
Aldo dan Juna sudah koordinasi dengan tim yang mereka buat, pengawal serta orang-orang suruhan mereka sudah mengepung kediaman Alexander.Ya, Aldo tau Alexander dari Vano anaknya itu meski dia masih SD namun otaknya tidak bisa diremehkan. Berbekal dari cincin yang dipakai kakaknya Mel, dia bisa mendeteksi dimana Mel berada dan bisa melihat apa yang terjadi dengan Mel.
Saat di mansion Alexander...
"Sudah bangun gadis cantik" sapa Alex
"Kkamu siapa... mau apa kamu menculikku" ucap Mel
"Hahahhaha... asal kamu tau Melati Sekar Arum... apakah kamu lupa denganku" ucap Alex.
"Maaf aku tidak mengenalmu dan tidak mau mengenalmu" ucap Mel lantang
Alex hanya tersenyum smirk, lalu mendekati Mel yang tengah berbaring di atas kasur miliknya.Mel yang melihat Alex mencoba mendekat sudah antisipasi untuk memberontak.
"Sungguh sangat disayangkan, gadis secantik dirimu harus aku jadikan umpan untuk memancing Ara ku tersayang datang padaku" bisiknya lirih
Mel yang mendengar itu pun tersentak dan membisu, ya Mel paham sekarang siapa orang ini dan kemauan orang ini. Alexander Luxio adalah orang yang dulu pernah ditolak bundanya saat bundanya masih sekolah SMA. Orang yang slalu mengintai keluarganya dan berpesta setelah mendengar ayah dan bundanya bercerai. Dialah dalang dibalik semua peristiwa yang menimpa keluarganya. Sungguh obsesi yang sangat menakutkan bisa dikatakan bahwa dia sungguh orang yang tidak pernah memiliki akal. Bagaimana tidak, dulu Alex pernah mencoba mendekati Ara dengan segala kekayaan yang dimilikinya. Dia sungguh tidak tau bagaimana sifat Ara. Ara pun slalu menolak, lebih baik menjauh dari orang seperti Alex.
"Kkamuu" ucap Mel
"Ya.. sekarang kamu tau siapa aku gadis cantik" ucapnya
"Lepaskan aku... lepaskan aku" teriak Mel
"Hahahahahahaaha... tidak semudah itu gadis cantik. Setelah Ara tersayangku kemari aku tidak akan melepasmu dengan mudah" ucapnya sambil tersenyum samar.
Oh sungguh Mel sangat ketakutan, aura dari Alex membuatnya bergidik. Walau dia merasa jijik sekali melihat manusia macam Alex. Sungguh memuakkan, dia berharap papanya dan Juna segera membawanya pergi dari neraka itu.
Setelah itu Alex meninggalkan Mel sendiri di dalam kamar.
"Bang Juna, papa tolong Mel hiks hiks hiks" ucapnya lirih dengan derai air mata membasahi kedua pipinya.
Di lain tempat, kini pasangan calon mantu dan calon mertua itu sedang berdiskusi untuk melancarkan serangan pada Alexander.
"Bagaimana ini, apa kita harus memberitahu bunda. Bunda pasti khawatir dengan Mel pa" ucap Juna
"Haah... aku tidak yakin jika Ara akan baik-baik saja jika mendengar Mel diculik pria brengsek itu" ucap Aldo.
"Kalo kita tidak bilang pada bunda, lalu apa yang harus kita lakukan untuk memancing pria itu Pa? Satu-satunya jalan hanya bunda yang dia minta ke mansion itu" ucap Juna
Aldo tidak ingin Ara masuk ke mansion Alex, karna Aldo tau bagaimana otak licik Alex yang menghalalkan segala cara untuk memiliki istrinya itu. Sehingga dia harus berfikir lebih ekstra untuk lebih licik dari Alex. Akhirnya dia menemukan sebuah ide dan dia segera menceritakan pada Juna. Juna yang mendengar ide dari calon mertuanya itu hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Sekarang dia berjalan mengendap-endap melalui pagar samping mansion Alex, dia mencoba mencari dimana letak kekasih hatinya disekap. Tak lama kemudian dia melihat kekasih hatinya dibalik kamar dilantai 2 paling ujung. Dia segera bersembunyi saat ada pengawal Alex yang lewat. Setelah tak terlihat Juna segera mengetuk jendela kamar yang ditempati Mel.
