The Best Single Mom

The Best Single Mom
Penyesalan atau Getun?



Penyesalan atau Getun istilah orang jawa ya guys😂😂


Kalo di depan namanya pendaftaran😍


Kini Kris hanya bisa memandang dari jauh wajah mantan istrinya Ara, mungkin sekarang dia menyesal karna dulu sudah menyia-nyiakan Ara. Ego yang terlalu tinggi dan penurut dengan ibunya jadilah hidupnya berantakan setelah berpisah dengan Ara. Awal mulanya dia tak akan menyesal sudah menceraikan Ara, namun kenyataan bahwa ibunya tidak menyukai Ara terlihat jelas dan begitu menyudutkan posisi Ara sedangkan dia sendiri tidak bisa membela mantan istrinya.


( Nasibmu ya bang Kris... salah sendiri istri itu harus di dukung apapun jika itu terbaik untuk keutuhan rumah tangga, jangan terlalu patuh sama ibumu. Karna kan kamu punya prinsip sendiri... waaahh author jadi curhat nih hihihi )


"Kris..." panggil ibunya


"Iya bu, ada apa?" tanyanya


"Kamu nggak mau menikah lagi?" tanya ibunya


Kris hanya menghela nafasnya, berkali-kali ibunya bertanya hal itu setelah bercerai dengan Ara. Ibu Kris sendiri masih bertahan dengan egonya yang membenci Ara.


"Kamu masih mengharapkan wanita murahan itu" bentak ibunya


"Bu, Ara bukan wanita yang seperti itu" belanya


"Cukup Kris, ibu tidak mau mendengar nama wanita itu. Karna bagi ibu dia bukan siapa-siapa lagi, hanya sampah" ungkapnya


Tanpa menjawab ucapan ibunya Kris berlalu begitu saja. Dia kecewa dengan ibunya, apa salah Ara sehingga ibunya bisa mengucapkan seperti itu.


"Maafkan aku Ara, aku orang yang lemah" sesalnya lirih


...----------------...


Hari ini Ara dan Mel hendak berangkat jalan-jalan dengan Aldo. Aldo sudah tiba di depan rumah calon istri dan calon anaknya itu.


"Assalamu'alaikum..." ucap Al


"Wa alaikum salam mas" jawab Ara


"Lho, Mel kemana sayang?" tanya Al


"Lagi ganti baju mas" jawab Ara


Sambil menunggu Mel ganti baju Ara menyuguhkan minuman dan cemilan untuk Aldo.


"Lho bunda kok nggak bilang kalo ayah udah dateng sih" ucapnya kesal


"Abis kamu lama banget Mel, kayak mau ngapel pacar aja" goda Ara


"Ish bundaaa...." ucap Mel


"Udah-udah, jadi jalan-jalan nggak nih atau mau perang hihihi" ucap Al


"Jadi dong..." ucap Mel dan Ara bebarengan


"Wuiihh kompaknya sayang-sayangnya aku, jadi gemes deh" ucap Al


"Yaudah yuk berangkat" lanjutnya.


"Waaahh, indah banget rumahnya. Emm rumah siapa yah?" tanya Mel


"Rumah kita dong" jawab Al


"Wuihhh asyik, ntar aku ajakin temen-temen aku nginep kesini bolehkan yah?" tanyanya


"Boleh kok Mel" ucap Al


"Mas, jangan terlalu manjain Mel deh" protes Ara


"Nggak ya sayang, aku tau kok mana yang harus di manage ya. Kamu harus percaya sama aku" ucap Al


"Iya mas" ucap Ara.


Aldo mengajak Ara dan Mel berkeliling rumah mereka, Aldo ingin Ara dan Mel nyaman dengan rumah itu nanti. Jadi Aldo juga minta pendapat Ara dan Mel apa yang kurang dari rumah itu. Bukan jawaban serius yang Mel ucapkan malah candaan yang dibicarakannya


"Kurang banget yah... kurang banyak hahahhaa" ucap Mel sambil tertawa


"Kalo aku sih mas, udah cukup gini aja. Toh mau gimana lagi nanti kita juga bakal nikmati hari tua disini" ucap Ara


"I like your support baby" ungkap Al


Ara hanya membalasnya dengan senyuman


"Ehmm aku masih dibawah umur ya ayah bunda, nanti aja deh lanjut keuwuannya setelah aku pergi"protes Mel


Ara dan Aldo mendengar ucapan Mel hanya mengulum senyum dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.


Setelah puas melihat setiap sudut rumah itu mereka lanjut menuju mall XX untuk makan malam.


" Yah, nanti di kamar Mel tambahin TV sendiri ya"ucap Mel


"Kenapa nggak ditaruh di ruang tengah aja Mel?" tanya Al


"Nggak asyik, ntar aku jadi obat nyamuk ayah sama bunda dong" cebiknya


"Tanya bunda dulu boleh nggak" jawab Al


"Bunda sih gak apa, yang penting Mel harus rajin belajar, bunda nggak ingin Mel ngecewain bunda. No pacaran fokus belajar dan belajar" wejangan bundanya


"Siap bos" ucap Mel


Aldo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak tirinya.


...----------------...


Sesampainya di rumah Ara dan Mel segera bergegas mengganti baju dan tidur. Sedangkan Aldo menuju apartemennya, karna dia lebih nyaman disana daripada di rumah yang slalu dicecar pertanyaan oleh mamanya.


Akhirnya aku dan kamu bersatu Ra, sungguh seperti mimpi saja. Aku sangat bahagia, walaupun mungkin aku terlambat mengetahui semuanya. Aku hanya inginkan dirimu Ra. Sekian lama aku menunggumu, hanya dalam hitungan hari aku akan memilkimu seutuhnya. Sungguh jodoh itu mau sejauh apapun tetap akan kembali ungkap Aldo dalam hati.