That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
Chapter 6



Halo, Reiko disini!


Yah ... saya tengah mengalami suatu musibah, yang dimana saya jatuh setelah mengambil bulu mahkota.


Satu anak panah kecil menancap di kaki, setelah anak panah ini menancap kesadaran saya terombang-ambing seperti seseorang yang tengah mabuk.


Berarti di ujung anak panah ini terdapat racun, menancap masuk dan menyebar ke sekujur tubuhku.


Kaki saya sudah tidak merasakan apapun alias (mati rasa)


Sial, saya harus cepat-cepat mencari penetralisir nya.


Dimulai dari urat kaki hingga leher mulai keluar menampakkan diri, biasanya urat berwarna merah namun ini berwarna ungu. urat saya sudah tercampur dengan racun yang ada di anak panah ini.


Yah ... saya sudah tidak dapat bergerak.


Terkapar lemas dengan bulu mahkota.


Seluruh urat mulai terkena hingga ke atas menampakkan diri lewat kulit, kedua mata sudah tidak berfungsi, darah mengalir setetes demi setetes hingga membentuk danau kecil.


>Skill Diperoleh : [Resistensi Racun] : Lv 1<


>Skill Meningkat : [Resistensi Tubuh] : Lv 4<


Bodoh...! disaat genting seperti ini, Nio malah memberitahu skill baru dan peningkatan skill.


Skill [Resistensi Tubuh] berkembang 2x karena racun ini...? sungguh ironis.


"Dimana dia!?"


Suara para manusia itu terdengar dekat, bagaimana ini?


Apa lebih baik menyerah? saya keluar dengan keadaan seperti ini, memberikan kembali bulu mahkota dan memohon diberikan obat penetralisir racun. Yah, itu tidak akan terjadi.


Yang akan terjadi adalah saya ditinggalkan mati sendirian tergeletak disini.


Melihat bulu mahkota yang cerah ini ... Membuat saya semakin sekarat!


Tidak ada hal yang sempurna jika hanya melihat bulu mahkota ini! Saya tidak akan mendapatkan obat penetralisir racun hanya dengan melihat bulu mahkota yang terang ini.


Namun ..... tak ada hal lain.


Apa harus saya makan? Lebih baik tidak, saya pasti tidak akan mendapatkan One For All.


....


Tidak hal lain yang bisa saya lakukan, mungkin memohon dengan dewa adalah salah satunya.


Saya adalah burung yang baik.


Ok ... saya memakan satu buah bulu mahkota. masuk ke dengan mudah ke perut.


Bulu mahkota memancarkan sinar cerah dari dalam perut saya, seluruh urat saya perlahan berubah menjadi normal.


Cahaya nya terpancar hingga keluar.


"Itu dia!"


Suara langkah kaki para manusia mendekat, cahaya ini membuat keberadaan saya ditemukan.


>Skill diperoleh : [Copy]<


>[Copy] ---- Bulu mahkota : -[Penetralisir Racun]


-[Hardening]<


Sebelum para manusia itu melihat saya --- saya sudah lebih dulu melesat ke udara.


....


Saya terbang di udara dengan tenang.


Seluruh tubuh sudah sembuh dari racun setelah memakan salah satu bulu, hingga mendapat satu skill yang sepertinya berguna bila digunakan.


Skill [Copy] bisa digunakan untuk menyalin suatu benda yang saya telan, namun bila saya baca disini ---- Skill [Copy] hanya menyalin kegunaan dari suatu benda yang saya telan, tidak untuk bagian luarnya.


Sungguh skill yang cukup berguna bukan?


Saya harus melewati hal berat, demi mendapat skill ini. sungguh bayaran yang seimbang bukan?


Benar!


Yah ... sudah saatnya saya pergi!


>Level Meningkat : Lv 4<


Eh...? level saya meningkat? Hanya terkena racun, level saya meningkat. Kekuatan yang saya miliki sungguh kuat! saya merasa kalau saya adalah karakter utama!


>Transformasi Wujud baru sudah dibuat, apa anda ingin merubah?<


Eh, apa lagi ini? Transformasi Wujud...? coba saja!


Baik!


Tubuh saya berubah menjadi manusia....?


Namun, itu bukan saat yang tepat! saya jatuh kembali!