
Ara dan Mel memulai aktifitas nya kembali. Mel yang sudah bersiap untuk ke sekolah dan ara yang juga sudah akan berangkat bekerja.
Hari ini Mel berangkat bersama Ana, karna ana bilang mau ngomong sesuatu yang penting. Ara hanya berpesan pada mel untuk hati-hati saat berkendara.
Tin tiin tiiin
"Bunda, mel berangkat dulu ya, itu ana udah dateng. Assalamu'alaikum" pamit mel
"Wa alaikum salam sayang, hati-hati dijalan" ucapku.
Setelah mel berangkat sekolah, ara segera berangkat ke kantor juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di kantor, saat ara hendak masuk lobi ada yang memanggilnya
"Ambarawati" ucap pria itu
"Ya..... Wah Om Aji. Apa kabar Om?" tanyaku sambil memeluk om Aji sebagai sapaan
"Baik, kata tantemu kemarin ketemu di mall ya" ucapnya
"Iya om, waktu beli kebutuhan sehari-hari sama mel" kataku
"Lho papa ngapain kesini?" tanya Aldo yang baru saja sampai di kantor. Aldo melihat papanya dan ara begitu akrab, ada rasa cemburu namun langsung dia tutupi.
"Eh anak nakal ini jam segini baru datang ke kantor, dasar harusnya kamu itu beri contoh yang baik buat para karyawan kamu" omel papa
"Apaan sih pa, ini juga masih pagi kok" ucap Aldo
Lalu melirik ara, kemudian bertanya pada papanya..
"Papa kenal sama ara?" tanyanya
"Kenal banget dong, iya nggak sayang" jawab papa Aldo dengan menekankan kata sayang. Aldo hanya mendesah dan setelah itu wajahnya berubah menahan emosi.
"Maksud papa apa, manggil dia gitu" katanya
Ara hanya menahan tawanya melihat Om Aji yang ngerjain anaknya sendiri. Astaga dari dulu Om Aji selalu saja begini kalo sama Aldo.
"Nggak ada maksud apa-apa, emang kenapa Al?" tanya balik papa Aldo dengan menahan ketawanya.
Tanpa menjawab pertanyaan papanya, Aldo berlalu begitu saja dengan wajah masamnya. Setelah Aldo pergi, aku dan om aji tertawa terbahak-bahak melihat tingkah absurd Aldo. Dan aku serta om aji berjalan beriringan sembari ngobrol ringan.
...----------------...
"Apa yang papa lakukan dibelakang mama?" tanya Aldo dengan selidik
"Nggak ada yang papa lakuin dibelakang mama kamu Al" jawab papanya dengan tenang.
Sepertinya Aldo dari dulu sampai sekarang masih saja sama, kalo soal ara pasti beuh ribet bin cemburu, gumam papanya dalam hati sembari tersenyum samar.
"Yaudah, aku laporin mama aja. Ayah lagi selingkuh" adunya
"Telfon aja deh, papa nggak takut" tantang papanya, sebenarnya papa dan mama Aldo memang merencanakan ini supaya Aldo bisa mengingat masa lalunya, orang tuanya kasihan melihat Aldo yang seperti ini. Tapi melihatnya bisa nyaman dengan Ara, orang tuanya merasa lega.
"Halo, assalamu'alaikum ma" ucapnya
"......................"
"Iya nih, papa kegenitan ama sekretaris aku ma. Yang namanya ambarawati itu lhoo" adunya
".................."
"Hah, kok mama bilang gitu sih. Aku nggak mau papa nikah lagi. Enak aja udah tua juga, masak mau sama yang daun muda" katanya dengan memanyunkan bibirnya
Papa Aldo yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia pun tergelak mendengar ucapan istrinya itu.
"Hahahaha.... wah dapat ijin nih. Lumayan lagi pula ara juga cantik" ucap papa Al
Wah benar-benar ini anak, kayaknya bucinnya sama ara udah dari kecil ucapnya dalam hati.
Enak saja papa mau nikahin ara, aku aja yang pdkt lama ditolak terus, Ee liat papa sama ara baru aja jumpa langsung akrab lagi, gerutunha dalam hati.
