
Kerajaan E-Nantiel, sebuah kerajaan yang berdiri tegak di bagian selatan arah mata angin. berbentuk melingkar dengan tembok yang terbuat dari susunan bebatuan, susunan bangunan yang terlihat tidak biasa.
Menyusun berjejer dan ada yang melingkar.
Bangunan di kota ini terbuat dari jejeran kayu dan batu yang terlihat usang, cat nya sudah mengelupas menunjukkan bagian dalamnya. warna kayu nya juga sudah terlihat sangat lama.
Namun itu hanya bagian depan.
Bagian kedalam sering diperbarui, dimulai dari cat serta bahannya. diganti selama 1 tahun sekali.
Di tengah kerumunan para penduduk, terlihat seorang perempuan muda berambut biru terang bercampur putih tengah berjalan membawa barang belanja.
Berjalan bersampingan dengan seorang wanita -- wanita dewasa dengan celemek yang terpapang jelas di tubuhnya.
Yah, itu adalah saya...
...
Maksudku, seorang perempuan muda berambut biru muda bercampur putih adalah saya.
Bagaimana saya berada disini??
Saya akan mengilas balik cerita sebelum ini...
Saya adalah manusia biasa yang tidur di tengah pelajaran Matematika, ketika terbangun mendapati diri saya tengah duduk di sebuah tempat yang terbuat dengan serat pohon.
Waktu terus berjalan, memberitahu saya bahwa saya adalah seekor burung merpati.
Seiring berjalannya waktu, saya tumbuh besar menjadi burung merpati yang baik dan mendapatkan beberapa skill dan wujud manusia.
Terakhir kali saya ingat adalah ketika saya dibawa oleh 3 manusia, mereka memasukkan saya ke dalam PAE.
Apa itu PAE??
Pengasuhan anak E-Nantiel, Tempat yang menerima jasa mengasuh seorang anak yang tidak memiliki orang tua. Pekerjaan ini terdengar sungguh mulia bukan?
Namun ... bangunan yang dipakai tidaklah sempurna dengan yang kalian kira.
Sebuah bangunan kecil yang terletak di tengah kerajaan, diapit dengan bangunan toko senjata dan kedai. cat bangunan ini terlihat buruk dan usang, tidak enak dipandang.
Jika tempat asuhan ini tetap berjalan, seharusnya diberi fasilitas yang sepadan.
"Kami pulang!"
"Wah!"
Suara derakan kaki yang terdengar banyak, terlihat kumpulan anak yang diasuh didalam pengasuhan ini.
"Selamat datang, Kak Hatori!"
Hatori, nama yang cukup bagus bukan?? Hato diambil dari bahasa jepang yang berarti Merpati.
"Tunggu sebentar ya, kakak akan menyiapkan segalanya untuk kalian."
"Baik!"
Anak-anak yang diasuh disini tidak memandang umur, ada yang balita, remaja dan sebagainya.
Disini hanya terdapat 4 anak yang sudah remaja, termasuk saya.
Biasanya kami membagikan tugas setiap hari, pengasuh disini hanya tersisa satu yaitu Bu Hino.
Mengapa hanya satu??
Sewaktu saya pertama kali di bawa kemari, terdapat 3 pengasuh termasuk bu Hino. namun seiring waktu berjalan, mereka berdua pergi karena tidak tahan dengan gaji yang dihasilkan.
Memang ... bekerja disini hanya menghasilkan gaji yang sedikit. Mungkin jika dihitung dengan nominal uang asli, hanya menghasilkan 50.000 rupiah.
Yah itu juga tidak menentu..
"S-selamat datang kembali, Hatori-neechan."
"Aku kembali, Minori."
Terdapat 3 anak remaja di tempat ini, Minori, Hito, dan Akima.
....
Saya membawa bahan makanan ini ke dapur, dilanjut dengan bu Hino yang membawa sebagian bahan makanan.
"Saya yang akan memegang makanan."
"Ah, terimakasih. Kamu sangat membantu, Hatori-chan."
"Tidak, tidak, itu sudah kewajiban saya."
Bu Hino pergi dari dapur.
...
Sebenarnya saya tak tega ingin meninggalkan mereka, Mereka hidup serba berkecukupan dan akan terus seperti ini.
Yah, untuk saat ini saya akan tetap disini. membantu mereka sembari mencari uang.