
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Light Novel That Time One Class Summoned in the Another World ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan tinggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja termasuk komentar kok(。•̀ᴗ-)✧
_________________________________________
*Dash! Dash!
Filo berlari sangat kencang mengitari si Sentadu untuk mencari jalan masuk sebelum menghancurkan inti kehidupannya. Filo tidak kelihatan kelelahan dan melebarkan sayapnya sembari berlari. Filo berlari lebih cepat daripada yang sebelum Shin duga. Ia menduga kalau kekuatan terbesar Filo berada pada kedua kakinya.
Lalu Filo berhenti. Dia membuka sayapnya dan berteriak.
"Fiii!"
Sayapnya mengarah sesuatu di atas. Shin melihat ke atasnya dengan jelas melihat inti kehidupan monster itu.
Sebenarnya itu bukan inti kehidupan monster melainkan inti keberadaan yang dinamakan Core Existence. Core Existence mempunyai fungsi yang sama dengan jantung manusia/iblis dan terletak di dalam organ tubuh pada setiap monster.
Dengan menghancurkan Core Existence, mereka dapat langsung membunuh monster manapun dengan mudah. Akan tetapi, dengan tingkatan yang berbeda, terkadang Core Existence sangat sulit untuk menemukannya.
Shin menuruni punggung Filo dan melihat ke atasnya.
"Core Existence… Jadi, itu nama intinya."
Dengan kemampuan matanya yang super spesial, Shin bisa mengenali bahwa itu adalah Core Existence atau Inti Keberadaan, mempunyai bentuk tidak rapi seperti batu mentah, ukurannya pun tidak sebesar yang dibayangkan seperti segenggam tangan orang dewasa dan kelihatan mengkilap.
Saat Shin melihat batu inti itu, dia juga merasakan perasaan ngeri saat berada di bawah kerangka besar seukuran tidak normal. Ia bisa melihat bagaimana tulang-tulang rusuk si Sentadu menukik ke bawah.
Shin mulai berpikir apakah monster ini semacam ras Titan karena si Sentadu memiliki postur tubuh hampir mirip seperti dalam manga yang dibacanya.
(Seharusnya sudah jelas sih… manga yang dibaca Shin itu adalah manga Attack on Titan :v)
Dia cepat-cepat mengangkat pedangnya lurus secara vertikal dan mengarahkan ujung mata pedangnya ke arah Core Existence yang dimiliki si Sentadu itu.
Shin mendorong pedang baja nya ke atas dengan tajam.
"—Rgh!"
*Klontang!
Suara tajam terdengar mendengung di telinga dan menggema. Saat pedang baja Shin berhasil menyentuh Core Existence, tangan kanannya menjadi kaku seketika pedang bajanya terhempas ke lantai dan mengeluarkan percikan-percikan kembang api.
"Keras!"
Core Existence itu tidak bisa dihancurkan, sebaliknya Shin mendorong pedang seberat baja itu terlalu keras membuat tangan kanannya menjadi keram. Setiap Core Existence terlihat memiliki pembatas antara senjata. Jadi, untuk menghancurkannya seseorang harus membutuhkan semacam sihir dan menghancurkannya tanpa menyentuh.
Bahkan Filo juga bingung. Tapi dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Shin menghembuskan nafasnya sekali, dan mengambil pedang bajanya di lantai. Lalu mencoba untuk menghancurkan Core Existence di sisi lain. Hal yang sama terus dilakukan olehnya, pada akhirnya hasilnya tetap sama.
—Gagal total.
Kemudian Shin menggunakan kemampuan mata kanannya, dan memfokuskan penglihatannya pada Core Existence si Sentadu itu.
"Apa itu… semacam pelindung?"
"Fi! Fii!"
Di sampingnya, Filo berteriak sambil menatapnya, memberi Shin sebuah isyarat dengan mengepak sayapnya. Filo terus menatapnya selama beberapa detik, memaksa Shin untuk memahaminya. Namun berbeda, Shin langsung memahami maksud Filo dan mengambil dua langkah mundur.
"Kau menyuruhku untuk mundur 'kan…?"
"Fi! Fii!"
Seolah sedang bermain tebak-tebakan. Meski terlihat ada keraguan di wajah Shin, dia tetap bersikeras menuruti kehendak Filo.
Shin mengeluarkan nafas lega karena tebakannya selalu benar di akhir-akhir dan berbisik di dalam dirinya. Sebab dia sering kali dikejutkan dengan tingkah laku Filo saat ia menetas.
Kali ini, apa yang ingin dia lakukan…
Shin membiarkan Filo bertindak sesuka hati. Filo baru saja lahir, tapi disini dia telah tumbuh dengan sangat cepat.