
Hari ini tepat 7 bulan usia kandungan Ara. Ara Aldo dan Mel senang sekali karna janin yang ada di dalam kandungannya kembar, belum tahu pasti boy atau girl. Ara dan Aldo tidak mempermasalahkan tentang jenis kelaminnya. Orang tua Al dan Ara belum mengetahui jika calon cucu mereka kembar.
Jadwal Ara periksa kandungan hari ini ditemani Aldo, Mel tidak bisa ikut mengantar karna harus kuliah pagi.
"Kalo hari ini Mel nggak ada kuliah pagi, huuh pasti Mel ikut bunda" omelnya
"Sayang, kan lain hari bisa temani bunda periksa" hibur Ara
"Haaah" hela Mel
"Hihihihi, mending bolos aja Mel" goda Al
"Papa"
"Mas"
Panggil Mel dan Ara serentak serta dengan menyorot tajam papanya dan suaminya. Aldo hanya membalasnya dengan cengiran.
"Nanti malam acara 7 bulananmu ya sayang, dan para calon oma opa sudah heboh sendiri hihihi" ucap Al
"Iya mas, nanti kita undang anak-anak panti asuhan ya buat syukurannya. Semua udah disiapin kok malah udah 99%" ucap Ara
"Papa, bunda Mel berangkat dulu ya Assalamu'alaikum" pamit Mel
"Wa alaikum salam" ucap Al dan Ara
Mel sekarang berangkat kuliah tidak lagi bersama Ana, karna papanya sudah membelikan mobil, Mel memilih honda brio blue sebagai mobil kesayangannya. Itu adalah hadiah saat Mel meraih prestasi di SMA nya dulu.
Jarak universitas dengan rumahnya hanya menempuh waktu 30 menit. Sesampainya di kampus, Mel memarkirkan mobilnya di tempat biasa dilihatnya Ana dan Rindu baru saja tiba.
"Hai guys..." sapa Mel
"Halo ciwi-ciwi" kata Ana
"Eh si Tata mana?" tanya Mel
"Nggak tau, katanya sih nggak masuk. Ada urusan keluarga" jawab Rindu
"Biasanya kan tuh anak ngomong ke kita-kita kalo ada masalah.. Waahh ini kayaknya lagi urgent deh" ucap Mel
"Gimana kalo ntar pulang kuliah kita samperin ke rumahnya" usul Ana
"Boleh deh" ucap Mel dan Rindu
Mel, Ana dan Rindu segera masuk ke ruangan kelasnya. Hari ini kuliah pagi Dosen Juna. Ya, kakak Ana adalah dosen di Universitas yang sekarang mereka masuki. Mereka berempat kuliah disana karna atas permintaan Juna, sebab Juna bisa mengawasi Ana sekaligus Mel. Sebenarnya Universitas itu milik yayasan di bawah naungan perusahaan papanya Juna. Namun Juna tidak ingin semua orang tau bahwa dia pemilik Universitas itu. Makanya dia menjadi dosen pengajar di fakultas psikologi.
Tak terasa jam sudah menunjukkan waktu istirahat, Ana Mel dan Rindu segera menuju ke kantin kampus. Ketika Mel hendak keluar, Juna memanggilnya
"Melati" panggil Juna
"Iya pak Jun" jawab Mel
Ya Juna memanggil Mel dengan nama lengkap, karna masih ada anak-anak lain di kelasnya, begitupun Mel memanggil Juna pak karna menghormati sebagai Dosennya
"Tolong ikut ke ruangan saya" ucap Juna
Ana dan Rindu saling pandang ke arah Mel, Mel hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau. Setelah itu pun Ana dan Rindu menuju ke kantin sembari menunggu Mel.
"Silahkan duduk Mel" ucap Juna
"Kenapa abang manggil Mel kemari?" tanya Mel bingung
"Nggak papa Mel,abang cuma pengen makan siang ama Mel aja" ucap Juna malu
"Ya ampun bang Juna... so sweet banget sih..." ucap Mel
"Lha mau gimana lagi, soalnya kamu belum menjawab pertanyaan abang waktu itu" keluhnya
"Bang, kan Mel udah bilang kalo jodoh nggak akan kemana. Oh iya bentar aku hubungin Ana dulu biar nggak nungguin aku" ucap Mel.
Saat Mel menghubungi Ana, Juna segera mempersiapkan makanan yang sudah dibawanya dari rumah, khusus Juna sendiri yang memasaknya untuk dimakan berdua bersama Mel.
"Waah, inikan kesukaanku bang, Iih abang kok hafal banget sih" ucap Mel
Juna mencubit pipi Mel gemas karna tingkah Mel yang seperti itu lalu berkata
"Abang kan tau apa makanan kesukaan yang tersayang"
Blush
Wajah Mel merona mendengar ucapan Juna.
"Yuk makan sayang" ucap Juna
"Aaaa apa??? Bang Juna tadi bilang apa?" tanya Mel
"Nggak papa kok sayang, emang nggak boleh ya abang manggil gitu" ucapnya lirih
"Hehehehe, boleh kok bang. Asal jangan di depan anak-anak deh. Secara abang kan fans nya banyak di kampus" keluh Mel
"Nggak apa dong, tapi hati abang cuma buat Mel aja" ucap Juna
"Yuk makan, laper nih bang dari tadi diajakin ngobrol terus" gerutu Mel
Juna dan Mel makan berdua di ruangan Juna. Tidak ada yang berani masuk jika Juna ada tamu, karna orang yang berani masuk tanpa permisi hanya adiknya Ana. Jika ada orang lain yang mengganggu waktu istirahatnya entah Juna akan menegurnya dengan menskors 1 bulan jika itu dosen maka gajinya dipotong 10%. Mel dan Juna makan dalam diam, ada rasa canggung saat hanya berdua saja.
"Bang... Mel nanti balik ke kelas duluan ya, udah ditungguin Ana ama Rindu" ucap Mel
"Iya sayang, hati-hati inget jaga mata sama hati buat abang" ucap Juna
Mel hanya tersenyum mendengar ucapan Juna, lalu pergi menuju kelasnya kembali.
( Wwuiiihhh bang Juna galak yaa.. Eeitss itu cuma sama orang lain tapi kalo sama Mel beuuhh bucin deh bucin )
NOTE : LEBIH BAIK DICINTAI ORANG YANG BENAR-BENAR TULUS MENERIMA KITA APA ADANYA, KARNA AUTHOR SUDAH MERASAKAN ITU. KEHIDUPAN INI TAK ADA YANG BERJALAN MULUS PASTI ADA LIKA LIKUNYA. INGAT JANGAN PERNAH MENYERAH HARUS TETAP SEMANGAT, YAKINKAN BAHWA DIRIMU BISA MELALUI UJIAN APAPUN ITU.π
MAAF YA UP NYA LAMA, KARNA KEMARIN FULL KERJAπππ