
Hai, Reiko di sini! Seorang siswi SMA yang entah kenapa secara tiba-tiba terbangun menjadi seorang burung.
Yah... untuk saat ini saya belum memiliki nama tersendiri, ibu saya belum memberikannya.
Saya juga sedikit penasaran, bagaimana seorang ibu memberikan nama kepada anak-anaknya?
Saya sudah berada disini, selama hampir 4 hari. dan ... saya sudah meningkatkan Lidah perasa dengan bersungguh-sungguh.
"Nio!"
>Nama : Tidak Diketahui<
>Skill : Lidah Perasa Lv 4<
Saya memberikan nama untuk sistem ini.
Bagaimana? apa saya sudah cukup kuat?
Memang saya belum memiliki skill lainnya....? tunggu, apakah ada skill lain yang bisa saya buka?
Entahlah, saya belum menelusuri lebih jauh.
Untuk saat ini, saya cukup bahagia karena dapat mengeluarkan sebuah rasa dari daging yang saya tak kenali.
Hari ini saya makan dengan daging yang sama, yaitu cacing tanah.
Makanan ini selalu dibawa oleh ibu, setiap pulang selalu membawa kumpulan cacing tanah untuk dimakan bersama.
Sungguh ibu yang cekatan!
Jika kalian bertanya, jenis burung apa yang tengah saya perankan?
Pigeon atau merpati.
Saya adalah burung merpati, namun belum pernah mencoba terbang.
Kedua sayap saya terlihat tidak meyakinkan untuk dipakai terbang, kecil dan rapuh. mungkin saya akan langsung jatuh ketika hendak terbang.
Namun apa salahnya untuk mencoba.
Sarang ini tak cukup tinggi, jadi sepertinya saya bisa meraihnya.
*Hup*
Berhasil! saya berhasil berdiri!
Yes! Yes! Yes!
Angin berhembus meniup sekujur tubuhku, sebuah pemandangan langka yang tak pernah saya lihat dibalik sarang. Tatanan pohon berdiri sejajar, tanah menjulang membentuk tebing serta sungai yang mengalir tanpa henti.
Sebuah pemandangan yang cukup enak.
Angin terasa cukup kuat bila dirasakan oleh seluruh bulu, saatnya mencoba terbang!
Saya melompat dari sarang, kedua sayap saya kepakkan.
Eh...?
Saya Jatuh!
Bagaimana ini!? bagaimana caranya mendarat!? sayap, akan kugunakan!
Kepakkan sayapmu, merpati muda!
TIdak berguna! siapapun tolong aku!
Tepat sebelum saya menabrak permukaan, ibu merpati menolong saya. ia mengembalikan saya kembali ke dalam sarang.
Terimakasih bu merpati! saya sangat terharu dengan aksi heroik anda, saya sangat bangga memiliki ibu seperti anda
Satu informasi terkupas bahwa saya tidak dapat terbang, untuk saat ini. kedua sayap saya masih belum kuat untuk menghempaskan angin, apalagi digunakan untuk melesat terbang.
Saya harus bagaimana...? sudah tidak ada hal lagi yang bisa saya lakukan disini.
Melihat 4 hari berlalu, saya menyimpulkan bahwa saya bereinkarnasi menjadi seekor burung. bagaimana tidak? saya tidak kembali ke dunia nyata dan tetap disini.
Masalahnya... bagaimana saya bisa bereinkarnasi?
Apa saya mati secara mendadak disaat tidur? apa saya mati akibat ledakan bom? tidak, itu adalah pertanyaan yang terlalu tidak masuk akal.
Apa saya mati karena ada teman saya yang membunuh saya? tidak, tidak, ini bukan cerita thriller! dan lagian benda apa yang ia gunakan untuk membunuh saya sampai dengan mudah membuat saya kehilangan nyawa?
Gunting? tidak. Cutter? mungkin jika ditusuk tepat dibagian yang sensitif bisa terjadi. apa jangan jangan memakai pisau lipat? Itu bisa saja terjadi!
Jika itu terjadi, saya memiliki catatan kematian yang sungguh memalukan. saya mati karena ditusuk oleh teman ketika tidur di tengah kelas matematika.
Ah, lupakan saja.
Cerita ini akan mengisahkan perjalanan kehidupan kedua saya sebagai seekor butung.
Sungguh cerita yang cukup memalukan, saya harap kalian tidak akan menertawai kehidupan kedua saya yang memalukan ini.
Saya seperti karakter utama dari cerita Light Novel Fantasy, semoga saja berjalan dengan lancar.