The Legend Of Fighter

The Legend Of Fighter
CH 03. MULAI BERLATIH



Hari berganti minggu berganti bulan berganti tahun. Genap 5 tahun Tang Hao dan kakek Lian tinggal bersama dan menjalani hidup.


Saat ini Tang Hao berusia 5 tahun dan sedang merayakan ulang tahunnya bersama Kakek Lian. Ulang tahun yang cukup unik karena ditemani para beast berusia ribuan tahun yang telah mampu berbicara dan memiliki kecerdasan layaknya manusia.


Tang Hao kecil awalnya tidak percaya saat melihat ukuran beast yang hanya dilihatnya dalam film-film layar lebar dan mampu berbicara. Tang Hao kecil juga sempat merasa setres karena memahami dunia yang saat ini ditinggalinya segala sesuatunya melebihi akal sehatnya.


Namun seiring waktu berjalan, Tang Hao kecil menjadi terbiasa dengan semua ketidak masuk akalan yang dilihatnya setiap hari. Bahkan dia tidak terlalu terkejut saat melihat kakek Lian terbang di udara layaknya burung terbang.


"Kakek hanya bisa terbang sesaat saja akibat gravitasi yang ada di Lembah ini." Terang Kakek Lian saat Tang Hao kecil bertanya dan ingin melihat kakek Lian terbang lebih lama.


"Nanti jika saatnya tiba, kakek akan mengajarkan semua apa yang kakek bisa dalam hidup. Termasuk memasak makanan enak ini." Hibur Kakek Lian saat Tang Hao kecil merengek ingin bisa terbang seperti kakek Lian.


Sebenarnya orang tua itu cukup terkejut saat melihat Tang Hao kecil yang tidak merasa tertekan atau terpengaruh sama sekali dengan gaya gravitasi Lembah Neraka. Anak itu dapat berjalan, berlari dan melompat layaknya anak kecil lainnya di daerah tanpa gravitasi tinggi.


"Apa karena anak ini sudah terbiasa dengan gravitasi di sini karena memang sejak kecil telah berada di sini ya?" Sebenarnya ada banyak hal yang dipikirkan kakek Lian mengenai sebab Tang Hao kecil terlihat tidak terpengaruh dengan gravitasi lima kali lipat dari daerah lain di luar Kerjaan Niao.


Namun bukan itu yang benar-benar mencengangkan dari Tang Hao kecil, yang membuat Kakek Lian takjub yaitu kecerdasan Tang Hao. Kecerdasan yang ditunjukkan Tang Hao benar-benar mengerikan dan belum pernah dilihat oleh Kakek Lian.


Semua yang diajarkan dan dijelaskan kakek Lian langsung tertancap di memori Tang Hao. Bahkan Tanpa Tang Hao sadari, dia telah mengkritik cara menjelaskan kakek Lian, dan juga menemukan beberapa kecacatan pada setiap ilmu yang dijelaskan Kakek Lian.


Contohnya adalah ketika Kakek Lian menjelaskan tentang Alkemi, bagaimana menghasilkan pil terbaik dengan bahan seminimal mungkin, atau cara mengontrol api dan cara memasukkan serta menggabungkan bahan-bahan yang ada hingga menghasilkan pil terbaik pada setiap tingkatannya dengan probability 100%.


Kakek Lian hanya tersenyum canggung dengan setiap teguran Tang Hao yang kadang sering blak-blakan. Namun tanpa diketahui Kakek Lian, setiap kali Tang Hao mengkritik Kakek Lian, semua yang keluar dari mulut Tang Hao adalah ketidak sengajaan dan secara spontanitas. Kadang Tang Hao sudah mencoba menahan dirinya untuk tidak berbicara, namun seolah mulutnya menolak kerjasama dengan keinginan Tang Hao.


Tang Hao sendiri pun merasa bingung bagaimana dia mendapat setiap pengetahuan yang tiba-tiba datang ke kepalanya dan melekat dengan jelas. Seolah setiap pengetahun yang diucapkannya sudah memang ada sejak lama namun masih belum terlihat.


Setiap pengetahuan yang dijelaskan kakek Lian mulai dari kondisi dunia ini, organisasi kekuasaan yang berdaulat dengan tata pemerintahan yang melaksanakan tata tertib atas orang-orang di daerah tertentu atau biasa disebut Dinasty, Kerajaan maupun Negara. Ataupun tentang organisasi-organisasi yang tersebar di seluruh benua daratan timur seperti Sekte-sekte kecil, menengah hingga sekte besar, berhasil membuat Tang Hao tercengang.


"Di benua daratan timur ini terdapat lima Kekaisaran Agung pertama yaitu Dinasty Xia, Kekaisaran paling tua dan paling kuat saat ini. Wilayahnya meliputi puluhan Kerajaan dan terdapat beberapa Sekte besar di wilayah Kekaisaran Xia.


