
Kita tinggalkan dulu Vano sama Laura ya, biar pdkt dulu tuh hihihi. Hayooo sapa yang kangen sama Dita si Mbul hahaha.... Duhh yang gemesin pengen banget tuh pipi di cubitin.
"Dita... No... Nggak boleh sayang, nanti kucingnya sakit kasihan" tegur Mel
"No ama Dit ndak akan akali ucing a" jawab Dita dengan cadelnya
"Yuk udah mainnya, mandi dulu katanya mau ke rumah Oma" kata Mel
"Yuk ma.... Dit angen Om No" jawab Dita sambil berdiri meninggalkan kucing kesayangannya di halaman rumah belakang.
Setelah mandi, mereka bergegas menuju rumah Oma Ara. Saat dijalan tanpa sengaja Dita melihat Vano.
"Om Nooooooo" teriak Dita di dalam mobil
"Siapa sayang?" tanya Mel
"Om No ama, agi ama wewek" jawab Dita sambil menunjuk ke seberang jalan. Mel pun mengikuti arah yang ditunjuk Dita, namun Laura sudah masuk mobil Vano, Mel hanya melihat Vano saja.
"Mana sayang, Om Vano lagi sendiri tuh" kata Mel
"Duh ama, weweknya udah di obil Om No" jawab Dita
Juna dan keluarganya pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Oma. Sesampainya disana ternyata masih sepi, hanya ada tukang kebun yang menyiram tanaman.
"Assalamu'alaikum Oma, Opa" ucap Juna
"Waalaikum salam" jawab Oma Opa bersamaan
"Waaahh cucu Oma udah dateng, sini sayang" ajak Oma Ara
Dita pun menghampiri mengikuti kedua orang tuanya untuk salaman sama Opa dan Oma.
"Oma, tadi Dit ketemu Om No di pinggil jalan" ucap Dita
Lalu Mel menceritakan pada Ara apa yang dilihat Dita tadi. Ara dan Al saling berpandangan, namun berbeda dengan Mel juga Juna hanya melihat dengan tatapan heran.
Setelah selesai makan bersama, Vano dan Laura kembali ke kantor. Hari ini memang jadwal Vano agak longgar jadi dia bisa sedikit bersantai.
Saat sedang melamun tiba-tiba hp Vano berdering, namun dahinya mengkerut karna tidak biasanya Bunda Ara melakukan video call.
"Hallo assalamu'alaikum bunda..." ucap Vano
"Hallo Om No..... " sahut Dita
"Ehhh ada cantiknya Om No.... Kok dirumah Oma sih" tanya Vano
"Iya Dita maen di lumahnya Oma, Om No cepet puyang yaaa... " ucap Dita
"Waahh... Asyik dong... Ok deh nanti Om No cepet pulang" ucap Vano
"Beliin ais klim ya Om... Setlobeli ama Cokelat" kata Dita
"Ish curang deh, suruh pulang cepet malah minta beliin jajan" gerutu Vano
"Nanti Om No dapat apa dong kalo Om bawain pesanannya Dita?" lanjutnya
"Dapet iyum muuaahh " ucap Dita
Vano dan yang lainnya tertawa mendengar jawaban lucu dari Dita. Sungguh anak kecil itu pandai sekali dan banyak maunya. Namun jika tidak bertemu rasanya kangen akan tingkah laku yang menggemaskan itu.
"Yaudah Om No kerja dulu ya cantik" ucap Vano
"Da dah Om No... " ucap Dita
Setelah berpamitan dengan Dita, Vano melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda. Tinggal beberapa berkas lagi yang harus dia periksa, dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya. Supaya dia cepat pulang dan jangan lupakan pesanan si gembul yang menggemaskan.
"Duh jantungku tadi kenapa ya,waktu makan bareng sama mas Vano malah kelihatan kayak orang lagi pacaran aja" ucap Laura dalam hati dan tanpa sadar wajahnya kian memerah saat mengingat tentang makan siang tadi bersama Vano.