The Best Single Mom

The Best Single Mom
Makan Siang 2 Keluarga



Saat ini sudah ada orang tua Ara, Mel, Ara dan orang tua Aldo. Mereka menikmati reuni dan makan bersama sambil bercanda ria.


"Apa benar ra yang dikatakan papanya Aldo kalo tadi muka Al penuh amarah gitu?" tanya bu atika


"Benar tante, duh tadi sampek nggak kuat nahan ketawanya. Begitu Al keluar ruangan langsung deh dibrojolin" ucapku


"Waaah bener-bener ya tuh anak nakal nggak berubah, kalo udah sama kamu tuh nempel kayak prangko" ucap bu atika


"Ah tante bisa aja" kataku


"Gimana kabar kalian Adara, lama nggak jumpa. Udah berapa tahun kita nggak ketemu nih" ucap bu atika


"Bertahun-tahun lamanya deh Ka, hahahaha" ucap ibu


Makan siang pub datang dan kami semua menikmati dengan suka cita.


...---------------...


Lain yang sekarang berada di apartemen Vino, Aldo menginap disini karena frustasi dan kecewa dengan apa yang dilihatnya tadi waktu di restoran. Aldo hanya sedikit mendengar soal pernikahan, mungkin memang ara bukan jodohnya.


"Al, lu itu harusnya gentle dong. Masak denger cerita dikit aja langsung down. Payah lu" ejek vino


"Vin, tapi bener kan tadi yang gue denger mereka bahas pernikahan. Gue jatuh vin sejatuh-jatuhnya" keluh Aldo.


"Terus sekarang lu maunya gimana?" tanya Vino


"Gue numpang nginep sini ya" pintanya


"Haaaah ya, tapi jangan tidur di kasur gue. Lu tidur di kamar sebelah noh" ucap vino.


.............................


Setelah menelfon vino teman aldo, bu atika jadi tenang karna anaknya ada disana.


Semenjak Aldo kecelakaan memang yang paling dekat dengannya hanya Vino sahabatnya itu.


"Pah, hari ini Al nginep di apartemen vino lagi. Kayaknya dia serius banget sama ara. Gimana kalo menurut papa?" tanya atika


"Ma, sebenarnya sih ya ara tuh kayaknya juga ada rasa sama Al tapi nggak tau kenapa kok Ara kayak cuek gitu sama Al" ucap Aji


Tak lama pun obrolan sepasang suami istri itu tak berlanjut lama, karna jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.


...----------------...


Aldo terbangun dari tidurnya, hari ini dia segera bergegas berangkat ke kantor. Dia ingin berbicara berdua dengan ara, supaya tidak ada kesalahpahaman lagi.


"Ara.... " panggil Al


"Ya pak, ada yang bisa saya bantu pak" ucapku


"Baik pak" ucapku, meski dalam hati aku merasa was-was entah apa yang akan dilakukan Al nantinya.


Setelah masuk ke ruangan Al dan duduk di depan Al degup jantungku semakin kencang saja, ku lihat Al begitu menyelidik memandangku. Entah apa yang ada di pikirannya sekarang


"Ehm, kamu tau kenapa kamu aku suruh kesini Ambarawati" ucapnya


Wah, gawat kayaknya kalo dia udah manggil nama lengkapku gitu.


"Ssa... ya tidak tau pak Al" jawabku terbata


"Haah... " hela nafasnya


"Aku memintamu kesini untuk menjelaskan, apa sebenarnya hubunganmu dengan keluargaku" cecar Al dengan sorot mata tajamnya.


Aku begitu takut melihat Al yang sudah mode seperti ini, mau tidak mau aku menceritakan semuanya tanpa ditutup-tutupi apapun.


Mendengar ceritaku dari awal hingga akhir, Al begitu shock saat tau aku


adalah orang yang dulu pernah dekat dengannya.


Tanpa sengaja aku memeluknya untuk menenangkannya lalu berkata...


"Maafkan aku Al, maafkan aku huhuhuhu... sungguh aku tidak tau jika kamu lupa akan semua ingatan masa lalumu karna kecelakaan itu Al. Maafkan aku huhuhuhuhu" tangisku


"Aaaapakah benar kamu Ara itu, apakah benar kamu yang slalu memanggilku dodot" ucap Al lirih


Aku hanya menganggukkan kepalaku sambil mengelus kepalanya.


"Sudah ya, jangan terlalu memaksa untuk mengingatnya. Nanti kepalamu sakit lagi" ucapku


"Araa... huhuhuhu... Araaa.... huhuhuhu" setelah meraung memanggil namaku tubuh Al tiba-tiba lemah dan ambruk diatasku.


Aku pun segera menghubungi Om Aji dan Tante Atika.


Awalnya mereka tanya kepadaku ada apa, lalu ku ceritakan semuanya. Tante atika sempat kaget, namun apa mau dikata semua sudah terjadi.


Aku, tante atika dan om aji berharap al segera sadar.


...****************...


Sudah 5 jam berlalu namun Al juga belum sadar, Ara terus menggenggam tangan Al sebelah kanan, karna yang kiri terpasang jarum infus.


"Al, bangun Al... apa kamu nggak mencintai aku Al... jangan tinggalin aku Al. Aku sayang banget sama kamu Al, aku nggak ingin kehilangan kamu lagi Al. Aku minta tolong bangunlah Al" ucapku lirih sambil menahan isak tangisku


Di luar atika dan aji melihat dan mendengar apa yang sudah ara katakan, ketika hendak masuk ruang rawat Al namun di cegah oleh aji. Mereka berdua mendengarkan apa yang sudah diucapkan Ara dari dalam hatinya. Ada rasa haru dan lega jika memang mereka berjodoh meski sekian tahun berpisah.


Semoga Al segera sadar dari komanya.