
"Reinn Von Heimralle siap untuk melaksanakan tugas!"
Reinn berdiri tegak di hadapan sekelompok murid yang menggunakan seragam yang sama, lalu hormat.
Dimana latar ini adalah akademi.
Mari kita mundur sedikit.
Reinn, Miya, Aina bersama guru serta murid lainnya, membawa murid yang terluka menuju pertolongan kedua.
Luka mereka sudah berhasil ditahan, gejalanya pun dikurangkan berkat sihir Miya dan Aina.
Namun belum sepenuhnya sembuh, jadi mereka di bawa menuju klinik akademi.
Sesampainya disana, para murid langsung diberi pertolongan oleh dokter yang bertugas di klinik akademi.
"Apakah anda yang bernama Reinn?"
Dari belakang terdengar suara seperti suara lelaki, Reinn berbalik melihat seorang lelaki tengah berdiri di belakangnya.
"Ada apa?"
"Anda dipanggil kepala sekolah."
"Baiklah, aku akan segera kesana."
Miya dan Aina sempat mendengar, apa yang mereka katakan.
Reinn bergerak ke arah mereka berdua.
"Aku akan kesana dulu, Kalian jangan berbuat apa-apa, nanti akan sulit untuk mengumpulkan semuannya."
"Baik!"
"Aku sudah cukup senang bila kita bertiga sudah berkumpul, walau semuanya belum terkumpul semua." ucapku dengan nada sedih.
"Tenang saja Reinn, kita pasti bisa mengumpulkan mereka semua." jawab Miya sambil menepuk pundakku.
"Terimakasih, baiklah aku akan pergi."
"Hati-hati."
Reinn pun pergi meninggalkan mereka berdua, menuju ruangan kepala sekolah.
...
Sebuah pintu coklat bercorak, Reinn berdiri di hadapan pintu itu.
"Permisi."
Reinn mengetuk pintu, lalu membukanya.
Terlihat sebuah ruangan di dalamnya, beberapa meja, kertas tertumpuk di beberapa meja. Lalu di hadapannya, terdapat seorang pak tua berjanggut putih bersama dengan seorang perempuan berambut kuning tengah berdiri di sebelahnya.
Dia adalah kepala sekolah disini.
"Oh Nak Reinn, silahkan duduk."
Reinn duduk di kursi, tatapan mereka berdua saling berhadapan.
"Jadi apa ada perlu dengan saya?"
.....
...
"Bagaimana?" tanya kepala sekolah.
"Jika anda bertanya kepada saya, Mengapa hanya saya yang dipilih?"
"Karena hanya kamu yang pantas." jawab kepala sekolah yakin.
Reinn merenung keras, memikirkan tawaran kepala sekolah.
"Kalau kamu masih tak yakin, akan aku panggilkan. Nilm, panggilkan dia."
"Baik, Tuan."
Nilm bergerak menuju pintu depan, membuka pintu itu dan memperlihatkan sesosok perempuan.
Perempuan cantik, memakai gaun berwarna putih bercampur kuning, memakai almamater akademi, berambut kuning cerah.
"Selamat datang, Cucuku."
"Kakek!"
Perempuan itu bergerak menghampiri kakeknya, memeluknya.
"Ini dia orang yang kumaksud, bagaimana?"
Pandangan mereka saling bertemu, Hati Reinn berdegup ketika mereka saling melihat.
"D-dia lumayan cantik." jawab Reinn dengan kedua pipi yang memerah.
...
Reinn ditunangkan bersama Cucu kepala sekolah yang bernama Sena, lalu ditugaskan menjadi pemimpin Ksatria Stars.
Apa itu Ksatria Stars?
Ksatria stars adalah kumpulan murid akademi yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk ditugaskan membantu kesatria kerajaan dan pergi ke medan depan.
Reinn berkumpul dengan kumpulan murid yang dipilih menjadi Kesatria Stars (The Knight of Stars).
Wajahnya bergerak ke kanan dan kiri, ia tidak melihat kedua temannya.
"Reinn."
Ada yang menepuk Reinn dari belakang, ia menoleh melihat kedua temannya ikut terpilih.
"Kalian terpilih juga?"
"Iya."
"Semuanya berbaris!"
Suara teriakan keras dari salah satu orang, seluruh Knight mulai bergerak membentuk barisan.
"Hari ini kita akan mulai bertarung di barisan depan melawan naga yang tengah tidur di ."
"Mengapa? karena naga itu memancarkan racun dan membuat air sungai menjadi tercemar! Sudah banyak penduduk yang keracunan dan mati karena racun yang dihasilkan!"
"Untuk itu, kita akan melawannya!"