The Best Single Mom

The Best Single Mom
Si Gembul Dita Hilang



Di rumah Juna dan Mel mencari keberadaan Vano dan Dita tapi tidak menemukan mereka sama sekali. Berkali-kali Juna menghubungi Vano tersambung namun tidak dijawabnya.


"Duh... gara-gara mas kan... Vano sama Dita ilang... Huuh" sebal Mel


"Gara-gara mas juga lama banget tadi kan aku udah bilang jangan lama-lama, mana sekarang Vano gak jawab-jawab lagi. Aku khawatir mas kalo ada apa-apa sama mereka" lanjutnya


Juna hanya bisa pasrah kalo istrinya sudah auto ngamuk gara-gara tadi dia mengajak bikin adeknya Dita.


"Maafin mas ya, yaudah gini aja kita ke rumah papa sama bunda siapa tau Vano ngajak Dita kesana sayang" ucap Juna


"Ya udah buruan" ucap Mel sambil cemberut


Juna dan Mel menuju rumah orang tua Mel. Jaraknya dari rumah mereka hanya setengah jam, beda komplek saja dengan rumah orang tua Mel.


"Assalamu'alaikum.. " salam Mel dan Juna


"Wa alaikumsalam, Eh Non Mel sama Den Juna" sapa bi Sri


"Papa sama bunda kemana bi?" tanya Mel


"Tuan sama Nyonya juga den Vano keluar Non" ucap bibi


"Yaaahhh.... telat deh... mas sih lama banget tadi" gerutu Mel


"Maaf bi, bibi tau nggak papa sama bunda keluar kemana?" tanya Juna


"Waah... kurang tau Den... Soalnya tadi Nyonya cuma pesan kalo mau pulang malam gitu" ucap bibi


"Yaudah kalo gitu bi, kita pamit pulang dulu bi nanti kesini lagi" pamit Juna sambil menggandeng Mel.


Di sebuah Mall di daerah XX Vano, Dita, Ara dan Al sedang tertawa riang bersama.


"Waah... bang Juna nelfonin aku mulu hihihi.. pasti nyariin anaknya" gumam Vano dan didengar oleh Al


"Biarin aja dek... biar tau rasa.. salah sendiri anaknya ditinggal mereka pada enak-enakan main enjot-enjotan" ucap Al


"Opaaa.... kalo bilang difilter... ada Dita ini" protes Ara sambil mendelik ke arah suaminya.


Al hanya nyengir saja mendengar ucapan istrinya itu.


Sedang Vano lebih asyik bermain dengan Dita di wahana mandi bola daripada mendengarkan ceramah bundanya bisa-bisa nanti dia juga ikut disangkutin kena imbasnya.


"Iya.. iya sayang... yaudah yuk mainan sama si gembul yuk. Biarin aja Mel sama Juna nyariin anaknya hihihi" kekeh Al


Ara hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Al, sebenarnya di dalam hati dia kasihan jika Mel dan Juna kelimpungan mencari anaknya. Tapi biarlah menjadi pelajaran bagi mereka supaya tidak mencari kesempatan dalam kesempitan. Rasanya dia ingin tertawa saat Vano menggerutu jika Mel dan Juna main kuda-kudaan. Entah kenapa dia jadi melow kalo nanti Vano juga bakal ikut istrinya ke rumah Vano kelak. Rumah itu pun nanti akan sepi, Ara teringat Ina yang sudah jauh disana tanpa terasa air matanya menetes. Melihat Ara melamun, Al bergegas menghampiri namun segera merengkuh tubuh istrinya itu.


"Ada apa sayang, kenapa kamu menangis.. Pasti ingat Ina lagi ya?" tanya Al


Ara hanya semakin menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya sembari menangis sesenggukan. Dibelainya Ara dan dipeluknya erat oleh Al. Dia juga kehilangan Ina namun dia harus terlihat kuat untuk menguatkan yang lain..


"Sudah ya sayang... kasihan Ina kalo kamu tangisin terus. Udah ya... Katanya tadi mau ngajak main Dita.. Kok jadi nangis gini sih. Malu dong diliatin cucunya oma" goda Al


Ara memukul dada Al, sungguh hanya Al yang bisa menghiburnya dan mengerti bagaimana dia sekarang. Entah jika dulu dia tidak bertemu Al akan seperti apa rumah tangganya. Ara bersyukur bisa berjodoh dengan Al yang menerima dia bagaimanapun sikap atau sifat Ara. Al bisa memahami dan mengerti dirinya disaat seperti ini.


"I love you Al" bisik Ara


"I love you more sayang" balas Al sambil ******* sedikit bibir peach istrinya itu.