
Hari-hari yang selama ini ditunggu Mel dan teman-temannya pun tiba dimana kini mereka sudah mencapai kelulusan dengan nilai terbaik. Juara umum sekolah telah diumumkan di acara wisuda, dan Melati Sekar Arum adalah siswi terbaik peraih peringkat itu. Ara dan Aldo pun bahagia dan bangga atas pencapaian Mel di sekolah.
"Selamat ya sayang, bunda dan papa bangga padamu terus tingkatkan lagi ya prestasinya" ucap Ara
"Makasih bunda, papa, teman-teman Mel yang udah mensupport Mel" ungkapnya dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk Ara dan Aldo.
"Selamat ya Mel" ucap Ana dan Rindu serta Mifta sambil memeluk Mel
"Selamat ya Mel, semoga sukses selalu" ucap bang Juna.
"Makasih ya semuanya" ucap Mel
Setelah menerima trofi dan buket dari sekolahnya saatnya berfoto-foto dengan teman ataupun keluarga. Untuk kenang-kenangan supaya bisa mengingat masa-masa putih abu-abu.
"Mel, nanti mau kuliah dimana?" tanya Aldo
"Aku sama temen-temen sepakat kuliah di UI aja pa, kan juga deket nggak jauh-jauh" ucap Mel
"Mau ambil jurusan apa sayang?" tanya Ara
"Mau ambil fakultas psikologi aja bunda" ucap Mel mantap
"Apapun yang Mel ambil papa dan bunda slalu mendukungmu sayang" ucap Aldo sambil mengelus bahu Mel
"Terima kasih pa" ucap Mel sambil memeluk papanya
......................
Hoekk hoeekkk hoekk
Ara yang merasakan mual langsung memuntahkan isi perutnya di kamar mandi. Aldo yang melihat istrinya seperti itu segera menghampiri dan memijat tengkuknya.
"Kamu kenapa sayang, apa tadi salah makan?" tanya Aldo gelisah
"Aku nggak apa kok mas, kayaknya aku masuk angin" ucap Ara dengan wajah memucat.
"Beneran kamu nggak apa sayang, wajah kamu pucat banget" ucap Aldo
"Beneran mas aku...." belum selesai Ara mengucapkan kata, tiba-tiba tubuhnya sudah lemas tak bertenaga dengan sigap Aldo langsung menggendongnya.
"Araaaa........" teriak Aldo.
Lalu Aldo membawa Ara keluar kamar berpapasan dengan Mel
"Pa, bunda kenapa pa?" tanya Mel panik
"Nggak tau sayang tadi muntah-muntah abis itu bunda langsung pingsan" ucap Aldo
"Yaudah, yuk bawa bunda ke rumah sakit aja pa. Mel takut bunda kenapa-kenapa" ucap Mel bergegas keluar rumah dan membukakan pintu belakang mobil Aldo.
Tanpa berkata lagi Aldo langsung tancap gas ke rumah sakit. Mel segera mengabari eyangnya dan eyang atika saat di perjalanan.
"Suster tolong istri saya" ucap Al
Lalu suster itu membawa Ara ke dalam UGD. Aldo dan Mel menunggu di luar ruangan, selang beberapa menit orang tuanya dan mertuanya datang.
"Kenapa dengan Ara nak?" tanya Atika
"Nggak tau ma, tadi abis pulang dari wisuda Mel Ara sampek rumah muntah-muntah trus pucet wajahnya" ucap Aldo lirih.
"Yaudah kita tunggu dokter dulu saja" ucap Adara
Kemudian dokter yang masuk ruang UGD tadi keluar dari sana..
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Aldo
"Untuk memastikannya bapak nanti bisa langsung ke bagian dokter obgyn, sekarang ibu Ara sudah sadar namun harap tenang agar bu Ara bisa istirahat" ucap dokter
Mendengar dokter berkata seperti itu entah kenapa Aldo merasa senang, dokter obgyn berarti bisa jadi Ara hamil. Ara sudah dipindahkan ke ruangan VVIP sesuai perintah Aldo.
"Sayang" ucap Aldo setelah masuk ruangan Ara
"M m mas" ucap Ara
"Sayang, aku takut kamu kenapa-napa soalnya kamu tiba-tiba pingsan" ungkapnya..
"Mmafkan aku ya mas" sesal Ara
"Sssttt udah, sekarang kamu istirahat. Ada orang tua kamu di luar juga mama dan papa" ucap Aldo.
"Aku ingin ketemu mereka mas" kata Ara
Aldo hanya mengangguk dan memanggil mertua serta orang tuanya.
Kini mereka semua sudah ada di ruangan Ara, serta Mel yang tidak mau jauh dari bundanya.
"Bagaimana keadaanmu sekarang nak?" tanya Atika
"Baik kok ma, udah mendingan" ucap Ara.
Setelah berbincang-bincang lama Ara yang sudah meminum obatnya kini kantuk datang melanda. Mertua dan orang tuanya pamit pulang serta Mel juga disuruh pulang bersama karna besok Mel harus mengurus pendaftarannya di Universitas barunya. Aldo dengan setia menunggu Ara di rumah sakit. Kabar bahwa Ara hamil membuatnya begitu khawatir jika apa yang terjadi tadi bisa saja terulang. Dengan posesifnya dia melarang Ara pergi ke kamar mandi sendiri.
Ara jengah dengan perilaku Aldo, sudah beberapa kali protes namun tak di gubris oleh suami posesifnya itu.
"Maaaass" panggilnya.
"Iya sayang" jawab Aldo dengan suara khas bangun tidur.
"Pengen gulali" ucap Ara dengan mata berkaca-kaca
"Hah, jam segini nyari dimana sayang?" ucapnya bingung dengan permintaan Ara
"Mau gulali mas... huhuhuhu" isaknya
"Iya iya mas cariin ya, jangan nangis ya sayang" ucap Aldo sambil memeluk istrinya. Sungguh Aldo bingung harus mencari gulali dimana, padahal sudah pukul 2 dini hari. Tanpa pikir panjang lagi Aldo segera bergegas mencari penjual gulali, menuruti keinginan bumil cantiknya.