
"Bang, aku nggak mau deh diajak mama papa ketemu ama temennya kan mesti bakalan boring" gerutu Ana
"Kan kamu kmaren udah iyain waktu diajak mama" ucap Juna
"Ish abang nggak peka deh, ajakin kemana gitu biar nggak jadi ikut mama. Emmm gimana kalo ke rumah Mel" tawar Ana
"Haah... ngapain kesana dek?" tanya Juna
"Ngapel" jawab Ana asal lalu meninggalkan Juna
Juna yang mendengar ucapan Ana hanya melongo sambil melotot matanya. Tidak disangka adiknya itu menyebalkan.
Hah... malah kabur tuh anak... awas aja kalo dia dapet cowok gue godain terus hihihi jutek kayak gitu mana ada cowok yang mau malah yang ada pada kabur ucap Juna dalam hati
Juna nampak melamunkan Mel yang jauh dari rumahnya, seandainya waktu bisa diputar akan dipercepat supaya dia bisa bersama dengan Mel. Mel adalah cinta pertama Juna, awalnya Juna tidak menyangka akan jatuh cinta pada gadis itu. Dulu memang dia cuek dengan Mel, namun lama kelamaan Mel terlihat begitu menarik untuknya, setiap Ana mengajak Mel dan teman-temannya ke rumah dia slalu memperhatikan Mel. Senyuman gadis itu mampu meluluhkan dinding yang dia pasang sendiri untuk membatasi diri dari wanita. Namun berbeda dengan Mel, entah apa yang dimiliki gadis itu dia slalu penasaran. Sekarang pun harapannya masih terlalu besar, namun dia harus bertahan percaya bahwa Mel adalah jodohnya di masa depan.
Biarin aja ya Juna melamunkan Mel... Yukk kita intip Mel lagi apa😂😂
"Mel, bunda nitip duo M dulu ya" ucap Ara
"Emang bunda mau kemana?" tanya Mel
"Nganterin makan siangnya papa" jawab Ara
"Siap deh bunda, uluh... adek-adek gemes kakak... lagi asyik isepin jempol yaaa" kata Mel
Sedang Ara lekas berganti baju menuju kantor suaminya. Setelah selesai berganti baju Ara menuju dapur sambil menata bekal makan siang untuk suaminya.
...----------------...
Sesampainya di kantor suaminya, Ara berpapasan dengan Vino sahabat sekaligus sekretaris Al.
"Hai vin" sapa Ara
"Eh Ara... hai" balas Vino
Ara hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Vino dari belakang
Vino mengajak Ara naik lift khusus CEO, karna akan langsung tiba di ruangan Al berada. Sesampainya di depan ruangan Al, Ara dan Vino tak langsung masuk karna mendengar ada suara wanita di dalam ruangan Al.
"Aku mohon Al, terima aku. Aku nggak apa jadi yang kedua aku sangat mencintaimu Al. Akan aku lakukan apapun yang kamu mau asal kamu nikah sama aku Al" pinta Angel
"Sudah ku katakan berapa ribu kali pun, aku tidak akan menduakan istriku. Dia begitu berharga untuk ku sakiti. Dan kau, mau ku seret dari sini atau keluar dari ruanganku. Karna pintunya ada disebelah sana" maki Al pada Angel.
"Ku mohon Al hiks hiks hiks.... Aku mencintaimu Al... tolong kembalilah seperti dulu Al. Apa kamj sudah melupakan kenangan yang kita lalui bersama dulu. Aku slalu ada buat kamu Al, jangan lupakan aku seperti ini. Kenapa sekarang kamu bentak aku Al hiks hiks hiks... dulu kamu nggak pernah berkata kasar padaku" ucap Angel dengan sesenggukan.
"Itu dulu sebelum kau memperdayaku dengan segala cara kotormu. Cepqt pergi dari sini aku sudah muak mendengar ocehanmu" bentak Al
Ara dan Vino lalu masuk. Betapa bahagianya Ara dalam hati entah mendengar ucapan Al bahwa dia menolak untuk menikahi Angel adalah sesuatu yang paling membuatnya bahagia. Karna dia tidak ingin merasa di duakan. Ara memang egois, tapi siapapun wanita pasti tidak akan mau jika harus dibagi cintanya.
"Ssaayang" panggil Al, dia kaget melihat Ara datang bersama Vino
"Iiini nggak seperti yang kamu lihat" lanjutnya
Ara hanya tersenyum dan berkata
"Aku tau kok mas, mas nggak akan pernah menyakiti aku"
Al lalu menghampiri Ara dan memeluknya, tak menghiraukan Angel dan Vino yang masih berada di ruangannya.
"Ehmmm" dehem Vino membuat Al melepaskan pelukannya pada Ara. Al lalu mendelik melihat Vino merusak momennya berdua bersama Ara.
"Angel harusnya kamu sadar, bahkan diluaran sana masih banyak laki-laki yang bisa kamu pilih untuk menjadi suamimu. Jangan merusak rumah tangga orang lain, jika kamu berada dalam posisiku pasti kamu akan melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan. Semua wanita tidak ingin diduakan, bahkan disakiti. Aku wanita dan kamu pun sama. Pergilah Ngel, sebelum Al tambah membencimu" ucap Ara.
Angel yang mendengar nasehat Ara hanya menundukkan wajahnya, selama ini dia slalu membenci Ara karna telah merebut Aldo darinya, namun Ara slalu bersikap baik padanya.
Al dan Vino hanya menjadi pendengar setia saat Ara menasehati. Al bangga saat Ara tengah memendam amarahnya, sungguh tak akan ada yang bisa melihatnya. Namun Al tahu saat dia melihat cara pandang Ara ke Angel, matanya berkilat namun tuturnya sangat lembut.
Kini aku harus meninggalkanmu Aldo, mungkin kita memang benar bukan berjodoh. Aku harus melupakan keinginanku untuk melepasmu bersama Ara. Kalian berdua sungguh serasi, rasanya aku iri melihat kemesraan kalian berdua ucap Angel dalam hati.