The Best Single Mom

The Best Single Mom
Kencan Atau Ngedate



Hari ini adalah hari yang paling mengesankan untuk Mel, bagaimana mungkin dia tidak bahagia mendengar ucapan bahwa Juna mengajaknya dinner. Rasanya Mel ingin melompat-lompat di atas kasurnya dan berteriak namun rasanya tak mungkin karna akan mengganggu adik-adiknya serta orang lain.


@bang Jun❤


Halo Mel sayang


@Mel💞


Halo juga abang🤭


@bang Jun❤


Lagi apa nih?


@Mel💞


Lagi rebahan aja bang, abis dari dapur tadi


@bang Jun❤


Ntar malem ada acara nggak?


@Mel💞


Nggak ada bang, emang kenapa?


@bang Jun❤


Mau ngajakin kamu makan malem sayang😍


@Mel💞


Mau bang😁 tapi izin mama sama papa dulu ya..


Setelah berbalas pesan dengan Mel, Juna tersenyum sendiri. Teman sekantornya yang melihat hanya geleng-geleng kepala.


Akhirnya, ntar malem harus perfek nih mau ke rumah calmer. Duh ntar Mel pakek baju apa ya?? tanyanya dalam hati


...----------------...


"Mel, ntar malem yuk hangout bareng anak-anak gimana?" ajak Ana


"Wah, nggak bisa deh An. Aku lagi ada janji tadi" ucap Mel


"Yaaahh, kan kita sekarang jarang banget jalan bareng" keluh Rindu


"Hehehehe... lain kali deh ya" ucap Mel


"Kamu ada acara apa ntar malem? Mau pacaran yaaa?" selidik Mifta


Mel langsung terkejut mendengar pertanyaan Mifta, namun dia hanya membalas ucapan Mifta dengan cengiran saja.


"Ish, pasti ama abang ganteng" keluh Mifta


"Hah.... masak ada acara ama abang Juna" ucap Ana lirih


Mel hanya mengangguk malu, karna Ana pasti menggodanya


"Wiihhh, asyik nih... ikut yuk padaan" ucap Ana


"Eh An, emang boleh ama bang Juna?" tanya Mel bingung


Ana hanya mengangkat bahunya saja. Kini mereka masuk ke kelas masing-masing dan memulai kuliah siang.


Juna hari ini ke kantor papanya karna tadi dihubungi papanya sendiri disuruh ke kantor. Untung Juna tidak ada jam mengajar di kampus.


"Assalamu'alaikum pa" ucap Juna


"Wa alaikum salam anak bandel" ucap papanya


"Iss, papa" protes Juna


"Ada apaan sih pa, kayaknya serius banget" ucap Juna penasaran


"Gini...... " papanya menjelaskan pada Juna, Juna yang mendengar penjelasan papanya kaget. Bagaimana dia tidak menyangka kalo papanya kenal dengan papa Mel dan berniat menjodohkan mereka. Entah seperti mendapat durian runtuh, Juna yang mendekati Mel dan papanya juga papa Mel berniat mempersatukan mereka. Sungguh takdir memang mempertemukan mereka untuk berjodoh.


"Mel, itu temen Ana pa. Apalagi sering ke rumah soalnya Mel, Ana, Mifta, juga Rindu itu sahabatan. Lagian abang juga udah pdkt ama Mel" ucap Juna santai


"Wah, anak papa kayaknya gercep banget" puji papanya


"Iya dong,apalagi ntar malem Juna mau dinner ama Mel" ucapnya dengan bangga


"Waahh, kenapa nggak sekalian ajak keluarganya bang" tawar papanya


Juna akhirnya izin untuk pulang karna, dia harus mempersiapkan untuk acara nanti malam bersama Mel. Dia berniat melamar Mel nanti malam.


Ddrrttttt Ddrrtttt


Tiba-tiba hp nya bergetar tanda ada pesan masuk.


@Mel💞


Bang, maaf ntar malem kayaknya batal deh. Soalnya papa ngajak Mel ketemu ama kolega kerjanya papa😔


@bang Jun❤


😔Yaudah deh Mel sayang, kapan-kapan aja nggak apa kok😉


@Mel💞


Iya bang🤗


Sebenarnya Juna tau kalo nanti malam itu dia beserta orang tuanya yang akan bertemu dengan Mel sekeluarganya. Rasanya tidak sabar menunggu waktu malam tiba.


"Bang, ntar emang mau makan sama koleganya papa?" tanya Ana


"Iya dek, ikut aja ya..." ucap Juna dengan senyuman


Ana melihat gelagat abangnya tidak seperti biasanya menjadi curiga, sepertinya dia harus waspada.


"Liat nanti aja deh bang" ucap Ana malas


"Kamu harus ikut pokoknya dek, kalo nggak ikut bisa rugi" ucap Juna


"Yayayaya...." ucap Ana


...----------------...


Mel dan keluarganya sudah sampai di restoran XX, menunggu kedatangan kolega teman kerja papanya. Tak sengaja mata Mel melihat orang tua Ana, Ana dan bang Juna. Namun yang membuatnya kaget lagi papanya memanggil mereka.


"Pak Rey" panggil papanya


"Pak Al, maaf menunggu lama tadi macet jalanan" ucap Pak Rey


"Lho Ana, bang Juna?" kata Mel


"Hai Mel... " sapa Ana


"Hai Mel cantik..." sapa Juna


"Abang..." protes mamanya


Juna hanya melihat mamanya dengan senyuman. Setelah memesan makanan, Aldo dan Rey membahas tentang acara perjodohan Mel dan Juna. Mel dan Ana yang baru mendengar berita itu terkejut sekaligus bahagia. Juna yang mendengar hanya tersenyum dan sesekali melirik Mel. Juna dan Mel menerima perjodohan itu, karna memang Juna dan Mel sudah ada rasa. Aldo yang melihat Juna pun berkata dalam hati


Juna kelihatannya begitu mencintai Mel, dari pandangan matanya yang begitu teduh saat menatap Mel. Hah, aku tidak salah pilih orang untuk menjaga dan menyayangi Mel setulus hati. Aku yakin Juna akan memperlakukan Mel dengan baik.


Meski yang lain sedang asyik berbincang-bincang Aldo memperhatikan Mel dan Juna yang sering kali curi-curi pandang. Sungguh Aldo ingin tertawa melihatnya, namun dia menghargai usaha Rey yang memintanya untuk menjodohkan Juna dengan Mel. Walau usia mereka tidak berbeda jauh hanya Juna umurnya lebih tua dari Mel 4 tahun. Setelah acara makan-makan selesai, Juna mengeluarkan cincin di dalam kotak merah beludru yang sudah disiapkannya dari rumah.


Cincin itu dia beli dimana saat dia berkunjung di Mall XX yang masih dibawah naungan perusahaan papanya. Cincin yang simpel namun begitu elegan sudah tersemat dijari manis Mel. Dengan senyum mengembang terus terpancar dalam wajah Mel dan Juna sungguh hari ini adalah hari yang sangat spesial untuk mereka berdua. Mendapat restu sekaligus cinta yang tulus.


( Asli author juga mewek nih... doa author buat semua semoga mendapatkan orang yang benar-benar mencintai serta menerima kita apa adanya. Semangat yang saat ini masih berjuang... 🤗🤗🤗 )