The Best Single Mom

The Best Single Mom
Penculikan



"Pa, hari ini Ina sama kak Vano mau jalan-jalan berdua yaa" ucap Ina


"Sayang, jangan deh lagi banyak virus sekarang" ucap Ara


"Yaah bunda... kan juga udah protokol kesehatan" keluh Ina


"Boleh sayang, tapi ditemani kak Mel ya... nggak boleh pergi berdua aja" ucap Al


"Yess, makasih papa" ucap Ina


"Maas...." protes Ara


"Udah biarin aja nggak apa Ra, lagian kan juga sama Mel pasti juga ada Juna. Mel nggak bakal keluar kalo nggak ada Juna" hibur Al


"Haaah" hela nafas Ara


Melihat suaminya mengizinkan anak-anaknya pergi rasanya ada was-was. Entah Ara tak tahu mengapa perasaannya tak enak. Namun segera ditepisnya perasaan itu agar dia lebih tenang.


"Bunda, papa Mel sama adik-adik mau keluar dulu" pamit Mel


"Lho nggak sama Juna?" tanya Ara


"Sama bang Juna juga kok bunda, ini lagi nungguin orangnya juga kok" ucap Mel


Tak selang beberapa lama Juna datang..


"Assalamu'alaikum" ucapnya


"Wa alaikum salam" jawab mereka serempak


"Bunda, papa halo duo M" sapa Juna sambil mencium kedua tangan orang tua Mel


"Gimana kabar kamu Jun" tanya Al


"Alhamdulillah baik pa" jawab Juna


"Oh iya itu yang perusahaan cabang di Surabaya gimana?" tanya Al lagi


"Alhamdulillah bisa diselesaikan kok pa, udah Juna atasi sama asisten Juna. Hehehe... biasa sedikit problem tapi udah clear kok" ucap Juna


Aldo hanya mengangguk dan tersenyum mendengar jawaban Juna. Aldo tahu Juna mampu mengatasi masalah dengan kemampuannya sendiri. Bahkan dia sangat menyayangkan kenapa Juna baru sekarang mengambil alih perusahaan papanya.


Namun dia tidak ingin membuat calon mantunya itu tersinggung, pasti ada alasan tersendiri kenapa baru sekarang memegang perusahaan papanya.


"Udah semua belum sayang" ucap Juna pada Mel


"Udah kok bang" jawab Mel dengan muka memerah


"Ciyee ciyeee.... sweet sweett" goda Ina


"Hust, yuk jalan" ajak Mel


"Bunda papa kami berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum" pamit Juna dan Mel


"Waalaikumsalam, hati-hati sayang jangan ngebut-ngebut" ucap Ara


"Sayaang...." panggil Al


"Kenapa mas.." ucap Ara


"Mumpung anak-anak pada keluar yuk... hehehehe" ucap Al


"Ish, puasa dulu ya mas... 7 hari ke depan hihihi" ucap Ara sambil cekikikan


"Hadeeeehhh.. puasa puasaaaaa" gerutunya


...****************...


"Ini kita mau kemana sih?" tanya Juna waktu diperjalanan


"Ke Mall XX aja bang, aku pengen ke tempat bermainnya" ucap Ina


"Siap bos laksanakan" jawab Juna


Yang lain hanya tertawa mendengarnya.


"Van, lagi asyik ngapain sih?" tanya Juna


"Enggak kok bang... lagi liatin game aja" ucap Vano, namun raut wajahnya yang begitu tenang tidak ada yang tahu apa yang sedang dilakukannya. Vano memang pendiam jarang berbicara jika dia tidak diajak bicara hanya sesekali menimpali saja. Vano sedang berkutat dengan rekannya yang pandai dengan IT. Hanya papanya yang tau jika dia sudah mahir masalah IT, sekarang pun dia juga punya perusahaan sendiri walau masih kecil otaknya pun tidak bisa diremehkan. Ada saja hal yang dapat diatasinya dengan mudah.


"Nah, kita udah sampai... yuk turun" ajak Mel


Juna, Ina dan Vano hanya menganggukkan kepalanya saja. Sambil berjalan masuk menuju Mall XX.


