The Best Single Mom

The Best Single Mom
Oh Jantungku



Sesampainya di Restoran XX, Vano dan Laura segera mencari tempat yang tidak terlalu mencolok. Namun tanpa mereka sadari bahwa pengawal Al sudah mengatur tempat untuk mereka berdua.


"Kamu, mau pesan apa Ra?" tanya Vano


"Aku beef steak sama ice lemon tea aja" ucap Laura


"Ok, samain aja deh. Selera kita sama" ucap Vano


Laura hanya membalasnya dengan senyuman.


Duh jantung gue kenapa gini??? Ucap Vano dalam hati


" Oh iya mas, ehm maaf aku manggil mas gak apa kan?" tanya Laura


"Senyaman kamu aja, kalo aku kamu panggil pak rasanya kok tua banget sih hahahaha" canda Vano


Pengawal Al tak lupa memfoto anak bosnya dan mengirimkan beberapa foto ke Al. Sedang di rumah Al sudah heboh dengan Ara yang sedang membuat kue kering.


"Sayang... Lihatlah... Vano kayak gini nih diluar sana" lapornya


"Lha bagus dong mas, berarti Vano itu normal. Daripada tiap hari sama Helmi terus ntar malah disangka nggak doyan cewek" balas Ara


"Ish kamu sih gitu slalu belain anakmu" ucap Al


"Lha aku harus gimana mas? Masak aku harus salto liat Vano makan siang berdua sama cewek" kata Ara


"Itu sih maunya kamu mas, libur panjang dulu yaaa hahahaha" ucap Ara


"Duuuuuhhhhhh... Kok ya datang to sayaaang, padahal lagi semangat banget ini" jawab Al dengan lesu


Ara hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah suaminya yang diluar nalar jika di rumah sepi. Ara kembali mengambil kue kering di oven. Hari ini mereka akan kedatangan cucu mereka. Sengaja memang Ara membuat banyak untuk dibagikan sekalian juga untuk bekal cucu Ara dijalan. Sebab Ara hafal jika cucunya itu hobi sekali nyemil. Dan sekarang cucu mereka terlihat begitu gembul dan menggemaskan.


" Yaang, jam berapa Mel kesini?" tanya Al


"Katanya sih agak siangan yaang" jawab Ara


"Jadi kangen Mbul cantik" ucap Al


"Paling jam segini masih tidur, kan kadang kalo malem jarang bisa tidur nyenyak cucu kita" ucap Ara


"Aku mau ke atas dulu ya sayang" pamit Al


Ara hanya mengangguk saja. Dia malah bersyukur jika suaminya tidak mengganggunya bisa-bisa dia tidak akan selesai membuat kue keringnya.


Ada 3 kue kering yang dibuat Ara, salah satunya kesukaan cucu gemasnya itu.


"Akhirnya selesai juga, tinggal nunggu anak-anak pulang" gumam Ara


Lalu dia menuju ke kamar untuk mandi aga kembali segar. Dia terlalu lama di dapur ternyata sebentar lagi Mel dan cucunya akan tiba. Sebelum mereka datang Ara menyempatkan untuk membuat minuman serta menaruh beberapa kue kering diatas piring, meski ada pembantu tapi dia selalu saja tidak bisa diam. Ya begitulah, jika Al melarang maka imbasnya pada Al sendiri. Dan itu semua anak-anaknya sudah hafal tabiat ayah mereka jika bunda mereka sedang dalam mood buruk.