The Best Single Mom

The Best Single Mom
Bertemu Orang Tua Aldo



Hari ini hari minggu, Ara dan mel bersantai di rumah. Karna tidak ada kegiatan apapun selain mengistirahatkan tubuh mereka berdua.


Ara dan Mel menikmati pemandangan di sekitar rumah sambil minum teh bersama, setiap hari minggu ini yang akan menjadi momen keluarga untuk ara dan mel.


"Sayang, gimana di sekolah yang sekarang. Apa kamu lebih nyaman atau masih nggak nyaman?" tanya ara


"Nyaman banget kok bunda, mel dapat teman juga sahabat yang baik. Bahkan mereka adalah anak orang-orang yang berada" cerita mel dengan semangat namun pada akhir ucapannya dia merasa sedih


"Tidak apa-apa, derajat itu sama semuanya dihadapan Tuhan sayang" hiburku


"Bunda, tapi mereka tuh sering ngeluh karna bolak-balik ditinggal orang tuanya dinas luar kota" lanjut mel


"Ya kan maklum sayang, mereka kan juga nyari uang buat bisa bahagiain keluarga masing-masing" ucapku


"Tapi, yang sering ngeluh tu ana bunda, karna ya orang tuanya itu masih harus ngurus kesana kemari. Padahalkan ana punya abang yang udah bisa diandalkan" ucapnya


"Sayang, tidak semua dari mereka itu mau memegang perusahaan keluarga. Mungkin masih ada yang mau belajar lebih lagi untuk menjadi lebih baik ke depannya" kataku


"Mungkin sih bunda, tapi kan bang Juna itu udah lulusan luar negri ngapain lama-lama nganggur nurutin hobi yang traveling mulu" ucapnya


"Ciyee anak bunda lagi curhat ini namanya" godaku


"Ish bunda, kan mel cerita tentang abangnya ana... ups" spontan mel langsung menutup mulutnya


"Hayoo, kenapa dengan bang Juna mel?" tanyaku dengan selidik


"Hehehe... nggak papa bunda" cengirnya


...****************...


"Mel, kebutuhan dapur udah pada nipis, yuk temenin bunda belanja" ajakku


setelah selesai ngobrol di taman belakang rumah.


"Boleh bunda, temen-temen yang lain juga lagi pada sibuk sendiri. Biasalah weekend bunda hihihi" ucapnya


Tak lama kemudian aku dan mel pergi ke supermarket terdekat. Jaraknya dari rumah hanya 15 menit saja. Sesampainya di supermarket aku segera mengambil beberapa bahan makanan yang mudah dan simpel untuk sehari-hari. Namun tanpa sengaja aku menabrak seseorang yang lebih tua dariku.


"Maaf nyonya, saya tidak sengaja" ucapku seraya menundukkan pandangan.


"Oh tidak apa-apa nak" jawabnya


"Lagi belanja ya nak?" tanya beliau


"Iya bu, belanja bulanan. Mari bu" ucapku lalu pergi meninggalkan ibu itu.


Seperti mirip Dara sahabatku dulu, apa mungkin itu anaknya ya. Hem, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Bagaimana kabarnya sekarang, setelah menikah aku hilang kontak dengannya, ucap Atika dalam hati.


Ya Bu atika yang ara tabrak tadi adalah sahabat ibunya masa dulu, ara tidak tau jika bu atika adalah ibu Aldo bos menyebalkan di kantornya.


...----------------...


Setelah selesai belanja, ara dan mel menuju foodcurt supermarket, karna waktu makan siang telah tiba.


"Bunda mau makan apa?" tanya mel


"Bunda makan capcay sama orange juice aja deh mel" ucapku


"Siap bunda, samain aja deh pesanannya. Mbak capcay nya 2 sama orange juice nya juga 2 ya" pintaku pada mbak pelayan.


Tanpa sengaja Bu atika melihat ara dan mel lalu menghampirinya.


"Lho makan siang disini nak" ucap bu atika


"Eh ibu, lho bu atika" ucap ara


"Wah, ternyata kamu ambarawati ya, anaknya Adara" kata bu atika


"Iya bu, wah nggak nyangka saya ketemu ibu disini. Mari silahkan duduk bu" ajak ara


"Ini anak kamu ra?" tanya bu atika


"Iya bu, mel kenalin ini eyang atika, temannya eyang uti. Salam dulu nak" ucap ara


"Melati eyang, panggil mel aja juga boleh" ucap mel


"Wah kamu sudah besar ya nak, sekarang kelas berapa?" tanya bu atika


"Baru kelas 2 SMA eyang" ucap mel


Tak lama kemudian pesanan ara dan mel datang. Dan mereka bertiga menikmati makan bersama walau bu atika hanya memesan minuman saja.


Sambil mengobrol juga tanya tentang orang tua Ara, Bu atika senang sekali bisa berjumpa kembali dengan anak sahabatnya yang dulu sering dia jodohkan dengan anaknya. Bu atika tidak tau jika Ara bekerja di kantor milik suaminya yang sekarang dipegang oleh Aldo anaknya.


"Oh iya ra, sekarang kerja dimana?" tanya bu atika


"Di kantor AJ Corp. bu" jawabku


"Lho, itukan perusahaan suami saya. Berarti kamu ketemu sama anak saya dong disana" ucap bu atika


"Wah saya nggak ngeh bu, kalo itu perusahaan punya suami ibu pak Aji. Wah anak ibu berarti menggantikan pak Aji di perusahaan begitu" ucapku


"Iya, anak bandel itu belum nikah-nikah juga. Padahal udah tua juga" keluhnya


"Hehehe emang anak ibu namanya siapa?" tanya Ara


"Aldo Juanda, nama belakang suami saya kan Aji Juanda Gunawan Ra, masak kamu lupa sih" ucap bu atika


Hah berarti benar dong Aldo anaknya tante atika, pantes mukanya mirip tante. Waduh aku harus gimana ini, eh kenapa aku jadi gini. Kan aku nggak ada apa-apa sama Aldo, ucapnya dalam hati.


"Owalah, berarti pak Aldo itu, anak kecil yang slalu ngintilin saya ya bu hihihi" ucapku.


"Iya dia slalu merengek kalo udah main ke rumah Adara gitu mesti kamu yang diingat. Tapi ingatannya di masa lalu hilang setelah dia kecelakaan waktu pulang dari studi di Inggris" ucap bu atika sendu


"Maaf bu saya tidak tau, sudah lama juga saya tidak bertemu ibu sekeluarga" hiburku.


"Iya nggak apa ra, namanya juga musibah. Malah sekarang dia jarang pulang, kalo pulang kantor pasti ke apartemennya" ucap bu atika


"Iyakah bu, wah saya juga tidak tau soalnya" ucapku.


Tanpa terasa pun hari sudah semakin sore saking asyiknya ngobrol sama tante atika. Aku dan Mel pamit, sebenarnya tante atika mau mengantar tapi aku menolaknya dengan halus.


"Tidak usah tante, kami bawa kendaraan kok. Lagian juga kan tante harus banyak istirahat, ingat darah tinggi tante" kataku


"Kamu itu masih inget aja kalo tante punya darah tinggi" ucapnya


Kami tertawa bersama, lalu berpisah di parkiran supermarket.