Yang kedua yaitu Dinasty Shang, meskipun wilayahnya tidak seluas Dinasty Xia, namun kekuatan yang dimilikinya tidak bisa diremehkan bahkan bisa dikatakan kedua Kekaisaran ini setara dalam hal kekuatan dan juga sama-sama Kekaisaran tertua di Benua Daratan Timur. Di Kekaisaran Shang juga terdapat beberapa Sekte besar. Jika rata-rata sekte di daerah Kekaisaran Xia adalah sekte aliran putih, maka sekte-sekte yang berada di wilayah Kekaisaran Shang adalah sekte aliran hitam.


Sering terjadi pertempuran antara sekte aliran putih dari Kekaisaran Xia dengan Kekaisaran Shang, meskipun begitu kedua Kekaisaran tidak ikut ambil bagian dalam pertempuran itu karena terdapat peraturan tidak tertulis bahwa pihak Kekaisaran tidak boleh campur tangan dalam dunia pesilatan, begitu juga sebaliknya dunia pesilatan tidak campur tangan dalam dunia pemerintahan.


Berikutnya adalah Dinasty Zhou meskipun tidak sekuat dan seluas dua Dinasty sebelumnya, namun Dinasty Zhou merupakan Dinasty paling damai dari Dinasty lainnya karena tidak ada sekte aliran hitam maupun putih di Kekaisaran itu yang ada hanya sekte aliran netral dan termasuk salah satu sekte besar di Benua Daratan Timur."


Kakek Lian menjelaskan satu persatu tentang lima Kekaisaran Agung di Daratan Benua Timur. Setelah menjelaskan Kekaisaran yang ada, kakek Lian menjelaskan tentang Sekte-sekte besar maupun organisasi yang tersebar di Seluruh daratan Benua Timur. Tang Hao sangat antusias mendengarkan itu semua. Dia tidak pernah bosan mendengar setiap penjelasan Kakek Lian, dan baginya hal ini merupakan sesuatu yang menakjubkan dan pengetahuan baru baginya.


Meskipun dulu di bumi Tang Hao pernah bercita-cita hidup di dunia yang dipenuhi dengan bela diri seperti yang dibacanya di novel-novel maupun komik, namun tak dirinya sangka saat ini dia sedang menjalani keinginannya itu.


"Baiklah Hao'er, karena sekarang usia belum memasuki usia yang seharusnya untuk mulai belajar tentang bela diri, namun kakek akan mengecualikan hal ini untukmu. Dari pada berbicara tentang teori yang sudah kakek ajarkan semuanya ke kamu, sudah saatnya memperaktekan setiap pelajaran yang telah kamu fahami." Saat ini kakek Lian mulai terlihat serius dalam mengajari Tang Hao.


"Baik kakek, Hao akan berlatih dengan giat dan sungguh-sungguh, tidak akan pernah mengecewakan kakek." Sahut Tang Hao semangat. Semenjak dia mendengar cerita Kakek Lian mengenai dunia yang dipenuhi para pendekar, Tang Hao sudah tidak sabar untuk berlatih agar keinginannya selama ini dapat tercapai, yaitu menjadi pendekar seperti di novel-novel.


Maka sejak hari itu, Tang Hao mulai berlatih di bawah bimbingan Kakek Lian yang pernah menduduki posisi sebagai Dewa terkuat pada masanya sebelum jatuh pada kondisi mengenaskan saat ini.


Bisa dikatakan bahwa tenaga dalam merupakan tolok akur bagi seorang pendekar. Semakin banyak tenaga dalam yang dimiliki seorang pendekar, semakin banyak juga manfaat dan kegunaan yang dapat dirasakannya." Kakek Lian menghentikan penjelasannya saat melihat ekspreksi Tang Hao melebihi dugaannya, wajah anak itu berseri dan matanya berbinar seolah cukup senang dengan pembahasan kali ini.


Kakek Lian juga cukup heran karena kali ini penjelasnya tidak dibantah maupun dikritik oleh Tang Hao jika sedang membahas sebuah teori. Namun dengan begini, kakek Lian lebih merasa nyaman dan terlihat lebih dihargai sehingga harga dirinya tidak merosot tajam karena kalah pengetahuan dari seorang bocah yang telah dirawatnya sejak kecil.


"Baik kakek lanjutkan. Namun yang kakek ajarkan kepadamu adalah bagaimana menyerap energi Qi ke dalam tubuh. Energi Qi adalah energi atau esensi langit bumi yang jauh lebih murni daripada energi tenaga dalam. Perbedaan antara energi tenaga dalam dan energi Qi adalah jika seratus tenaga dalam maka energi qi hanya satu benang saja.


Energi qi juga mampu membuatmu mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam berkultivasi bahkan bisa sampai pada puncak kekuatan seperti yang kakek pernah dapatkan, sedangkan energi tenaga dalam biasanya kultivasi mereka terbatas pada tingkatan tertentu saja dan mereka tidak akan bisa mencapai puncak beladiri."