"Udahlah, papa mau pulang aja. Mau ngajak makan siang ara ahhh" ucap papa Al lalu pergi keluar ruangan Al tanpa mendengar jawaban Al.
"Aaarrrgggghhhhhh dasar tua-tua keladi" umpatnya
...****************...
Di ruangan yang berbeda, Ara dan Papa Al tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Al.
"Dari dulu lhoo ra kayak gitu sama kamu" ucap papa Al
"Hehe, lha itu kemarin-kemarin juga gitu. Nemplok deketin ara om" kataku sambil menahan tawa
"Gimana nggak naksir sama kamu, kamu aja udah baik cantik pinter pula" puji om Aji
"Ah om bisa saja" ucapku
"Oh iya, nanti siang sekalian makan siang sama om juga tante ya ra. Kan jarang-jarang bisa ngumpul gini, sekalian ajak orang tua kamu juga anakmu" pinta papa Al
"Insya allah ya om, soalnya kan mel sekolah. Pulangnya juga sore, kalo bapak sama ibu mungkin siang juga udah santai" ucapku.
"Ok, nanti om sama tante tunggu di resto XX ya. Biarin aja anak nakal itu uring-uringan" ucap papa Al
"Hehehe, om sih gitu. Kalo sama Al mesti nggak mau ngalah" ucapku.
Beberapa saat kemudian Om Aji pamit pergi karna masih ada urusan. Namun belum lama ada yang masuk ke ruanganku, ku kira om aji dan tanpa melihat aku seraya bertanya...
"Apa ada yang ketinggalan om?" tanyaku namun tak melihat siapa yang datang
"Emang aku udah om om gitu" gerutunya.
"Mmmm maaf pak saya kira...." belum sempat aku melanjutkan ucapanku Aldo langsung menyambar bibirku dan ********** walau ku tau dia menahan amarah namun sentuhan bibirnya begitu lembut.
"Hah hah hah... kamu itu ngapain sih, suka banget nyium aku tanpa persetujuan" keluhku
"Salah sendiri kamu akrab banget sama papa, papa tadi ngomongin apa aja disini?" tanyanya penuh selidik
Aku hanya mengangkat bahu saja, toh biar dia penasaran apa yang udah om aji katakan padaku.
"Huh... kamu kenapa sih ra, aku sampek nggak konsen kerja liat kamu sama papa kayak gitu" ucapnya lirih
"Seharusnya aku yang tanya Al, kamu itu yang kenapa. Orang aku cuma ngobrol, lagian papa kamu juga asyik" ucapku.
"Sekali lagi kamu muji laki-laki lain di depanku, nggak akan segan-segan aku cium lagi" ancamnya
"Hah, beliau kan papa mu Al, apa yang salah coba. Aneh banget kamu itu, mending kamu pulang deh. Kayaknya kamu kurang istirahat" ucapku
"Iya aku kurang istirahat karna mikirin kamu, udah bingung gimana caranya luluhin hati kamu. Aku cinta sama kamu ra, pliss terima aku ra" mohonnya sambil duduk di depanku.
Aku begitu kaget melihat Al yang duduk sembari menundukkan wajahnya.
"Kamu ngapain sih Al, berdiri deh. Nggak enak ntar diliat orang lain. Ntar disangkanya kamu aku apa-apain" bujukku
"Nggak ra, biar semua orang tau. Kalo kamu adalah milikku dan hanya cuma aku yang akan bersanding denganmu" katanya dengan tegas
Mulai deh mode ngambeknya... Emang kamu nggak pernah berubah ya Al... Slalu saja begitu. Tapi aku sayang sama kamu juga cinta sama kamu, ucapku dalam hati.
"Udah buruan berdiri, malu tau masak CEO bersimpuh di depan sekretarisnya" ejekku
"Huuh, kamu itu merusak suasana tau ra" kesalnya..
"Udah-udah jangan ngambek, jelek tau Dodot" ucapku
"Hah... kok kamu tau panggilan itu...." ucap Al kaget saat Ara memanggilnya Dodot. Al pernah dulu dengar ada yang memanggilnya seperti itu tapi dia lupa siapa yang memanggil dia dengan sebutan itu.