
Suara teriakan hebat terdengar dari arah tengah hutan.
Bila ditelusuri, terlihat 3 orang yang tengah melawan sesuatu.
Pakaian mereka terlihat sama, walau ada beberapa ornamen yang terlihat berbeda.
Lizardman, lawan yang mereka tengah hadapi.
Salah satu dari mereka maju dengan pedang, pergerakannya melajunya sungguh cepat seperti masuk ke dalam angin.
Pedangnya mengeluarkan cahaya.
Menebas lizardman itu tebasan menyamping, dilanjutkan dengan beberapa anak panah dan satu Spell Magic.
Satu buah Sihir api melaju membakar Lizardman itu hingga tewas.
"Kita berhasil." (Reinn)
Lelaki itu bernama Reinn Von Heimralle.
"Kau benar." (Miya)
Salah satu perempuan berambut merah lurus hingga sikut, bernama Miya Ni Ourmonn.
Dan terakhir adalah seorang perempuan berambut kuning bergelombang di kuncir dua, bernama Aina Kuon Menderitz.
Ketiganya adalah murid dari sebuah sekolah yang terletak di kerajaan Meitz.
Sekolah bernama Akami Akademi, sebuah akademi yang dikhususkan untuk para bangsawan kaya raya.
Sebenarnya rakyat biasa dapat ikut mendaftar, namun ujian dan seleksi untuk masuk sungguh sulit.
Hampir dikatakan mustahil bagi orang yang pemalas.
Dimana kita harus membayar uang yang sungguh banyak demi seragam dan perlengkapan lainnya.
Akademi ini melarang membawa perlengkapan dari luar, demi menjaga citra dan elegan mereka.
Juga, batas nilai yang dibutuhkan sungguh mustahil.
Makanya beberapa rakyat biasa memilih menyerah dari seleksi akademi.
Namun ada beberapa bangsawan yang melakukan sogokan untuk pengurus akademi.
Ketika anak mereka gagal masuk, mereka akan melakukan apapun demi memasukkan anaknya.
Bisa menyogok dan sebagainya.
Itu semua dilakukan demi menjaga nama keluarga tersebut.
Saat ini, melawan monster level rendah.
Sebenarnya masih ada teman-teman lainnya, cuma menyebar ke berbagai arah.
"Bagaimana ini? apakah sudah selesai? waktu sudah bergilir cukup lama, dan kita masih berada disini." (Reinn)
"Entahlah, aku tidak mendengar suatu suara yang menandakan berhenti." (Miya)
"Micchan, apa kita harus pergi kembali? disini kita sudah sangat lama, Ricchan juga sudah terlihat kelelahan." (Aina)
"Entahlah, dan lagian jangan memanggilku seperti itu. Aku bukanlah "Dia" lagi." (Miya)
"Udah, udah, biarkan saja. Lagian kalian "Dulu" sangat dekat, jadi biarkan saja." (Reinn)
"Itu adalah ide bagus, Aichan. Tidak ada tanda-tanda sedari tadi, lebih baik kita lihat. Ayo!" (Reinn)
Ketiganya kembali ke belakang, menuju ke tempat para guru berada.
Namun di tengah itu, terdengar suara teriakkan yang cukup keras dari arah kanan.
Ketiganya langsung berlari ke arah kanan, untuk melihat apa yang terjadi.
Terlihat sesosok monster yang tengah dihadang oleh para guru beserta murid.
Beberapa murid tumbang akibat serangan monster itu.
"Spell, Api!"
Beberapa guru melawan menggunakan spell, selainnya melawan menggunakan senjata jarak dekat.
"Aku akan membantu, kalian membantu para murid yang tumbang. Aku serahkan pada kalian!" (Reinn)
"Serahkan pada kami!" (Miya)
Reinn bergerak maju ke depan, bergabung dengan para guru.
Sedangkan keduanya, bergerak menyembuhkan murid yang tumbang.
Di tengah para guru menyerang, Reinn datang menebas tubuh monster itu dengan pedangnya.
"Nak Reinn! Terimakasih!"
"Lanjutkan!" (Reinn)
Serangan membabi buta ditujukkan oleh Reinn bersama dengan para guru, mereka tak memberi kesempatan bagi monster itu.
Dan akhirnya, monster itu pun tewas dengan satu serangan akhir dari Reinn.