That Time One Class Summoned In The Another World

That Time One Class Summoned In The Another World
Chapter 15 : Telur Filolial (Part 03)



Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Light Novel That Time One Class Summoned in the Another World ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan tinggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja termasuk komentar kok(。•̀ᴗ-)✧



_________________________________________


Shin bahkan mengejutkan dirinya sendiri pada seberapa cepat monster lucu itu makan, dia justru membayangkan kalau yang monster itu makan adalah bagian tubuhnya, sesaat itu membuatnya merasa ngeri.


Sejujurnya, Shin dari awal memang tidak menaruh kebencian terhadap monster, namun untuk beberapa alasan, dia harus melawan mereka agar levelnya meningkat.


Setelah selesai makan, burung itu menyandarkan posisinya di tanah.


".....suuuuu…."


Dan tertidur.


Dua orang dari dunia lain yang merupakan remaja sekolah menengah, Shin dan Rin. Wajah mereka terpaku pada sisa-sisa roti dengan hening, di samping seekor burung monster yang memakannya tidur dengan nyenyak di lantai.


Sementara itu, Shin berdiri, dan…


"...Oke, aku akan melihat portalnya—"


Shin berdiri dan ingin memeriksa portal untuk lantai selanjutnya, tapi Rin menghentikannya dengan memegang pergelangan kakinya.


"Hoi! Jangan pegang kakiku!"


Shin mencoba melepaskannya, tetapi…


"Sshhhhhhhhhh!! Kau akan membangunkannya!" Rin meletakkan jari telunjuknya di bibir dan berbisik.


Rin memasang ekspresi masam dan merendahkan kepalanya, kemudian..


"Jangan tinggalkan aku sendirian…" ucapnya lirih.


Shin meliriknya untuk sesaat.


"Aku tidak akan meninggalkanmu," ungkap Shin. "Lagipula, bukankah kau harusnya menjaganya saat ia sedang tidur?"


"...Kau benar." 


Rin melepaskan pegangannya dari pergelangan kaki Shin.


"Aku akan kembali secepatnya."


Shin maupun Rin masih belum tahu, kalau mereka saat ini berada di lantai 95 atau yang dikenal sebagai Floor of Serenity.


Secara harfiah, Floor of Serenity artinya Lantai Ketenangan. Dimana lantai ini monster tidak dapat dilahirkan. 


Jika lantai ini monster tidak dapat dilahirkan, itu artinya burung yang baru saja menetas yang Shin dan Rin temukan itu bukanlah monster, melainkan hewan yang sudah lama punah sejak ratusan tahun. 


Singkat cerita…


Burung ini mempunyai spesies yaitu, Filolial. Artinya adalah, burung itu satu-satunya jenis Filolial yang masih tersisa di muka Axiys. Dan telah dinobatkan sebagai Kandidat Ratu Filolial selanjutnya. 


Namun sayangnya, saat burung ini dilahirkan, dia tidak mau menetas. Pada akhirnya, telurnya disimpan di dalam Labirin Underground, di bagian terdalam labirin untuk mengabadikannya.


***


Shin terus berjalan melewati lorong, hingga di depan matanya terlihat jalan keluar lagi dan itu yang terakhir. 


Itu adalah lokasi portal. Satu-satunya jalan untuk naik ke lantai berikutnya. Mau bagaimana pun mereka harus menempuh semuanya, demi menyelesaikan labirin dan keluar dari tempat itu, meski bahaya akan menanti mereka.


Sebuah portal besar terlihat besar di depan matanya. Bentuknya menyerupai lingkaran yang agak lonjong, yang menghubungkan antara lantai dengan lantai yang lainnya.


Setelah berdiri diam, Shin mencoba berjalan sambil melihat sekitarnya. Yang ia lihatnya hanyalah buku yang berserakan. 


Perpustakaan adalah cara yang tepat untuk mendefinisikan ruangan itu secara menyeluruh. Di sana terdapat meja yang berdebu, dan buku tebal di atasnya.


Shin meniup debu yang menutupi tulisan dari sampul buku tebal itu. Ia pun mencoba untuk membacanya.


Meskipun tulisan yang terdapat di sana adalah tulisan kuno, akan tetapi, Shin terkejut karena bisa membaca dengan lancar. Selain itu, dia menjadi penasaran dan membaca buku.


Disini tertulis… kalau Fitoria berasal dari spesies terakhir Filolial, dia adalah Queen of Filolial saat ini. Dikatakan… bahwa Fitoria sedang mencari kandidat untuk menggantikan posisinya. 


Dia tak berhasil menemukannya. Kemudian keputusan untuk mencari kandidat berubah, ketika Fitoria mendapatkan keturunan ras murni yang disebut Telur Filolial dan diberi nama Filo. Sejak ia dilahirkan, Filo dinobatkan sebagai Calon Ratu Filolial. 


Namun… ketika perang antara iblis dan manusia mulai pecah, Fitoria bekerja sama dengan Ouranos untuk menyembunyikan Telur Filolial di labirin bawah tanah hingga waktunya menetas. 


(Ouranos itu orang yang menciptakan Labirin Underground sekaligus mencegah monster keluar dari bawah tanah.)


Ouranos meramalkan dalam ilustrasi saat Filo benar-benar menetas, dia nanti akan bertemu dengan dua pasangan tidak akur yang nantinya akan menjadi sosok orang tuanya.


Akan tetapi… setelah ratusan tahun berlalu, Telur Filolial tidak menetas. Pada saat itu, Fitoria mati karena telah mencapai batas usianya. Sebelum kematiannya, Fitoria meninggalkan catatan terakhir.


"Ca…Catatan terakhir Fitoria?" Ia mengangguk serta bingung.


Kemudian, Shin membuka lembaran selanjutnya lalu membacanya.


"Senang melihatmu. Aku adalah Ratu Filolial, Fitoria. Aku ingin tahu, apakah Filo-ku sudah menetas? Siapapun yang membaca catatan terakhir ini … begitu, ya. Artinya Filo-ku telah menemukan tempat untuknya pulang. Sebagai induknya, aku sangat bahagia. Biarkan aku meminta satu hal… tolong rawat dan jaga Filo-ku…"


Itu adalah halaman terakhir dari buku itu. Shin menutupnya kembali, dan segera kembali ke tempatnya Rin.