Kakek Lian juga menjelaskan tentang tingkat kekuatan yang ada di dunia ini sesuai dengan apa yang diketahuinya.


"Karena tipisnya energi qi di dunia ini, kakek akan membawamu ke suatu tempat yang memiliki kemurnian energi qi yang jauh lebih banyak dari dunia ini. Di sanalah kamu harus berlatih dengan sungguh-sungguh." Kakek Lian lalu mengajak Tang Hao keluar dari rumah mereka.


Begitu berada di luar rumah, kakek Lian mengayunkan tangannya ke depan lalu muncullah portal seukuran manusia normal di depan mereka. Tang Hao kembali dibuat terkejut dengan aksi kakek Lian. Tang Hao mengerti tentang portal di depannya ini karena sering dilihatnya dalam film-film fiksi di TV dan apa kegunaannya. Namun baru kali ini dia melihat seseorang bisa memunculkan portal hanya dengan melambaikan tangannya.


Kakek Lian mengajak Tang Hao memasuki portal, diikuti Tang Hao yang penh antusias dan bersemangat karena rasa penasaran yang luar biasa dan keingin tahuan yang tidak dapat dibendungnya.


"Suatu hari aku harus bisa membuat portal seperti ini dan pergi ke bumi untuk melihat Bibi Yang. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku baik-baik saja." Tekad Tang Hao dalam hati penuh semangat. Sejak mendengar penjelasan Kakek Lian mengenai dunianya saat ini dan tentang dunia-dunia lain, Tang Hao menyimpulkan bahwa saat ini dia tidak sedang berada di planet bumi tempat tinggalnya dulu.


Keluar dari portal, Tang Hao merasa badannya sangat enteng dan seolah-olah dia bisa terbang sesukanya. Dia melihat sekelilingnya, sebuah hamparan padang yang luas dengan rumput hijau dengan bunga-bunga bermekaran. Tang Hao menghirup nafas panjang-panjang lalu melepaskannya perlahan. Pikirannya menjadi lebih tenang, nafasnya jadi lebih mudah dan ringan, dia merasa lebih rileks.


"Kakek ini tempat apa kenapa di sini terlihat sangat indah dan aku merasa sangat tenang dan nyaman berada di tempat ini?" Tang Hao tak henti bertanya pada Kakek Lian.


Kakek Lian tersenyum menanggapi pertanyaan Tang Hao, dia sudah menduga seperti apa reaksi cucunya itu saat mengetahui hal-hal baru seperti ini.


"Kakek juga tidak tahu tempat ini, soalnya baru kakek temukan ratusan tahun yang lalu dan kakek jarang sekali ke sini. Tapi yang pasti tempat ini masih berada di benua daratan timur. Tapi kakek yakin tidak ada satu pun orang yang mengetahui tentang tempat ini." Jawab Kakek Lian sambil melangkah menuju sebuah pohon yang menjulang tinggi.


"Dari mana kakek tahu kalo tidak ada yang mengetahui tempat ini selain kakek? Apa kakek pernah tinggal di sini?" Tanya Tang Hao sambil mengikuti kakek Lian menuju pohon besar yang tak jauh dari mereka berdiri.


Kakek Lian memgangguk.


"Ya kakek pernah tinggal di sini beberapa tahun lamanya sampe bosan. Namun karena alasan tertentu, kakek memutuskan untuk pindah dari sini dan tinggal di Lembah Kematian sampai sekarang." Kakek Lian mendongak melihat pohon di depannya untuk melihat pucuknya. Dia tersenyum sesaat.


"Mulai sekarang kamu berkultivasi di bawah pohon ini. Kemurnian energi di tempat ini adalah sesuatu yang membuat kakek takjub. Entah bagaimana tempat ini terbentuk, namun kakek yakin di tempat ini ada rahasia besar yang suatu hari kamu harus menyingkapnya.


"Baik kakek, Hao akan berusaha semaksimal mungkin." Sahut Tang Hao semangat.


"Kamu harus mulai berkultivasi sesuai dengan pelajaran yang telah kakek jelaskan. Ingat kakek akan memberimu waktu satu bulan dan kamu harus sudah memasuki ranah Warrior bintang lima atau setara Pendekar Kayu tahap awal jika kamu ingin berlatih permainan senjata." Perintah kakek Lian.


"Baik kakek, percayalah Hao tidak akan mengecewakan kakek."


Kakek Lian tersenyum hangat lalu mengayunkan tangannya. Muncul portal di depannya dan tanpa berkata banyak, kakek Lian memasuki portal itu dan meninggalkan Tang Hao seorang diri. Tang Hao memejamkan mata, lalu dia duduk dengan sikap lotus dan mulai mempraktikkan kultivasi yang telah diajarkan kakeknya.