
Mungkin lebih baik tidak jatuh cinta, karna rasanya begitu sakit. Aku memang bukan orang baik, tapi kenapa mereka memandangku slalu buruk apakah tak pernah sedikitpun mereka melirik sisi baikku. Lelah memang iya, tak semua orang bisa menyukai apa yang kita lakukan ataupun apa yang kita punyai. Rasanya sudah tak sanggup ku berdiri lalui semua ini sendiri. Tuhaan... kapan Kau kirimkan jodohku..
Rasanya ya, aku ingin teriak... biar semua beban dalam hidupku berkurang. Di kerjaan pun rasanya hampa... Tak sanggup jika harus slalu begini. Sudahlah lebih baik aku menjalaninya saja. Sudah cukup aku sakit hati. Pusing deh... mesti mikirin yang indah-indah biar moodnya bagus.
Sore yang cerah, namun tak secerah hatiku... Haaahh... ngeluh lagi deh.. Tapi tau nggak.. rasanya tuh uuuuukkhhhhhhh Aaarrrrrrrggghhhhh gak bisa ngomong deh gimana rasanya.
"No, lo kenapa sih bro?" tanya Helmi
"Eh... nggak kok hel, aku nggak papa. Mungkin cuma lagi banyak pikiran aja" ucapku
"Yaudah yuk lanjut kerja bro" ajaknya
"Lo duluan aja, gue mau ke toilet" ucap Vano.
Lalu Vano menuju toilet sedang Helmi kembali ke ruangan kerjanya.
Hati Vano sungguh sakit sudah dikhianati oleh orang yang selama ini disayangnya. Namun dia tidak pernah menceritakan pada keluarganya jika dia punya pacar. Sekarang pacarnya selingkuh dengan mantannya dulu, mungkin karna Vano baru pertama kali jatuh cinta makanya rasanya begitu sakit.
Lemah banget sih gue gara-gara tuh cewek, gue harus bisa lupain perasaan sakit gue. Gue harus bangkit, gue yakin ntar gue dapet yang lebih baik dari dia.
...****************...
"Kamu yakin nih sayang putus sama Vano?" tanya Dani
"Dia udah terlanjur liat kita beb, aku nggak pengin ntar jadi kemana-mana. Karna aku masih sayang sama kamu, perasaanku ke dia itu nggak ada aku cuma manfaatin dia aja" jelas Dinda
Ya Dinda adalah mantan pacar Vano sekaligus cinta pertama Vano. Gimana nggak sakit hati Vano kalo tadi dia mendengar penjelasan Dinda ke Dani jika Vano hanya dimanfaatkan olehnya saja. Untuk pelampiasannya karna Dani pergi meninggalkannya tanpa pamit. Dinda sebenarnya tidak ada niatan untuk memanfaatkan Vano namun apa mau dikata dia juga nyaman diberi Vano berbagai fasilitas yang menggiurkan. Bahkan tinggal di apartemen mewah Vano, namun dia tidak suka Vano terlalu menjaga tidak mudah dia goda. Dinda juga ingin merasakan kepuasan, dia hanya bisa mendapatkannya dari Dani. Meski sekarang Dani sudah kembali bersamanya namun jika Vano tidak mengetahui hubungan mereka Dinda pasti masih memanfaatkan Vano dari segi materi. Namun semua sudah terlanjur terbuka bahkan Vano sempat menonjok muka Dani dan marah kepadanya.
"Yaudah yuk lanjut makan aja ya" ajak Dinda
"Yaudah deh, ntar kita bahas lagi setelah makan deh" ucap Dani
Dani sebenarnya menyesal telah melakukan perbuatan yang dilarang agama pada Dinda, tapi dia harus bertanggung jawab jikalau nanti Dinda mengandung anaknya. Dia tidak ingin di cap sebagai pecundang yang lari dari tanggung jawab. Orang tuanya bahkan sudah mengultimatum nya untuk menjadi orang yang lebih baik. Meninggalkan kebiasaan buruknya yang sering balapan liar, meski uang dari kemenangannya tidak dia jadikan untuk minum-minum.