That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
Chapter 15 : Re



Sebuah dunia yang tak berujung, tiada cahaya...


Kegelapan menyertai dunia ini seperti titik gelap...


Sebenarnya dunia apa ini?


"Oya, saya kedatangan tamu."


Ketika saya berbalik, saya melihat seorang lelaki dengan tampang aneh. walau begitu tubuhnya tertutupi dengan gumpalan kegelapan.


"Siapa anda?"


"Anda bertanya kepada saya? apakah anda belum mengenal saya? Ah...! ternyata saya belum seterkenal itu, mungkin saya harus menaikkan reputasi saya."


"Anu..."


"Diam! saya bukanlah seseorang yang ingin diajak berbicara dengan orang asing, harga diri saya sangat tinggi, jadi saya seringkali memilih lawan berbicara."


Saya tak mengerti apa yang ia bicarakan, ia selalu berbicara sendiri tanpa henti.


"Anu... saya hanya bertanya, siapa anda dan mengapa saya berada disini?"


"Hmmm? oh anda belum mengerti apapun ya...? Begitu, begitu, begitu, begitu."


Nama orang itu adalah Beustlene.


"Salam kenal, saya adalah Beustlene... Seorang manusia yang hanya ingin mencari kematian."


Beustlene berdiri tegak, pakaian bawahnya diangkat sedikit ke atas menyerupai rok dan tubuhnya dibungkuk kan sedikit ke bawah.


"Ah, salam kenal namaku---"


"Hmm?? Hmm?? Hmm?? Hmm?? Hmm?? Apa anda... menyukai dewi?"


"A---"


"Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu... tidak usah dijawab, saya sudah mengetahui jawabannya hanya dengan melihat wajah anda. Omong-omong, saya ini pandai mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh seseorang lewat rawakan wajah."


"Tunggu sebentar... saya akan segera menjawabnya."


Beustlene berpikir sejenak, kepalanya didonggak ke atas seperti sedang berpikir. kedua matanya bergerak ke seluruh arah, lalu berkedip setiap kali melihat ke arah yang berbeda.


"Hmm??? Hmm??? Hmm??? apa anda sudah tidak sabar!? maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf!!!! maafkan saya bila anda menunggu saya, baiklah akan saya katakan sekarang."


Saya tak akan mengerti dengan apa yang ia katakan, ia berkata seperti seseorang yang kehilangan akal.


"Jawabannya adalah.... Anda menyukainya! bagaimana?? apakah saya benar??? sertakan jawabanmu anak cantik!!"


"Maaf jika saya menyela, pertama saya tidak mengetahui dewi yang anda maksud---"


"Yah, itu sudah wajar. terdapat banyak dewi di dunia ini, dan mereka semua seperti sampah... mereka selalu sombong akan kecantikan mereka, Toh saya akan membunuh mereka dengan tangan saya sendiri."


"Dengarkan saya terlebih dahulu, jangan menyela! Kedua saya tidak menyukainya karena saya tidak mengerti dengan apa yang anda maksud, ketiga! Jangan sering-sering memotong pembicaraan seseorang."


"...."


Suasana menjadi hening...


"Kamu... bodoh."


Ketika tatapannya menatap ke saya, seketika jantung saya hancur. Aliran darah keluar mengalir lewat mulut serta mata.


Apakah saya akan mati??


Kehidupan kedua saya... terbuang secara sia-sia...


....


"Anda tidak akan mati."


"Eh?"


Ketika saya terkejut, saya merasakan kembali detak jantung saya.


Apa yang tengah terjadi disini? Bukannya jantung saya hancur...


Seketika kedua tangan saya terkekang seperti ada sesuatu yang menariknya, tubuh saya pun juga tidak dapat bergerak.


"Haduh, anda salah memilih musuh... Sebagai manusia yang akan membunuh seluruh dewi, saya menyarankan anda untuk menjalani ujian dari saya... tunggu apakah anda ingin menjadi bawahan saya!? saya sungguh terkejut..."


"Baru kali ini, ada seseorang yang memohon menjadi bawahan karena mengaku menyerah... Yah anda masih belum berhak, sebelum melewati ujian ini. Jika anda tetap hidup, maka saya akan berikan anda sebuah penghargaan, apa mungkin anda ingin kekayaan? Tidak, tidak, tidak, tidak! saya sama sekali tidak memiliki kekayaan, bahkan kekayaan yang berlimpah sekalipun."


Seketika muncul suatu benda yang menusuk saya dari belakang...


"Khaaak!"


"Ohooo, Ohooo, Ohooo, suara yang sungguh merdu... sangat M E R D U!"


Sebuah benda yang tak kunjung berhenti menusuk seluruh tubuhku, sementara saya terpojok tak dapat bergerak.


.......


......


...


"Lalu, saya jatuh bersamaan dengan 5 kepala mereka. Ketika saya membuka mata, saya kehilangan mereka. Omong-omong, salah satunya saya makan untuk memenuhi keinginan saya membunuh dewi."


Ketika saya jatuh ke dalam jurang, sulit untuk naik ke atas langit.


Sudah beribu duri menancap di tubuhku, mungkin sudah tidak ada slot lagi. Saya juga tidak tahu, bagaimana bentuk rupa jantung saya? apakah berlubang dengan sangat banyak?


"Apa kamu takut..?"


Takut? apa itu?


"Apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut? apa kamu takut?..."


"Apa kamu takut?'


... Iya ....