awalnya memihak kepada kebenaran dan kebaikan menjadi kejahatan. Atau mungkin memang ekspektasi kapten Han dan Kapten Zhang yang terlampau tinggi terhadap mereka.


"Aku tahu kalian berdua adalah dua orang jenius hebat dari sekte kita, namun aku sangat menyayangkan kalian lebih memilih Kerajaan kecil ini dan mempertaruhkan nyawa kalian. Ckckck aku tidak bisa menyebut kalian jenius, melainkan tolol." Kapten Jung menyumpahi kedua adik seperguruannya ini yang lebih memilih aliran putih.


Meskipun sekte mereka adalah aliran netral dan sekte mereka lebih fokus kepada mencari kekuatan, namun kebanyakan lulusan sekte tersebut lebih memilih aliran hitam karena sumber daya yang bisa mereka dapatkan lebih banyak dari pada aliran putih.


Hal itu juga yang membuat Kapten Han dan Kapten Zhang lebih memilih mendedikasikan diri mereka kepada Kerajaan dari pada kepada sekte aliran putih apalagi aliran hitam.


"Saudara Jung" Kapten Han membuka suara, dia tidak lagi memanggil saudara seperguruannya itu dengan panggilan kakak seperti sebelum-sebelumnya.


"Kupikir kau salah memahami sesuatu. Justru karena aku dan kakak Zhang bergabung dengan Kerajaan kecil, kekuatan kami meningkat pesat. Dan kurasa keputusan bergabung dengan Kerajaan membuat pertemuan tidak terduga yang sangat-sangat kusyukuri." Balas Kapten Han tersenyum bangga.


"Omong kosong." Sergah Jung terlihat kesal. Dia merasa kedua adek seperguruannya sengaja mengatakan omong kosong untuk mengibur diri mereka sendiri dan menolak kenyataan.


"Pertemuan beruntung apanya? Aku tidak tau kecelakaan apa yang menimpa hingga membuat otak kalian tidak berguna." Cecar Jung.


"Sudahlah aku tidak ingin menghabiskan energiku karena berdebat dengan kalian, sebagai kakak tertua, aku sendiri yang akan menghabisi nyawa kalian." Jung mengeluarkan senjata di punggungnya berupa kapak besar. Begitu juga dengan kedua orang di belakang Jung yang menghunuskan senjata mereka masing-masing.


Wuushhh...


Jung berlari ke arah Kapten Zhang yang tingkat kultivasinya Pendekar Berlian tingkat menengah. Sementara dua adik perguruannya menyerang Han yang tingkat kultivasinya terlihat sama seperti mereka.


Namun sayangnya ekpektasi ketiga pembunuh itu terlalu besar. Awalnya mereka berniat segera membunuh sauda perguruan mereka lalu melanjutkan misi mereka membunuh dua raja sekaligus.


Taanggg..


Kapak besar Jung beradu dengan pedang Kapten Zhang. Jung membelalakkan matanya ketika sebuah tenaga yang besar dari pedang Kapten Zhang membuat dia terlempar dan Kapaknya mengalami retakkan.


Wuushh bruuukk....


Jung terlepar ke bawah dan menimbulkan kegaduhan sehingga membuat para prajurit yang berjaga berkumpul ke arah pertempuran.


Wuushh bruukk bruukk..


Dari arah atap juga terlempar dua orang berpakaian tertutup dari atas sampai bawah. Para prajurit yang berkumpul melihat ke atas atap dan menemukan Kapten Han dan Kapten Zhang melompat ke bawah.


Kedua orang itu segera menyuruh para prajurit untuk menjauh karena pertempuran ini bukanlah ada pada level mereka. Para prajurit mengikuti arahan dua kapten hebat itu, karena melihat kapten Han dan Kapten Zhang telah membuka tingkat mereka sehingga terlihat jelas bahwa saat ini kapten Han telah berada pada tingkat Pendekar Platinum tahap dua sedangkan Kapten Zhang berada pada tingkat Pendekar Platinum tahap awal.


Jung dan dua lainnya terbelalak tidak percaya saat melihat tingkat kekuatan Kapten Zhang dan Kapten Han yang sebenarnya. Mereka mengutuk diri mereka sendiri karena telah dibodohi dengan sengaja oleh kedua orang di depan mereka.


"Sialan kalian, tidak mengatakan dari awal." Umpat Jung marah, dia memegang kapaknya yang telah retak-retak dengan perasaan tidak menentu.


"Sudahlah tidak perlu berdebat, sejak awal aku sudah mengetahui kedatangan kalian dan rencana Sekte Black river. Kalian pikir karena kami Kerajaan kecil sehingga membuat kalian berbuat seenaknya di Kerajaan ini dan berpikir tidak ada mata-mata di sekte kalian? Hahaha sungguh sekte besar seperti Black River pun terlalu percaya diri dengan kemanannya." Balas Kapten Zhang tersenyum lebar. Semua yang dia katakan memang benar.


Sementara itu Jung dan dua lainnya menggertakan gigi marah dan mengepalkan tangan dengan keras. Mereka juga tidak membawa bala bantuan karena yakin mampu menyelesaikan misi ini dengan mudah seperti rencana mereka.


Sebelumnya Jung telah membuat strategi dengan dua adik sepergurunya jika Kapten Han dan Kapten Zhang muncul maka kedua orang ini menahan mereka dan Jung sendiri yang akan membunuh kedua raja beserta istri dan anak-anaknya. Selesai membunuh raja barulah Jung akan membantu membunuh Kapten Han dan Kapten Zhang. Namun rencana mereka gagal total karena faktor di luar perkiraan mereka


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara sampe sini dulu ya.. Asli nguantuuukkk berattt😪😪😪