Ina dan Vano menuju wahana bermain, sedang Mel dan Juna bagian mengawasi kedua bocah itu. Sambil memesan makanan jikalau kedua bocah itu lapar.


"Bang, gimana kabar papa sama mama?" tanya Mel


"Baik kok sayang, sekarang Ana malah sering di rumah jarang keluar" ucap Juna


"Ya iyalah bang, wong ya temennya Ana abang ajak keluar hihihi" ucap Mel


"Ish kan yang lain ada dong sayang, masak cuma kamu doang" cebiknya


"Hehehe, lha Rindu ama Mifta kan juga lagi sibuk joinan usaha bang" ucap Mel.


Juna hanya mengangkat bahunya saja, Toh Ana di rumah juga sering membantu mamanya berbelanja ataupun memasak. Biar banyak waktu sama keluarga, orang tuanya jarang ke perusahaan jika itu tidak terlalu penting karna semua sudah di handle oleh Juna sendiri.


"Bang, Mel ke toilet bentar ya.." pamit Mel


"Iya hati-hati sayang" ucap Juna


Mel berlalu menuju toilet, namun dari arah lain ada yang mengawasi tindakan mereka dari jauh. Melihat Mel pergi ini kesempatan orang-orang itu menculik Mel sesuai perintah bos mereka. Mereka mengikuti Mel sampai toilet dan menunggunya hingga keluar. Saat hendak keluar toilet dia berpapasan dengan orang-orang yang berbaju hitam namun tak ingin banyak berfikir dia segera berlalu begitu saja.


Ketika hendak menuju ke wahana bermain Mel tiba-tiba dibekap dan tak sadarkan diri. Orang-orang itupun segera membawa Mel pergi sebelum banyak orang yang melihat. Mereka meninggalkan Mall XX menuju ke rumah tuan bosnya.


Juna gelisah ketika Mel tak kunjung kembali dari toilet. Saat mau menghubungi Mel ternyata hp Mel ditinggal diatas meja samping tempat duduknya.


Juna segera menuju toilet untuk menghampiri Mel, namun tak ada satupun orang disana.


Juna bergegas menghubungi Aldo untuk memberitahukan bahwa Mel hilang.


Saat di rumah Ara mendapatkan pesan masuk dari nomor tak dikenal


+6285xxxxxxxx


Halo Ara sayang... Gimana?? Mau ketemu anak kesayangamu nggak? Kalo kamu mau ketemu sama dia datang sendiri kesini. Jangan pernah mengajak suamimu.


Ara yang mendapatkan pesan itu pun bingung, lantaran anak-anaknya pergi bermain bersama. Lalu apa yang terjadi, apakah ada orang yang iseng sedang mengerjainya atau memang hal buruk sudah terjadi dengan salah satu anaknya. Ara menghampiri Al yang sedang duduk diluar balkon kamarnya.


"Mas, kenapa perasaanku tidak enak ya. Anak-anak baik-baik aja kan?" tanya Ara


"Mereka lagi bermain kok sayang, tenang aja nggak akan terjadi apa-apa" hibur Al. Meski dia tau bahwa Mel diculik, namun dia tidak ingin Ara berfikiran terlalu jauh dan membuatnya jatuh sakit. Aldo sudah menghubungi pengawalnya untuk mendeteksi letak Mel. Mel selalu memakai cincin pemberian miliknya itu, Mel tidak tau jika cincin itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mengetahui jika terjadi hal-hal yang buruk seperti ini. Begitupun duo M juga memakai cincin yang sama. Aldo antisipasi saja karna begitu banyak orang-orang yang ingin menjatuhkannya.


Siapakah yang menculik Mel??? Apakah ada kaitannya dengan Ara?? Atau berkaitan dengan partner bisnis Aldo??? Penasaran kah??? Author juga penasaran hihihi... Tunggu Episode selanjutnya ya... Nanti bakal author ungkap siapa yang sudah menculik Mel... See you tomorrow....


Jangan lupa like, komen dan Vote yaa....


Matur Thank you dan Matur suwun🙏🙏🙏