"Mel mel..." panggil Juna lirih
Mel yang mendengar seperti ada suara ketukan pun bangkit dari kasur dan menuju jendela segera dibukanya setelah melihat Juna datang untuk menyelamatkannya.
Dia menghambur ke pelukan Juna dan kembali menangis.
"Ssssstttt abang disini untuk menolongmu sayang. Papa sudah ada dibawah dengan pengawalnya.Sekarang kamu tenang dulu ya sayang" ucap Juna sembari mengelus rambut Mel. Mel yang mendapat perlakuan seperti itu tiba-tiba menghangat dan sedikit tenang. Walau masih merasa was-was setidaknya ada Juna disampingnya.
Juna kemudian menangkup wajah cantik kekasihnya itu dan mengusap air matanya. Dia sungguh tidak rela kekasih hatinya sampai meneteskan air mata. Sungguh begitu berharganya Mel untuk dirinya. Dia tidak akan pernah memaafkan dirinya jika Mel terluka. Hal ini pun juga dia menyesal karna tidak bisa menjaga Mel dengan baik. Juna lalu mengecup kening kekasihnya agar kekasihnya tenang. Sekarang saatnya dia mengajak keluar kekasihnya itu lewat jendela. Namun ketika hendak keluar ada yang membuka kunci pintu kamar itu. Dengan tergesa Mel segera mengunci jendela itu sedang Juna bersembunyi supaya tidak terlihat.
"Nona, Tuan menyuruh saya membawakan makanan ini. Karna Nona dari tadi tidak makan" ucap wanita paruh baya itu
"Maaf tapi saya tidak lapar, saya ingin pulang... saya ingin menemui keluarga saya" ucap Mel lirih.
"Nona saya mohon, jikalau Nona tidak makan maka saya yang akan kena imbasnya dari Tuan. Saya mohon Nona" pinta wanita itu
"Baiklah, tapi saya hanya mengambil ini saja. Tolong yang lainnya Anda bawa keluar" ucap Mel
"Tapi Nona...." ucap wanita itu
"Saya mohon, saya tidak akan tenang jika dipaksa seperti ini" ucap Mel tegas
Wanita paruh baya itu pun hanya mengangguk dan segera undur diri dari hadapan Mel serta kembali mengunci kamar itu.
Setelah dirasa aman, Juna keluar dari persembunyiannya dan menghampiri kekasihnya itu.
"Sayang, ayo kita keluar dari sini sebelum ada yang datang lagi" ucap Juna lirih
Mel yang mendengarnya pun segera bergegas menghampiri Juna dan mengikutinya.
Namun tanpa disangka pengawal melihat Juna keluar dari jendela bersama Mel, pengawal itu langsung menembaki Juna, Juna dan Mel merunduk dan segera bersembunyi. Terjadilah baku tembak antara mereka berdua. Juna segera memberikan ponselnya ke Mel untuk menghubungi papanya.
Saat mendengar suara Mel dengan ketakutan Aldo yang sedari tadi bersembunyi pun keluar dengan para pengawalnya membantu Juna menyelamatkan anaknya.
Dorr Doorrr Dorrrr Doorrrr
Suara tembakan pun nyaring terdengar, banyak dari pengawal Alexander yang terluka. Juna tak sengaja tertembak di bagian perutnya
"Aaarrggghhhhhhhh" teriak Mel kaget melihat Juna bersimbah darah.
"Bang... ku mohon bertahanlah hiks hiks hiks" ucap Mel.
Pengawal yang Aldo bawa melihat kejadian itu pun segera membawa Mel dan Juna pergi ke rumah sakit. Dia meminta temannya untuk berjaga-jaga melindungi Juna dan Mel menuju mobil yang sudah disiapkan di samping mansion itu.
Juna yang terlalu banyak kehabisan darah tidak bisa menahan tubuhnya lagi, akhirnya dia pingsan.
"Bang Junaaa" teriak Mel.
"Bang... ku mohon bertahan bang... Jangan buat aku khawatir bang.. hiks hiks hiks" ucap Mel
"Nona, sebaiknya kita segera menuju rumah sakit agar Tuan Juna mendapatkan perawatan intensif" ucap pengawal itu.
"Ayo cepat pak kita ke rumah sakit terdekat sini" ucap Mel