
Apakah kamu takut?
Iya.. saya sangat takut...
Bagaimana caranya anda menghilangkan ketakutan anda?
Saya tidak tahu...
"Siapapun tolong aku!" apa anda ingin berbicara seperti itu?
Anda benar sekali.
Bagaimana kalau ... saya menawarkan anda sebuah persepakatan?
Apa .. itu...? saya tak tahu menahu tentang itu...
Yah anda masih sangat muda dalam mengetahui hal ini, persepakatan ini adalah -- jika diringkas ke dalam satu buah kata itu adalah saya ingin memberikan anda pertolongan.
Huh...? apakah itu benar?
Benar.
...
Baiklah akan saya terima itu, bagaimana caranya?
Untuk mencapai tingkat keberhasilan, dibutuhkan suatu hal yang membuat diri saya puas. Apa yang ingin anda berikan?
Apa yang anda bicarakan? saya tidak mengerti itu..
Bayangkan saja jika anda memberikan sesuatu yang menarik dan membuat saya puas, maka saya akan membantu anda dalam mencapai tingkat keberhasilan itu.
Sesuatu yang dapat membuat anda puas...
Bagaimana kalau saya memberikan seluruh tubuh, jiwa dan kehidupan saya?
Luar biasa! anda sungguh pengertian terhadap saya, baiklah akan saya terima itu.
"Hadiah" yang anda berikan membuat saya terkesan, baiklah saya akan membantu anda dalam mencapai tingkat itu.
Tunggu! siapa namamu?
Namaku adalah Gray, sesosok yang akan membantumu dan juga akan hidup di dalam tubuhmu...
Sesosok itu menghilang setelah membisikkan namanya di telingaku.
Ketika saya terbangun, saya masih melihat tempat yang sama. Dimana tubuh saya masih terkekang tak dapat digerakkan, dengan beribu duri tajam yang menusuk tubuhku.
"Pasti rasanya sakit, kan?"
Suara ini...? suara yang tak asing bagiku, suara ini... baru saja saya dengar.
Ketika itu pula, kedua mata saya ditutupi oleh sesuatu.
"Serahkan padaku, silahkan anda tidur saja."
"Gray..."
Seketika ruangan itu menjadi retak, Beustlene yang tengah duduk santai langsung terbangun akan kepanikan.
"Ada apa ini? apa yang terjadi?"
Perlahan retakannya semakin membesar, membuat Beustlene semakin panik.
"Apa yang terjadi!?"
Gray masih berada disana, memeluk tubuhku tanpa dilepas.
"Kau lagi! Sialan!"
Ruangan kegelapan menjadi pecah, Beustlene terlempar keluar bersamaan dengan Gray yang tengah menguasai tubuh Hatori.
"Sialan kau!"
"Skill [Dust]!"
Segelintir kegelapan melesat ke arah tubuhku, namun itu semua terlempar dengan mudah seperti ada sebuah pelindung yang melindungi saya.
Wajah Beustlene sudah semakin panik.
Ia pun langsung kabur lewat dimensi kegelapan, tubuhnya menghilang dari hadapanku.
Beustlene sudah kalah, saya tak perlu lagi melawan lagi dengannya.
Apa yang terjadi...?
Ketika saya berbalik, lautan api sudah melahap hampir sebagian kerajaan E-Nantiel. seluruh mayat penduduk berserakan di sepanjang jalan.
Tak menunggu lama, saya melesat ke Tempat pengasuhan.
Tempatnya sudah dilahap oleh api, namun saya tetap masuk ke dalam menerobos kobaran api.
"Semua! Bu Hino! Minori! Hiro!"
Saya tak menemukan siapapun di dalam kobaran api ini, tak ada mayat sama sekali. Ketika itu pula, saya menemukan jepit rambut Minori yang baru saja dipakai olehnya.
"Minori...."
"...Sialan!"
Saya termakan amarah.
Apa kamu ingin membalas dendam?
Ya...
Gray datang kembali menguasai tubuh saya, lalu keluar dan terbang ke angkasa. Saya masih dapat melihat dari pandangan saya, bahwa Gray membawa tubuh saya terbang.
Terlihat sebuah cahaya yang tengah melawan manusia api sebelumnya, yang jika dilihat lebih dekat menggunakan [Mata Elang], cahaya itu adalah pahlawan pedang.
Namun saya tak berkutik melihatnya, saya hanya terdiam dengan seluruh amarah.
"Bagaimana kalau saya memanggil iblis? itu ide yang bagus."
Aku akan meminjamkan kekuatanku.
Skill [Pemafion]
Seluruh tubuh mayat yang berserakan di bawah menghilang menjadi gumpalan bola cahaya, semua bola itu terbang saling berkumpul.
Ketika semua bola sudah berkumpul, membentuk suatu kepompong berjumlah 3. Ketiga kepompong itu mengeluarkan cahaya bersinar.
"Datanglah, Iblis!"
Cahaya semakin cerah dan pecah..
Muncul 3 sosok iblis yang terlihat menyeramkan.