That Time I Got Reincarnated As A Bird

That Time I Got Reincarnated As A Bird
Chapter 12



Halo, Hatori disini.


Yah, kalian sudah tidak dapat mendengar Reiko kembali. Karena saya sudah mengganti nama saya dengan nama yang sempurna.


Sebagai seorang yang sudah tumbuh remaja, saya diharuskan untuk bisa memasak. Mungkin sebagian dari kalian meremehkan saya, namun saya mendapat skill [Cooking] yang membuat saya mahir dalam memasak.


Skill itu saya dapatkan ketika pertama kali membantu Bu Hino.


[Cooking]


Suatu skill support yang membantu pemiliknya dalam hal memasak.


Jadi, apa yang harus saya buat disini?


Melihat bahan makanan berjejer di atas meja, saya sedikit bingung ingin membuat apa.


Hal yang biasa saya buat adalah sup kentang dan rebusan kentang.


Namun hari ini, bahan makanan nya cukup berbeda dari biasanya. Terdapat beberapa daging yang masih segar, daging ini didapat dari peternakan kerajaan yang memberikan daging segar ini secara gratis.


Membayangkan apa yang ingin saya masak...


Yosh, saya sudah membayangkannya. Tinggal membuatnya dengan mudah.


.....


Beberapa buah wortel saya potong menjadi beberapa potong dan memasukkannya ke dalam sup kaldu.


....


Selesai sudah.


Saya membuat setungku sayur wortel, rebusan kentang dan daging sapi saus manis.


Sudah kubilang bahwa saya ini berbakat, tidak perlu risau.


Semua sudah saya persiapkan, tinggal mengantarkannya menuju ruang makan.


"Makanan sudah siap!"


"Yeah!"


Semua anak bersorak riang gembira menyambut makanan yang baru saya siap, seluruh makanan dibagikan ke semua anak di atas meja.


Anak yang paling semangat adalah Hito, dia terlihat bersemangat ketika membagikan makanan. Beberapa piring ia bawa ke atas meja, untuk di bagikan ke para saudaranya.


Saya duduk di satu kursi kosong sebelah Minori.


Semua anak sudah duduk di atas kursi masing-masing, Bu Hino memimpin doa sebelum makan. Saya tidak tahu menahu tentang kepercayaan di dunia ini, jadi saya hanya mengikuti cara mereka.


"Selamat makan!"


Seluruh anak mulai memakan sarapan pagi.


"Ini enak sekali, Hatori-neechan!"


...


Setelah semua selesai makan, piring kotor ini kubawa ke wastafel serta mencucinya.


...


Hari berganti ke siang, cuaca semakin panas.


Saya duduk di atas atap menikmati angin yang cukup cepat, sampai dapat meniup rambut saya.


Rambut saya sudah cukup panjang, Mungkin sudah saatnya saya memotongnya. Namun berhubung jenis kelamin saya perempuan, saya tidak akan memotongnya.


Bagaimana saya tahu? saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa wujud ini memiliki jenis kelamin perempuan.


Lanskap yang saya lihat adalah kastil kerajaan E-Nantiel serta jejeran bangunan kota.


Sudah 2 tahun saya hidup di dunia ini, dan saya tidak menemukan sesuatu yang saya kenal disini.


"Hatori-neechan!"


Suara seorang perempuan memanggil nama saya dari arah bawah, kepala saya turun melihat ke bawah.


"Ada apa, Minori?"


"Tolong bantu aku!"


"Baiklah!"


Saya turun dari atas atap, Minori hanya bisa tercengang melihat saya turun dengan mudah.


"Apa yang harus kubantu?"


"Ini ... pakaian yang dipesan, saya harus mengantarkan kotak ini menuju pemesan."


"Ah, baiklah."


Satu kotak ini cukup berat, kami berdua bekerja sama dalam membawanya. Minori bilang isinya adalah pakaian, mungkin ini adalah pakaian yang dibuat oleh seluruh anak-anak.


Pekerjaan ini dilakukan demi menghidupi Tempat asuhan, seluruh anak-anak bekerja sama untuk membangun tempat asuhan secara perlahan.


"Berat sekali, Hatori-neechan!"


"Tahan sebentar."


.....


Kami sampai di depan pintu rumah sang pemesan, Saya menyerahkan ini kepada Minori karena ia cukup pintar dalam hal menghitung dan bernegosiasi. Saya duduk di depan, menunggu Minori menyelesaikan pekerjaannya.


"Hatori-neechan, aku sudah selesai."


Minori kembali membawa sekantung uang, yang berarti pakaiannya sudah selesai terjual.


"Baiklah, ayo kita kembali."