
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Light Novel That Time One Class Summoned in the Another World ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan tinggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja termasuk komentar kok(。•̀ᴗ-)✧
_________________________________________
Setelah menikmati makan malamnya, Nene ingin mengatakan sesuatu dengan ekspresi yang terlihat serius.
"Aku ingin menjadi kuat." kata Nene dan melanjutkan. "Tapi, hanya aku sendiri tidak akan cukup untuk menjadi kuat…"
"Apa yang kau bicarakan, Shirasaki. Kami semua mendukungmu! Kita tidak akan mengulang kesalahan yang sama, jadi kita harus lebih banyak belajar tentang sihir maupun dunia ini." tanggap Nazuna.
"Shirasaki-san, dengan menjadi kuat, apa kau berencana untuk menyelamatkan Shin dan Rin?" tanya Ryunosuke.
"Um. Aku ingin menyelamatkan mereka, aku masih belum percaya bahwa Kiriga-kun dan Rin tiada. Mereka pasti berada di suatu tempat. Kemudian aku ingin memastikan kembali dengan kedua mataku sendiri."
Kemudian Ryunosuke melirik Ayuzawa, dan dia mengangguknya sebagai balasan.
"Kalo begitu, kami juga akan membantumu untuk mencari mereka."
"Aku juga akan ikut membantumu, Shirasaki. Kami juga akan berlatih besok, apa kau mau ikut dengan kami latihan?" tanya Nazuna.
"Tentu, aku akan ikut!"
Nene mengangguk dengan mata antusias.
"Baiklah."
"Sepertinya sudah larut malam, kami akan segera kembali ke kamar." kata Ayuzawa.
"Terima kasih sudah menemaniku disini, Ayuzawa-chan."
Sebelum meninggalkan kamar, Ayuzawa membalas terima kasihnya.
"Aku tidak butuh ucapan terima kasih. Kita teman, ingat?" jawab Ayuzawa, pernah menjadi samurai gadis. Gelar yang diberikan kepadanya agak tepat.
"Um, kau benar."
"Ya. Sampai jumpa besok, Ayuzawa-chan, Ryunosuke-kun, dan Nazuna-san."
Ayuzawa, dan yang lainnya meninggalkan kamarnya.
Setelah teman-temannya pergi dari kamarnya, Nene pergi ke tempat tidurnya dan berbaring. Saat berbaring, dia bisa melihat tirai putih di atasnya sambil merenung sesuatu.
"Besok, aku akan berlatih dengan serius. Aku berjanji akan menyelamatkan Kiriga-kun dan Rin, dan membawa mereka pulang…"
Kedua matanya secara perlahan mulai tertutup dan larut.
***
Keesokan harinya, Nene dan teman-temannya berkumpul di Arena Pelatihan. Mereka semua berbaris yang dipimpin oleh Kapten Karlstahl.
Meski mereka menghindari membicarakannya, kematian Shin dan Rin masih membebani sebagian besar murid.
Mereka menyadari bahwa mereka mungkin benar-benar mati bertarung di dunia ini, dan fakta itu telah mengejutkan kepercayaan mereka terhadap kemampuan mereka. Kematian Shin dan Rin telah membuat mereka trauma.
Salah satunya adalah Shirasaki Nene. Dengan memegang keyakinan bahwa Shin dan Rin masih hidup, kali ini dia sangat serius mengikuti untuk latihan.
Pada hari yang agak cerah, mereka seperti biasa berlatih menggunakan pedang dan tombak.
Setelah tahu bahwa Shin dan Rin mati jatuh ke dalam jurang. Kali ini sebagian murid tidak lagi merasa gentar dan takut.
Mereka yang takut hampir merasa gila karena mengetahui kematian teman mereka Shin dan Rin tak tertolong, selain itu ada juga monster ganas yang dapat membunuh siapa saja. Mereka memilih untuk bersembunyi di kamar dan menjadi pengangguran.
Bahkan untuk seorang Orihara yang sering membully Shin di sekolah, dia juga ikut terkena mental dan cukup merasa terpukul.
Mereka yang bertahan adalah Shirasaki Nene, Ayuzawa Makuto, Ryunosuke Chiba, Nazuna Ashina, Amanogawa Jun, Orihara Yamada, Onodera Miyabi, Sinuichi Satsuka. Sedangkan, Kirisaki Risya memilih untuk merawat wali kelas mereka, Haruka-sensei.
Ketika dia mengetahui kematian Shin dan Rin, Haruka pingsan karena shock. Dia merasa bertanggung jawab atas para murid, dan tidak dapat memaafkan dirinya sendiri karena telah bersembunyi di kastil di tempat yang aman sementara para muridnya telah bertarung dan tewas.
Dia menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa membawa semua orang kembali ke Jepang dengan selamat. Itulah sebabnya dia menolak untuk membiarkan murid-muridnya terkena bahaya lebih lanjut dengan tegas.
Haruka-sensei cukup istimewa sehingga dia mampu mengubah standar pertanian dunia ini secara tunggal. Jadi, ketika dia memprotes latihan dasar selanjutnya, Kerajaan tidak punya pilihan selain menyetujui. Mereka tidak mampu untuk melawan Haruka.
Akibatnya, hanya party Amanogawa, party Orihara, yang mengajukan diri untuk kembali ke medan perang dengan sukarela, berada di labirin.
Agar tumbuh lebih kuat, mereka telah memilih untuk sekali lagi menantang Labirin Underground.
Dan mereka berencana untuk pergi minggu depan, sementara dalam sisa waktu itu, mereka akan terus berlatih dan masuk sekolah Akademi Pedang dan Sihir nanti.